
" Ini.. tunangan dokter Vira yang dokter ceritakan waktu itu yah?, " pertanyaan itu meluncur setelah dokter Tika memperhatikan Gaishan dan Vira secara bergantian lalu tak sengaja menatap cincin yang melingkar di jari manis kanan mereka yang entah kenapa malah terlihat couple.
" Eh, tunangan?, " gagap Vira yang kini bergantian menatap Gaishan dan semua teman teman nya yang ada di meja itu.
" Benar, saya tunangan dokter Vira. Perkenalkan.. nama saya Gaishan, " Vira menatap tak percaya kepada Gaishan yang malah mengiyakan pertanyaan dokter Tika.
" Ya Allah, drama apa lagi ini?, " batin Vira menjerit.
*****
Vira menarik narik ujung kemeja yang di gunakan Gaishan. Ia benar benar tidak habis fikir kenapa Gaishan memperkenalkan diri sebagai seorang tunangan nya.
" Ada apa, dek?, " tanya Gaishan lembut yang kini sudah menatap Vira. Namun, tak lama Ia mengalihkan pandangan nya ke arah Yudi karena tidak ingin terlalu lama memandang yang bukan mahram nya.
Vira merinding mendengar suara lembut Gaishan, bahkan teramat lembut.
" Abang apa apaan sih bilang begitu ke teman teman Vira?, " tanya Vira cemberut namun dengan suara pelan agar tidak di dengar teman teman nya yang duduk di meja.
Gaishan tersenyum lembut " Kenapa? Kamu mau menyembunyikan hubungan kita dari teman teman kamu?, " Kedua mata bulat Vira membulat sempurna. Apa nya yang mau di sembunyikan, memiliki hubungan saja tidak ada.
Gaishan tersenyum dan rasa nya ingin sekali mengunyel unyel gadis manis di depan nya karena rasa gemas yang luar biasa. Namun, rasa itu harus Ia tahan untuk sekarang.
" Ehem, " dokter Tika berdehem sekali untuk menarik kembali perhatian Vira dan juga Gaishan yang asyik berbisik berdua.
" Bisik bisik tetangga nya nanti lagi di lanjut kan. Dokter Vira tidak mau mengenalkan kita kita semua sama tunangan nya?, " ucap dokter Tika sambil menunjuk Gaishan dengan jari telunjuk tangan kanan nya. Tak lupa mengerlingkan mata nya ke arah Vira membuat Vira mendengus kesal.
Vira menarik nafas nya lalu menghembuskan nya perlahan. Baiklah, untuk saat ini dia akan mengikuti alur saja. Setelah ini, Ia akan meminta penjelasan kepada Gaishan sejelas jelas nya tentang pernyataan nya tadi.
" Bang, kenalin ini teman teman saya. Ini dokter Tika, dokter Dwi, suster Ika, suster Rere dan terakhir dokter Adam. Mereka semua teman teman di rumah sakit ini. Dan semua nya, Ini bang Gaishan, " ucap Vira memperkenalkan mereka semua dengan menunjuk orang nya sesuai dengan nama nya.
__ADS_1
" Udah, gitu doang? Semua nya, ini bang Gaishan. Tidak di sambung dengan status nya, " ucap dokter Tika mengulang ucapan Vira yang seperti nya belum puas menggoda Vira.
" Terus Dok, godain saya nya. Kan tadi sudah di bilang status nya oleh bang Gaishan sendiri, " gerutu Vira yang kesal karena terus di goda oleh teman seprofesi nya itu.
Gaishan tersenyum tipis lalu mencoba untuk menghibur Vira " Sudah dek, jangan di ambil hati, teman mu kan cuma bercanda, ".
" Oh iya, Kamu masih ada waktu sampai jam istirahat kamu berakhir? Saya ingin berbicara dengan kamu, " lagi lagi suara lembut memasuki indra pendengaran Vira. Rasa nya, Ia melihat sisi lain dari Gaishan hari ini. Biasa nya, Ia selalu melihat Gaishan yang datar dan cuek serta irit berbicara.
Vira mengangguk lalu beralih memandang ke arah teman teman nya yang masih setia duduk menatap diri nya dan juga Gaishan.
" Maaf semua, saya permisi duluan, " pamit Vira sopan.
Semua mengangguk kecuali dokter Adam yang terus memandang dengan tatapan yang sulit di artikan. Dan semua itu tak luput dari kedua netra bening Gaishan.
" Eh bro, jangan lupain sahabat mu ini, " sindir Yudi yang sudah di cuekin oleh Gaishan sedari tadi.
Yudi mengangguk lalu berbisik ke telinga Gaishan sebelum melangkah kan kaki nya " Aku tunggu penjelasan mu, bro, ".
Gaishan mengangguk kan kepala nya dan di balas tepukan bahu sebelah kanan nya sebagai balasan jawaban dari sahabat nya itu dan setelah nya pergi menjauh meninggalkan kantin rumah sakit menuju kamar inap istri tercinta nya.
" Yuk, dek, " ajak Gaishan dan di jawab anggukam kepala oleh Vira.
Joe pun bangkit setelah sedari tadi hanya diam dan menikmati makanan nya.
" Joe, kamu bisa pergi ke tempat yang kamu inginkan sampai jam istirahat Vira berakhir. Setelah itu, kamu kembali lagi ke ruangan Vira, " ucap Gaishan.
Joe mengangguk " Baik tuan. Permisi nona muda, " jawab Joe lalu pergi meninggalkan kantin setelah mendapat anggukan kepala dari Vira.
Pasti pada bingung kan, kenapa Joe bisa menuruti ucapan Gaishan? Itu karena selama Joe mengawal Vira, Ia bisa melihat dan menilai bagaimana sikap Gaishan selama ini. Di tambah, bagaimana kedekatan nona muda nya dengan Gaishan dan keluarga terutama Harsya, si tuan muda yang imut dan gemesin.
__ADS_1
Setelah kepergian Joe, Gaishan dan Vira menyusul meninggalkan area kantin. Tanpa mereka semua tau, dokter Adam sudah mengepal kan kedua tangan nya di bawah meja menahan amarah.
*****
Setelah di persilahkan masuk oleh Vira, Gaishan melangkahkan kaki nya masuk ke dalam ruangan Vira. Kedua mata nya melihat ke sekeliling ruangan dan tersenyum kecil saat melihat sekotak permen berukuran cukup besar di atas meja kerja Vira. Gaishan duduk di kursi yang bersebrangan dengan kursi yang di duduki Vira, setelah melihat Vira sudah duduk tenang di kursi nya.
" To the point saja, kenapa tadi abang memperkenalkan diri sebagai tunangan saya?, " tanya Vira tanpa basa basi. Mulut nya sudah gatal sedari tadi ingin bertanya alasan dari sikap Gaishan tadi.
Gaishan tersenyum lembut " Maaf kalau pernyataan saya tadi membuat kamu tidak nyaman. Saya hanya ingin melindungi kamu saja, " jawab Gaishan yang terdengar ambigu di telinga Vira.
" Melindungi saya? Dari siapa?, " tanya Vira dengan kening berkerut dalam.
Gaishan menghela nafas nya " Saya sudah mendengar cerita tentang kamu dari ibu, " Vira tertunduk sedih mendengar jawaban Gaishan yang melenceng dari pertanyaan nya.
" Awal nya saya juga salah paham dan takut merusak hubungan kamu dengan pasangan kamu saat melihat cincin yang melingkar di jari manis kamu. Terlebih, saya mendengar kamu memanggil seseorang dengan panggilan 'baby' saat saya mengantar kamu ke rumah sakit. Saya berfikir untuk menjauh kan Harsya dan juga saya sendiri dari kamu karena pasti pasangan kamu akan salah paham, " Vira mendongak dan tatapan nya seakan menyiratkan ketidak setujuan saat mendengar Gaishan akan menjauh kan Harsya dari nya.
" Namun, setelah berbicara dengan ibu, ibu menjelaskan semua nya kepada saya tentang kamu dan masa lalu kamu yang ternyata tidak berbeda dengan saya. Sama sama kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidup kita, ". Lagi lagi Vira menunduk kala kenangan manis bersama Reno terputar kembali. Ia menghapus setitik air yang menetes dari kedua mata nya.
" Saya tau, kamu mengatakan kepada teman teman kamu tentang status kamu yang sudah bertunangan karena masih belum bisa melupakan nya. Dan juga, karena kamu tidak ingin memberi kesempatan kepada dokter muda tadi, " ucapan terakhir Gaishan membuat Vira langsung menatap Gaishan dengan tatapan terkejut.
" Bagaimana abang tau kalau dokter Adam menyukai saya?, " tanya Vira ragu ragu.
" Saya laki laki, dek. Saya tau arti dari tatapan mata nya kepada kamu. Dan jujur, saya tidak suka dia menatap kamu seperti itu, " jawab Gaishan.
" Kenapa?, " tanya Vira penasaran.
" Karena saya cemburu, dek, " jawab Gaishan dan pasti nya hanya ada di dalam hati Gaishan. Belum saat nya untuk diri nya mengungkapkan perasaan nya yang sebenarnya kepada Vira.
TBC.
__ADS_1