
Vira turun dari mobil nya dan menghampiri Harsya yang sudah menunggu nya di depan pintu dengan senyum lebar nya. Vira tersenyum melihat raut bahagia terpancar di wajah Harsya saat melihat diri nya.
" Assalamualaikum, " sapa Vira.
" Waalaikumussalam, " balas Harsya dan bu Citra yang berdiri di samping Harsya, menemani cucu nya menyambut kedatangan Vira.
Vira mencium punggung tangan bu Citra lalu sedikit membungkuk untuk memberikan kecupan di puncak kepala Harsya.
" Anak ummi sudah siap untuk berangkat ke sekolah?, " tanya Vira yang kini sudah berjongkok di depan Harsya.
Harsya mengangguk semangat " Sudah ummi, " jawab Harsya.
" Ok, sekarang Harsya pamit kepada abi, kakek dan juga nenek. Terus, ajak bik Minah untuk ikut ke sekolah Harsya, " perintah Vira.
Harsya terdiam dan memandang lekat wajah Vira membuat Vira bingung.
" Nak Vira, " Vira bangkit dan mencium punggung tangan pak Ibrahim saat pak Ibrahim keluar dan menyapa diri nya. Ia tersenyum tipis saat menatap Gaishan yang juga sedang menatap diri nya lalu membalas senyum nya dengan anggukan kepala.
" Ayo, kita berangkat sekarang, nanti Harsya telat masuk kelas. Bik Minah juga sudah siap tuh, " ajak Vira dan menunjuk bik Minah yang baru saja keluar sambil membawa botol minum dan bekal Harsya.
Harsya menggelengkan kepala nya membuat semua orang bingung. Gaishan berjongkok di depan Harsya mensejajarkan diri nya dengan putra nya.
" Harsya gak mau di antar sama emm.. ummi? Tadi abi lihat Harsya senang banget dengar mobil ummi sudah tiba. Apa Harsya berubah fikiran dan ingin abi yang mengantar ke sekolah?, " tanya Gaishan lembut.
Harsya menggelengkan kepala nya " Harsya tetap mau ummi yang mengantar Harsya. Tapi, " Harsya tidak melanjutkan ucapan nya karena takut abi nya tidak akan mengabulkan keinginan nya.
" Tapi, apa sayang, ehmm?, " tanya Gaishan tetap dengan nada lembut.
" Harsya ingin di antar sama abi dan ummi seperti teman teman Harsya yang lain. Dulu, ummi kan belum pulang jadi tidak bisa mengantar Harsya bareng abi. Sekarang, ummi sudah pulang jadi Harsya mau di antar ke sekolah sama abi dan ummi. Harsya iri tiap hari melihat teman teman Harsya di antar sama abi dan ummi mereka, " jawab Harsya yang kini kedua mata nya sudah berkaca kaca.
Hati Gaishan teramat sakit mendengar jawaban putra nya. Ternyata, selama ini putra nya begitu menginginkan bisa di antar ke sekolah oleh abi dan ummi nya seperti teman teman sekolah nya. Kasihan sekali putra nya, hanya hal sederhana namun tidak bisa Ia wujudkan. Gaishan memeluk erat putra nya dan menggumamkan kata maaf.
" Maafin abi, " gumam Gaishan lalu melepas pelukan mereka dan bangkit. Ia menghadap ke arah Vira dan menatap penuh harap kepada Vira.
" Apa boleh untuk hari ini saya juga ikut mengantar Harsya bareng kamu? Kebetulan, hari ini saya tidak ada jadwal ke kampus, " tanya Gaishan penuh harap.
" Ehh, boleh sih tapi mobil saya gimana? Terus, nanti saya ke rumah sakit nya gimana?, " tanya Vira balik.
" Nanti, saya yang akan antar kamu ke rumah sakit lalu pulang nya saya juga yang akan jemput kamu. Untuk mobil kamu, biarkan saja di sini. InsyaAllah, aman, " jawab Gaishan.
Gaishan melihat raut wajah Vira yang ragu untuk mengiyakan usul nya. Untuk kali ini, izin kan diri nya egois demi kebahagiaan putra nya dan mengucapkan kata maaf di dalam hati nya karena memanfaatkan keberadaan Vira.
__ADS_1
Gaishan kembali berjongkok di depan Harsya " Harsya mau tidak nanti sore jemput ummi pulang kerja bareng abi?, " tanya Gaishan.
Harsya dengan semangat mengangguk kan kepala nya " Mau abi, " jawab Harsya.
" Yeey, nanti sore Harsya mau jemput ummi pulang kerja bareng abi, " pekik Harsya bahagia sambil meloncat loncat.
Gaishan tersenyum melihat wajah bahagia putra nya. Ia bangkit lalu kembali menatap Vira " Lihat lah, Harsya sangat bahagia ingin menjemput kamu pulang kerja. Apa kamu ingin mengecewakan Harsya, " ucap Gaishan.
Vira mendengus kesal karena Gaishan memanfaatkan Harsya. Pria itu tau jelas, diri nya tidak akan bisa menolak jika itu menyangkut Harsya.
" Baiklah, " putus Vira akhir nya. Ia bukan nya keberatan jika Gaishan mengantar dan menjemput nya ke rumah sakit, hanya saja Ia takut teman teman nya bertemu dengan Gaishan dan Harsya. Dan lebih parah nya lagi, mereka mendengar Harsya memanggil nya ummi. Pasti akan banyak pertanyaan dari teman teman nya yang sangat malas untuk Ia jawab.
Bu Citra dan pak Ibrahim merasa tidak enak hati karena Gaishan memaksa kan kehendak nya kepada Vira. Tetapi, mereka juga bahagia karena dengan begini, Gaishan dan Vira bisa lebih dekat lagi.
" Ya sudah, sebaik nya kita berangkat sekarang, takut nya Harsya telat, " ajak Vira.
" Ok, tapi tunggu sebentar, saya ambil kunci mobil di dalam, " ucap Gaishan namun di tahan oleh Vira sebelum pria itu melangkah kan kaki nya masuk ke dalam rumah.
" Kelamaan kalau mau ambil kunci lagi di dalam rumah. Pakai mobil saya saja, " ucap Vira lalu menyodorkan kunci mobil nya kepada Gaishan.
Gaishan menyetujui usul Vira lalu menerima kunci mobil Vira. Setelah berpamitan kepada bu Citra dan pak Ibrahim, mereka masuk ke dalam mobil. Harsya menolak perintah Gaishan yang menyuruh nya untuk duduk di belakang bersama bik Minah. Ia tetap keukeh ingin duduk di bangku penumpang bagian depan bersama Vira. Dengan terpaksa, Gaishan mengiyakan dari pada terus berdebat dan jadi nya terlambat sampai di sekolah.
Gaishan sesekali melirik ke arah Harsya dan Vira yang sedang asyik bercerita dan tertawa bersama. Senyum tipis terlukis di bibir nya. Tak pernah Ia melihat putra nya tertawa sebahagia itu.
Mobil yang di kendarai Gaishan tiba di parkiran sekolah Harsya lalu mereka semua turun dari mobil. Harsya berjalan menuju ke kelas nya dengan menggandeng tangan Vira dan Gaishan. Sementara, Bik Minah mengikuti di belakang.
Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan untuk Harsya karena untuk pertama kali nya Ia di antar ke sekolah oleh abi dan ummi nya seperti teman teman nya yang lain.
Setelah menitip kan Harsya kepada bu Icha, guru Harsya dan berpesan kepada bi Minah untuk tetap waspada menjaga Harsya, Vira dan Gaishan kembali ke mobil lalu meninggalkan lingkungan sekolah Harsya.
Selama perjalanan menuju ke rumah sakit, tidak ada percakapan antara Vira dan Gaishan. Mereka tetap diam dengan Gaishan yang fokus dengan jalanan di depan, sedangkan Vira lebih memilih menatap jalanan dari jendela.
Keheningan mereka pecah saat ponsel Vira berdering. Vira membuka tas nya dan mencari keberadaan ponsel nya. Ia tersenyum melihat nama yang tertera di layar ponsel milik nya dan itu tak lepas dari pandangan Gaishan yang tadi sempat melirik ke arah Vira.
" Hallo, " sapa Vira setelah sambungan mereka terhubung.
" .... , " .
" Aku baik baik saja di sini and I miss you too, beib, " balas Vira dengan nada manja dan tersenyum bahagia.
Ckiiittt.
__ADS_1
Gaishan menginjak rem mobil nya mendadak saat mendengar Vira membalas ucapan rindu dari seberang telepon dengan nada manja dan langsung menatap Vira dengan raut wajah yang sulit di artikan. Tatapan nya tidak sengaja menatap cincin yang melingkar indah di jari manis tangan kanan Vira.
" Kamu apa apaan sih, kenapa mengerem mendadak begitu? Untung jalanan sepi, kalau ramai, apa tidak menyebabkan kecelakaan, " omel Vira yang langsung mematikan sambungan telepon nya, tidak ingin seseorang yang menghubungi nya tau jika saat ini diri nya tidak sendiri di dalam mobil.
Gaishan memalingkan wajah nya dari Vira dan mengucapkan kata maaf dengan nada datar. Ia memejamkan kedua mata nya untuk menenangkan diri nya yang entah kenapa merasa kesal dan marah setelah mendengar ucapan balasan rindu Vira untuk seseorang yang sedang menghubungi nya. Terlebih, Ia melihat cincin yang melingkar di jari manis Vira. Ia tau itu cincin apa dan hal itu membuat hati nya semakin panas.
" Ada apa dengan mu, Gaishan? Kenapa kamu merasa kesal dan marah? Apa kamu merasa cemburu? Kalau cemburu, itu berarti kamu cinta dengan dia? Tidak, tidak, tidak. Tidak mungkin Ia jatuh cinta kepada wanita yang baru saja Ia temui kemarin. Hah, ini pasti karena wajah mereka mirip membuat diri nya berfikir jika Vira adalah Nissa, istri nya. Sadar Gaishan, sadar, " gumam Gaishan dalam hati sambil menggeleng gelengkan kepala nya menolak apa yang tadi terlintas di fikiran nya.
Vira yang tadi nya kesal dan marah karena Gaishan mengerem mendadak, kini terlihat khawatir karena Gaishan terus menggeleng geleng kan kepala nya.
" Abang, baik baik saja?, " tanya Vira hati hati.
Gaishan tersentak mendengar pertanyaan Vira lalu memalingkan wajah nya menatap Vira.
" Saya baik baik saja, maaf tadi saya mengerem mendadak. Kita lanjutkan lagi perjalanan nya, " jawab Gaishan datar lalu kembali melajukan mobil nya. Sementara, Vira mengechat seseorang yang menghubungi nya tadi dan mengatakan akan menghubungi balik setelah sampai di rumah sakit.
" Ternyata, dia sudah punya tunangan. Tapi, kenapa kemarin ibu bilang jika dia masih single dan tidak sedang menjalani suatu hubungan dengan seseorang. Apa dia berbohong kepada ibu? Tapi untuk apa?, " Gaishan terus bertanya di dalam hati nya selama perjalanan menuju ke rumah sakit.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.
Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.