Jodoh Bu Dokter Cantik

Jodoh Bu Dokter Cantik
I Think, Not Bad


__ADS_3

Vira merebahkan diri nya di atas ranjang setelah selesai sholat Isya. Hari ini rasa nya seluruh tubuh dan perasaan nya sangat lelah. Mata nya memandang langit langit kamar dengan fikiran melayang memikirkan permintaan bu Citra tadi.


Ia tidak habis fikir, bagaimana bisa bu Citra meminta nya untuk menjadi ummi nya Harsya ketika mereka baru saja bertemu dan berkenalan. Entah apa yang ada di fikiran bu Citra sampai bisa meminta hal seperti itu kepada nya. Jika hanya mengabulkan permintaan Harsya yang meminta nya untuk mengantar ke sekolah atau menemani nya bermain dan tidur, mungkin saja bisa Ia kabulkan. Tapi untuk menjadi ibu sambung untuk Harsya, tidak mungkin bisa Ia kabulkan.


" Ahh, lebih baik gue tidur dari pada memikirkan hal yang tidak tidak, " gumam Vira lalu membaca doa dan memejamkan kedua mata nya. Tak butuh waktu lama untuk nya terlelap karena memang Ia sungguh sangat lelah.


Pukul tiga pagi, Vira terbangun untuk melaksanakan sholat tahajjud. Sudah menjadi kebiasaan nya terbangun di jam segitu. Setelah mengambil wudhu, Ia menggelar sajadah dan mulai menunaikan sholat.


Air mata nya tumpah saat memanjatkan doa kepada sang Khalik. Ia memohon pengampungan serta memohon keikhlasan hati dalam menjalani setiap takdir hidup nya.


Setelah selesai sholat, Ia membuka kitab suci Al-qur'an dan mulai membaca nya. Suara merdu nya dalam melantunkan ayat ayat Al-qur'an benar benar menyejukkan hati setiap orang yang mendengar nya.


Suara adzan subuh mengakhiri kegiatan nya membaca Al-qur'an. Ia keluar kamar dengan masih memakai mukenah nya menuju ke musholah kecil yang ada di dalam rumah. Sejak hari pertama tinggal di sini, Vira sudah mengatakan kepada pak Jaka dan bu Endang untuk selalu sholat berjamaah.


Selesai sholat subuh berjamaah, Vira bergegas bersiap siap untuk berangkat ke rumah Harsya untuk memenuhi janji nya mengantar kan bocah kecil itu pergi ke sekolah.


" Pagi bu, " sapa Vira saat memasuki dapur dan melihat bu Endang sedang menyiapkan sarapan.


" Ehh pagi, bu dokter. Kok pagi sekali sudah bersiap siap, tidak biasa nya. Sarapan nya masih belum selesai saya siapkan, " balas bu Endang.


" Iya bu, mulai sekarang saya akan berangkat jam segini karena harus ke satu tempat dulu. Ibu gak usah buru buru, lanjutkan saja masak nya. Saya sarapan roti saja, tapi tolong buatkan susu hangat ya bu, " bu Endang mengangguk lalu mematikan kompor dan bergegas membuat kan susu hangat untuk Vira.


Vira kembali ke ruang makan lalu menarik kursi dan duduk. Ia mengambil selembar roti tawar lalu mengoleskan nya dengan selai coklat dan mulai memakan nya. Ucapan terima kasih Ia lontarkan saat bu Endang meletakkan susu hangat di hadapan nya kemudian melanjutkan sarapan nya.


Selesai sarapan, Vira pamit kepada bu Endang dan pak Jaka. Ia harus bergegas karena tidak ingin kalau Harsya telat ke sekolah.


****


Senyum Harsya terkembang saat melihat Vira masuk ke dalam rumah nya. Bu Citra merasa lega karena Vira menepati janji nya untuk mengantarkan Harsya ke sekolah pagi ini karena sejak tadi Harsya tak henti henti nya bertanya ke mana ummi nya, kenapa belum juga sampai. Bahkan, bu Citra sempat kuwalahan karena Harsya terus menangis karena Vira belum juga datang.


" Ummi, " pekik Harsya bahagia sambil berlari ke arah Vira dengan tas yang sudah berada di punggung nya.


Vira berjongkok menyambut Harsya ke dalam pelukan nya dan memberikan ciuman di kening Harsya.


" Ummi, kenapa lama sekali datang nya? Harsya fikir ummi bohongin Harsya dan tidak jadi mengantar Harsya ke sekolah, " Vira terkekeh melihat wajah menggemaskan Harsya yang sedang protes kepada diri nya dengan bibir yang sudah maju lima senti. Gigit boleh gak sih, batin nya.

__ADS_1


" Maaf ya sayang karena ummi lama datang nya, tadi jalanan sedikit macet. Tapi, ummi gak mungkin bohongin Harsya, kan ummi sudah janji jadi gak mungkin ummi ingkari, " ucap Vira lalu mencium gemas kedua pipi bocah di depan nya.


" Ihhh geli ummi, " protes Harsya sambil meronta ronta lalu merajuk karena kini bedak di wajah nya sudah hilang.


Vira tertawa puas sudah berhasil membuat Harsya merajuk. Lalu, meminta maaf dan membujuk Harsya agar tidak merajuk kembali.


" Sudah siang takut nya Harsya terlambat. Pak, bu, saya pamit antar Harsya ke sekolah, " pamit Vira lalu mencium punggung tangan pak Ibrahim dan bu Citra bergantian.


" Hati hati nak dan terima kasih, " ucap bu Citra sungguh sungguh.


" Sama sama bu, " balas Vira tersenyum ramah lalu menggenggam tangan mungil Harsya dan menuntun nya menuju ke mobil di ikuti bik Minah, ART sekaligus orang yang membantu menjaga Harsya sedari bayi.


Selama di perjalanan menuju ke sekolah, tak henti henti mulut kecil Harsya berceloteh ria. Pagi ini, Ia merasa sangat bahagia karena pergi ke sekolah di antar oleh ummi nya.


Cukup menempuh perjalanan selama lima belas menit, mobil yang di kendarai Vira tiba di depan gerbang sekolah taman kanak kanak. Ia turun terlebih dahulu lalu berjalan memutar dan membuka pintu untuk Harsya. Setelah membantu melepaskan seatbelt, Vira menuntun Harsya masuk ke dalam kelas nya di ikuti bik Minah.


" Assalamualaikum, Harsya, " sapa bu guru Harsya dengan ramah.


" Waalaikumussalam, bu guru, " balas Harsya, Vira dan bik Minah berbarengan.


" Wah, Harsya di antar sama siapa hari ini? Boleh bu guru tau siapa yang mengantar Harsya?, " tanya bu guru penasaran karena selama ini Harsya selalu di antar bik Minah dan bu Citra.


" Ehh, " bu guru terkejut mendengar jawaban Harsya. Setau diri nya, Harsya sudah tidak memiliki ibu. Apa mungkin ayah nya Harsya sudah menikah lagi, tapi kok diri nya dan pihak sekolah tidak ada yang tau. Maklum saja, ayah nya Harsya adalah seorang duda keren yang menjadi incaran para guru guru muda di sekolah nya, termasuk diri nya sendiri.


Vira tersenyum ke arah bu guru Harsya yang saat ini menatap nya dengan tatapan terkejut.


" Perkenalkan saya Vira emm ummi nya Harsya, " ucap Vira memperkenalkan diri namun sedikit ragu saat menyebut diri nya sebagai ummi Harsya.


" Ahh iya bu Vira, saya Icha guru nya Harsya, " balas Icha kikuk.


Vira berjongkok di depan Harsya lalu merapikan baju seragam Harsya yang sedikit berantakan " Sayang, belajar yang rajin dan dengar kan semua ucapan bu Icha ya. Jangan nakal dan jadi anak yang baik. Ummi berangkat kerja dulu ya sayang. Nanti pulang sekolah sama bik Minah ya, " pamit Vira lalu mencium kedua pipi Harsya.


" Iya ummi, Harsya akan turutin semua ucapan ummi. Tapi, ummi nanti cepat ya pulang kerja nya. Jangan lama lama pulang nya, " pinta Harsya.


Vira tersenyum lalu mengangguk kan kepala nya. Harsya pamit masuk ke dalam kelas nya dan bergabung bersama teman teman satu kelas nya. Vira memperhatikan interaksi antara Harsya dan teman teman nya. Ia tersenyum saat melihat Harsya dengan wajah bahagia dan mata berbinar binar menjawab pertanyaan teman teman nya saat bertanya siapa diri nya.

__ADS_1


" Itu ummi Harsya, cantik kan, " itu lah jawaban Harsya yang Vira dengar saat Harsya menjawab pertanyaan teman teman nya.


Vira mengalihkan pandangan nya ke arah jam tangan yang ada di pergelangan tangan nya. Sudah waktu nya Ia berangkat ke rumah sakit.


" Bu Icha, saya pamit ya dan juga saya titip Harsya selama di sekolah, " ucap Vira ramah dan tak lupa senyum manis tersungging di bibir nya.


" Iya bu, tentu, " jawab bu Icha yang juga menampilkan senyum nya meskipun sedikit terpaksa karena hati nya terluka dengan fakta jika wanita di depan nya itu adalah ibu nya Harsya.


Vira mengalihkan pandangan nya ke arah bik Minah " Bik Minah, saya pamit pergi kerja dulu. Saya titip Harsya ya bik selama saya bekerja, " ucap Vira.


" Baik nyonya, " balas bi Minah.


Sekali lagi Vira melihat Harsya di dalam kelas nya sebelum berjalan menuju ke mobil nya. Sebelum melajukan mobil nya, Vira menarik nafas nya dalam dalam lalu membuang nya perlahan " Apa semua yang gue lakukan ini benar. Apa tidak akan menjadi masalah karena gue mengaku sebagai ummi nya Harsya di depan guru nya. Tapi, jika gue bilang yang sejujur nya pada guru nya Harsya tadi, pasti Harsya akan sangat sedih dan malu sama semua teman teman nya, ".


Sesaat, senyum Vira terbit saat mengingat interaksi antara diri nya dan Harsya sejak dari rumah hingga di sekolah.


" Ummi.. I think, not bad, " gumam nya terkekeh lalu mulai menjalankan mobil nya menuju ke rumah sakit.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.


__ADS_2