
Sudah tiga hari Vira berada di Medan dan selama itu, Ia telah menjelajahi rumah besar yang Ia tempati saat ini serta telah berkeliling kota Medan di temani Lala, putri pak Jaka. Kiriman paket buku buku milik nya juga sudah tiba dan telah tersusun rapi di rak buku yang ada di dalam kamar nya.
Hari ini, diri nya mulai bertugas di rumah sakit swasta yang cukup terkenal di kota Medan. Ada perasaan gugup menyelimuti hati nya karena ini hari pertama nya bekerja di kota yang baru dan sendiri di kota besar ini.
" Semangat, " ucap nya pada diri nya sendiri sambil menatap pantulan diri nya di depan cermin.
Vira mengambil tas dan jas dokter nya yang ada di atas ranjang lalu berjalan keluar kamar menuju ruang makan.
" Pagi semua, " sapa Vira ramah lalu menarik kursi kosong di samping Lala.
" Pagi bu dokter, " balas Pak Jaka, bu Endang dan Lala.
Sesuai permintaan Vira di hari pertama nya tiba, Vira ingin keluarga pak Jaka juga ikut makan bersama nya di meja makan karena Ia tidak ingin makan sendirian. Awal nya, pak Jaka menolak karena merasa tidak sopan berada satu meja makan dengan majikan nya. Tetapi, karena Vira terus memaksa akhir nya pak Jaka mengiyakan permintaan Vira.
Vira mengambil satu lembar roti tawar lalu mengoleskan selai coklat kesukaan nya dan mulai memakan nya.
" Hari ini mau bawa mobil sendiri atau bapak antar, bu dokter?, " tanya pak Jaka membuat Vira mempercepat kunyahan nya untuk menjawab pertanyaan pak Jaka.
" Bawa sendiri saja pak. Vira kan sudah tau arah jalan ke rumah sakit jadi bapak tenang saja, Vira gak akan ke sasar, " jawaban Vira membuat pak Jaka, bu Endang dan Lala terkekeh. Mereka beruntung sekali karena majikan nya begitu baik dan ramah serta bisa bercanda seperti ini.
" Baik, bu dokter. Bu dokter hati hati di jalan, jangan ngebut ngebut, " ucap pak Jaka mengingatkan.
" Siipp, pak, " Vira memberikan jempol nya kepada pak Jaka.
Vira kembali mengambil satu lembar lagi roti tawar dan mengoleskan selai coklat lalu memakan nya sampai habis. Setelah selesai sarapan, Ia berpamitan kepada pak Jaka dan bu Endang untuk berangkat ke rumah sakit.
Tak hanya Vira, Lala juga berpamitan kepada kedua orang tua nya karena harus segera berangkat ke sekolah. Ia tidak ingin telat dan di hukum oleh guru nya.
Vira melajukan mobil nya membelah jalanan kota Medan dengan kecepatan sedang. Pagi ini, jalanan cukup macet membuat Vira sesekali melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kiri nya. Ia sangat takut terlambat di hari pertama nya bekerja karena sebelum mulai bekerja, Ia akan bertemu dan berkenalan dengan seluruh jajaran dokter dan suster yang bertugas dan hal itu di pimpin langsung oleh direktur rumah sakit.
Bersyukur nya Ia karena tiba lima belas menit sebelum waktu pertemuan. Dengan segera, Vira keluar dari mobil nya menuju ke aula pertemuan.
****
Setelah acara pertemuan tadi, Vira mulai bertugas di ruangan nya. Di hari pertama nya bekerja, cukup banyak pasien yang Ia tangani. Dengan sabar dan telaten, Vira memeriksa anak anak yang kadang rewel dan takut.
Keramahan dan senyum yang tak pernah luntur di wajah Vira membuat rasa takut pada anak anak menghilang. Mereka menuruti semua yang di ucapkan Vira membuat Vira lega karena bisa mengatasi pasien pasien nya.
Waktu sudah menunjukkan saat nya untuk makan siang, Vira juga sudah selesai dengan tugas nya. Ia membereskan barang barang nya yang berada di atas meja kerja nya lalu mengambil ponsel nya dan keluar ruangan menuju kantin rumah sakit.
Vira membalas dengan senyum ramah nya semua sapaan dari setiap suster dan dokter yang berpapasan dengan nya. Tidak buruk juga menerima tawaran ini karena semua rekan kerja nya sangat baik dan ramah membuat nya merasa betah dan nyaman.
" Boleh bergabung?, " Vira mendongak kan kepala nya yang sedang menikmati makan siang nya saat mendengar suara yang berasal dari samping meja nya.
__ADS_1
Vira tersenyum dan mengangguk kan kepala nya saat tau siapa pemilik suara tadi " Tentu dokter Tika, silahkan duduk, " ucap Vira mempersilahkan.
Dokter Tika tersenyum lalu menduduk kan diri nya di kursi seberang Vira. Vira kembali memakan makan siang nya begitu juga dengan dokter Tika.
" Bagaimana hari pertama bekerja di sini, dokter Vira?, " tanya dokter Tika.
" Cukup baik dan menyenangkan, " jawab Vira tersenyum ramah.
" Sampai jam berapa jadwal praktek hari ini, dok?, " tanya dokter Tika lagi.
" Sampai jam tiga lewat tiga puluh, dok. Setelah selesai kunjungan pasien ke ruang ruang rawat inap, tugas saya berakhir, " jawab Vira lalu meminum air mineral milik nya sampai habis.
" Wah sama dong. Gimana kalau setelah itu kita jalan bareng teman teman yang lain? Hitung hitung supaya kita bisa lebih akrab, " tanya dokter Tika antusias.
Sejujur nya, Vira ingin sekali langsung pulang ke rumah dan bergelung dengan nyaman di atas ranjang milik nya. Tetapi, melihat wajah antusias dokter Tika, membuat nya tidak tega untuk menolak. Dan benar apa kata dokter Tika, hitung hitung supaya mereka bisa lebih cepat akrab jika sering sering jalan bersama.
" Boleh, dok. Tapi, kita pergi nya setelah sholat Ashar ya, dok, " jawaban Vira membuat dokter Tika tersenyum lega karena ajakan nya di terima Vira.
" Ok, nanti kita bertemu di parkiran rumah sakit ya, " ucap dokter Tika.
Vira mengangguk kan kepala nya lalu izin pamit untuk menjalankan kewajiban nya sebagai seorang muslimah. Berhubung dokter Tika sedang berhalangan, maka Ia sendiri yang beranjak pergi. Vira berjalan keluar dari area kantin menuju mushola yang ada di rumah sakit tempat nya bekerja.
****
" Maaf saya terlambat, dokter Tika, " ucap Vira merasa bersalah karena semua orang sudah menunggu diri nya.
" Santai saja. Dan tolong, jika tidak berada di lingkungan kerja, jangan ada embel embel dokter. Cukup Tika saja, " balas Tika.
Vira tersenyum lalu mengangguk patuh. Setelah itu, mereka masuk ke dalam mobil masing masing. Berhubung suster Rere, suster Ika dan dokter Dwi tidak membawa kendaraan, mereka menumpang di mobil dokter Tika. Sementara, dokter Adam mengendarai mobil nya sendiri, begitu juga dengan Vira.
Mobil mereka mulai melaju meninggalkan area parkir rumah sakit. Adam memimpin di depan di susul oleh mobil Tika dan Vira. Hari ini mereka berniat untuk duduk bersantai menikmati segelas kopi di cafe langganan mereka.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, mereka tiba di parkiran cafe yang berada di jalan Bilal Ujung. Vira dan yang lain nya turun dari mobil setelah memarkirkan kendaraan mereka.
" Pendopo.fcw, " gumam Vita saat melihat plank bertuliskan nama cafe tersebut.
Ia melihat ke sekeliling cafe itu dan tersenyum " Cukup nyaman dan tenang, " gumam nya lagi lalu melangkah kan kaki nya mengikuti teman teman nya yang sudah lebih dulu masuk ke dalam cafe.
Vira duduk di sebelah Tika karena tadi wanita itu memaksa nya untuk duduk di sebelah nya. Mereka mulai memesan minuman dan cemilan untuk menemani obrolan mereka sore ini.
Vira menghirup dalam dalam aroma kopi pesanan nya sebelum mulai menyesap nya. 'Enak' satu kata untuk menggambarkan rasa kopi yang di sesap nya.
Adam sedari tadi terus memperhatikan setiap gerak gerik Vira. Ia sungguh terpesona dengan Vira sejak saat pertemuan pertama mereka di aula pertemuan tadi pagi.
__ADS_1
" Vir, boleh aku bertanya sesuatu?, " Vira meletakkan cangkir kopi milik nya ke atas meja lalu menatap Adam.
" Boleh, apa itu?, " jawab Vira lalu bertanya balik.
" Apa alasan mu menerima tawaran pekerjaan di sini? Bukan kah di Jakarta, karir mu akan lebih mudah bersinar terang, " tanya Adam yang begitu sangat penasaran dengan alasan Vira menerima tawaran dari rumah sakit di mana tempat nya bekerja. Karena yang Ia dengar, saat itu Vira sudah bekerja di rumah sakit yang sangat terkenal di Jakarta.
Vira menegang kaku mendengar pertanyaan Adam. Tidak mungkin kan, jika Ia mengaku menerima tawaran itu karena untuk belajar ikhlas melepas kepergian tunangan nya.
" Aku hanya ingin mencari suasana baru, " jawab Vira tenang setelah terdiam cukup lama memikirkan jawaban apa yang pantas Ia berikan.
Adam terlihat tidak puas dengan jawaban Vira, tetapi Ia terpaksa menerima nya karena melihat perubahan raut wajah Vira yang tidak nyaman dengan pembahasan itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa like, commet and vote yang banyak ya akak. Dan terus dukung Vira di writers4. Terima kasih.
__ADS_1