Jodoh Bu Dokter Cantik

Jodoh Bu Dokter Cantik
Permintaan


__ADS_3

Tak pernah terbayang kan sekali pun dalam benak Vira untuk berada di dalam situasi yang sangat canggung seperti sekarang ini. Ingin sekali rasa nya Ia segera pergi dan terbebas dari situasi ini. Tetapi, bocah laki laki yang saat ini berada di atas pangkuan nya dan memeluk diri nya dengan erat seakan takut di tinggal kan membuat nya terpaksa mengurungkan niat nya.


Vira memandang secara bergantian dua orang paruh baya di depan nya yang tak lain adalah kakek dan nenek si bocah kecil. Setelah itu, Ia kembali menunduk dan menatap wajah bocah kecil yang kini sudah menenggelamkan wajah nya di atas dada nya.


" Ummi, jangan pernah tinggalin Harsya lagi ya. Harsya janji akan jadi anak yang baik dan menuruti semua apa yang ummi katakan, ".


" Harsya bahagia sekali karena sekarang ummi sudah pulang. Besok, Harsya akan bilang ke semua teman teman Harsya di sekolah kalau Harsya punya ummi. Jadi, mereka tidak akan mengejek Harsya lagi kalau Harsya tidak punya ummi, " kalimat terakhir bocah kecil yang bernama Harsya membuat hati Vira teriris. Tidak hanya Vira, kakek dan nenek Harsya juga terkejut dengan ucapan cucu mereka yang ternyata selama ini, Harsya di bully oleh teman teman nya karena tidak memiliki ibu.


Tanpa permisi, air mata Vira jatuh membasahi kedua pipi nya. Dan tanpa sadar, Ia mengelus puncak kepala Harsya sambil berucap " Iya sayang, ummi tidak akan pergi lagi, " Tak ada keraguan di dalam hati Vira saat memanggil diri nya ummi.


Sontak ucapan yang baru saja keluar dari mulut Vira membuat dua orang yang juga berada di ruangan itu terdiam mematung. Mereka tak menyangka Vira akan menjawab seperti itu.


Citra, nenek Harsya menghela nafas nya dengan berat setelah berhasil menguasai diri nya lagi. Ia memandang Vira dan cucu nya secara bergantian. Terlihat sekali cucu nya begitu sangat merindukan sosok ibu dan Vira juga terlihat begitu tenang dalam menyikapi cucu nya.


" Harsya, sudah malam nak, sudah waktu nya kamu tidur. Ayo, nenek antar ke kamar Harsya, " ajak Citra mencoba membujuk cucu nya agar bisa melepas Vira. Ia merasa sangat tidak enak hati dengan Vira karena sikap cucu nya.


Harsya menggelengkan kepala nya yang masih berada di atas dada Vira " Harsya gak mau tidur, Nenek, " tolak Harsya.


" Kenapa sayang? Ini sudah malam dan sudah waktu nya kamu tidur, " tanya Citra.


Harsya kembali menggeleng gelengkan kepala nya dan semakin mengeratkan pelukan nya kepada Vira.


" Harsya, nenek bertanya kenapa tidak di jawab?, " tanya Ibrahim, kakek Harsya lembut namun tersirat ketegasan di sana.


Harsa mengurai sedikit pelukan nya bersama Vira lalu memalingkan wajah nya ke arah nenek dan kakek nya.


" Maafin Harsya ya nek. Harsya gak mau tidur karena takut ummi pergi lagi tinggalin Harsya kalau Harsya pergi tidur. Harsya gak mau ummi pergi lagi, Harsya gak mau kehilangan ummi lagi, " jawab Harsya dengan air mata yang mengalir di kedua pipi nya.


Citra dan Ibrahim tak bisa berkata apa apa lagi. Tenggorokan mereka terasa tercekat, apalagi melihat air mata di kedua pipi cucu mereka. Selama ini, Harsya memang tidak pernah merengek atau menangis meminta untuk bertemu dengan ibu nya, karena Citra selalu mengatakan kalau ibu nya akan kembali jika Harsya menjadi anak yang baik dan penurut. Setelah usia Harsya bisa memahami apa yang terjadi, baru lah Citra akan mengatakan yang sebenar nya. Namun, kejadian hari ini membuat Citra tak tau harus melakukan apa lagi. Di tambah wajah Vira sangat mirip dengan almarhumah menantu nya, Annisa.


Vira menyadari jika kedua orang di depan nya sedang bingung dengan jawaban Harsya. Tidak mungkin juga mereka meminta diri nya untuk tinggal, karena itu sangat tidak mungkin. Apa kata orang orang jika Ia sampai menginap di rumah laki laki yang bukan mahram nya dan tidak ada ikatan keluarga di antara mereka, terlebih mereka baru saja bertemu beberapa jam yang lalu.


Vira menarik nafas nya dalam dalam lalu mengeluarkan nya perlahan " Tenang Vira, lo bisa mengatasi ini. Anggap saja Harsya adalah Queen. Queen saja yang keras kepala seperti ayah nya bisa kamu atasi, kenapa Harsya tidak, " gumam Vira dalam hati nya.


" Harsya, sayang, " Harsya mendongak menatap Vira saat diri nya di panggil.


" Iya, ummi, " jawab Harsya yang masih sesegukan.


" Harsya sayang ummi, kan?, Harsya mengangguk cepat menjawab pertanyaan Vira barusan.


" Kalau Harsya sayang ummi, Harsya harus nurut apa kata nenek dan kakek. Sekarang, Harsya tidur ya, " bujuk Vira.


Harsya kembali menggelengkan kepala nya, sekarang tangis nya kembali pecah dan berteriak histeris " Harsya gak mau tidur, Harsya gak mau. Nanti ummi tinggalin Harsya lagi kalau Harsya tidur, ".


Vira menenangkan Harsya sambil mengelus lembut punggung Harsya agar lebih cepat tenang.


" Sayang, sudah berhenti dong nangis nya. Ummi jadi ikutan sedih nih, " bujuk Vira dengan nada di buat sedih dan berhasil. Tangis Harsya mereda dan berhenti berteriak histeris. Ia menatap wajah Vira lalu mengecup pipi Vira membuat Vira tertegun.


" Maafin Harsya ya ummi, sudah buat Ummi bersedih, " ucap Harsya merasa sangat bersalah.


" Ummi akan maafin Harsya kalau Harsya mau menurut untuk tidur di kamar, " Vira mencoba bernegosiasi dengan Harsya. Kali saja anak ini setuju kan, jadi Ia bisa segera pulang ke rumah.


Harsya mengangguk membuat Vira tersenyum menang. Namun, senyum nya pudar setelah mendengar ucapan Harsya " Harsya mau tidur tapi sama ummi. Ummi peluk Harsya sampai pagi, ".


" Lah, gimana cerita nya peluk bocah ini sampai pagi. Haduhh, pusing kepala gue, " gumam Vira dalam hati dengan punggung yang sudah bersandar di sofa.


Citra dan Ibrahim juga mencoba kembali membujuk Harsya tetapi bocah kecil itu tetap menolak dan semakin mengerat kan pelukan nya bersama Vira.


Vira tersenyum sesaat sebuah ide muncul di otak cerdas nya.


" Harsya, Harsya sayang ummi tidak?, " tanya Vira yang sudah kembali duduk tegak.


Harsya mengangguk cepat " Harsya sayang banget sama ummi, " jawab nya.


" Kalau Harsya sayang ummi, Harsya pasti gak mau kan kalau ummi di marahi bos nya ummi di tempat kerja?, " tanya Vira lagi.


Lagi lagi Harsya mengangguk cepat membuat Vira tersenyum.


" Kalau Harsya gak mau ummi di marahi bos nya ummi, Harsya tidur ya sekarang. Ummi temani Harsya sampai tertidur setelah itu ummi pulang. Besok, ummi janji akan datang lagi bertemu dengan Harsya, " Vira mencoba bernogosiasi dengan Harsya dan berharap kali ini Harsya mau setuju.


Harsya diam dan berfikir lalu menatap Vira " Ummi, gak usah kerja lagi. Ummi di rumah saja sama Harsya. Biar abi saja yang kerja cari uang untuk ummi dan Harsya, " sontak Vira menepuk pelan kening nya mendengar jawaban Harsya. Cerdas juga ini bocah, batin Vira.


Vira menghembuskan nafas nya lalu mencoba kembali membujuk bocah yang ternyata sangat cerdas seperti Queen, putri sahabat nya.

__ADS_1


" Sayang, ummi adalah seorang dokter yang pekerjaan nya membantu anak anak yang terluka dan sakit. Kalau ummi tidak bekerja, nanti siapa yang akan membantu mereka. Anak ummi kan baik, jadi ummi yakin kalau anak ummi ini tidak mungkin tega melihat orang lain terluka dan tidak ada yang mengobati, benar kan?, " tanya Vira was was dengan jawaban Harsya.


Harsya kembali berfikir dan kali ini cukup lama membuat Vira, Citra dan Ibrahim menahan nafas mereka karena takut Harsya kembali menolak.


" Harsya anak ummi yang baik jadi Harsya izinin ummi bekerja membantu mereka yang sakit, " Vira menghela nafas nya lega mendengar jawaban Harsya.


" Tapi, ummi, " Vira kembali menatap Harsya, kali ini apa lagi bantahan bocah kecil ini, batin Vira.


" Tapi apa sayang?, " tanya Vira lembut.


" Ummi janji setelah selesai bekerja, ummi pulang ke sini ya. Terus, ummi juga harus janji, tiap hari antar Harsya ke sekolah. Harsya mau tunjukin ke semua teman teman Harsya kalau Harsya punya ummi, " pinta Harsya.


Vira berfikir sejenak sebelum mengiyakan permintaan Harsya. Tidak sulit memang, tapi apa yang akan di katakan orang orang sekitar sini jika Ia setiap hari datang ke rumah ini. Sementara, pemilik rumah ini adalah seorang duda.


" Ummi, " Vira mengalihkan pandangan nya ke arah Harsya yang menatap nya dengan tatapan memohon membuat Vira tak kuasa untuk menolak.


Vira menghela nafas nya dengan berat " Baiklah, ummi janji sayang, " jawab Vira akhir nya.


" Semoga tidak akan menjadi masalah nanti nya, " gumam Vira dalam hati.


" Kalau begitu, ayo ummi kita ke kamar. Harsya sudah sangat mengantuk, " ajak Harsya yang memang sudah menguap berkali kali tanda Ia sudah sangat mengantuk namun bersikeras untuk bertahan.


Vira mengangguk kan kepala nya lalu pamit kepada Citra dan Ibrahim yang sedari tadi hanya diam memperhatikan nya dan Harsya.


****


Setelah menemani Harsya membersihkan diri dan mengambil wudhu, Vira menuntun Harsya ke ranjang. Vira membantu Harsya berbaring lalu menyelimuti Harsya sampai sebatas dada.


" Sebelum tidur, jangan lupa berdoa dulu ya sayang. Hafal kan doa sebelum tidur?, " tanya Vira.


Harsya mengangguk kan kepala nya " Hafal dong ummi, " jawab nya semangat.


" Pintar anak nya ummi. Ayo di baca doa nya, " puji Vira.


" Bismillahhirrahmannirrohim, Bismika allahuma ahya waamut, aamiin, " Setelah membaca doa, Harsya memejamkan kedua mata nya.


Vira mengecup kening Harsya lalu menatap Harsya begitu dalam. Ia jadi teringat kejadian sewaktu di mesjid tadi yang cukup mencuri perhatian jamaah mesjid lain nya.


FLASHBACK ON.


Vira mematung menatap bocah kecil yang saat ini sedang menangis sambil memeluk kedua kaki nya.


" Ummi jangan pergi tinggalin Harsya lagi, " ucap bocah itu sambil terus menangis.


Vira tersadar dan mengerjap ngerjap kan kedua mata nya. Ia menatap bocah kecil yang terus menangis dan merengek sambil terus memeluk kedua kaki nya.


" Gue belum nikah gimana bisa punya anak? Mimpi apa gue tadi malam sampai di teriakan bocah begini, " gumam Vira dalam hati.


Tiba tiba seorang wanita dan pria paruh baya datang mendekat lalu menarik bocah laki laki itu ke dalam pelukan mereka. Hal itu membuat Vira seketika menatap sekitar yang ternyata sudah cukup banyak jemaah mesjid berada di sekitar mereka.


Bocah laki laki itu meronta ronta dari pelukan dua orang paruh baya itu. Setelah terlepas, bocah itu kembali memeluk kaki Vira.


" Harsya mau sama ummi, " teriak nya membuat dua orang paruh baya itu mengalihkan pandangan nya ke arah Vira.


Vira mengernyit kan kening nya ketika melihat dua orang paruh baya dan orang orang di sekitar mereka terkejut saat menatap wajah nya.


" Nisa, " gumam dua orang paruh baya tadi.


Deg.


Jantung Vira berdetak kencang mendengar nama nya di sebut. Ia berfikir,tau dari mana mereka nama nya.


" Maaf, bapak dan ibu mengenal saya?, " tanya Vira penasaran siapa dua orang paruh baya di depan nya.


" Kamu Nisa? Annisa?, " tanya ibu paruh baya memastikan.


" Ehmm maaf nama saya memang Nisa bu, tapi bukan Annisa melainkan Khairunnisa, " jawaban Vira membuat semua orang memandang tak percaya kepada nya.


" Maaf, ada apa ya bu?, " tanya Vira penasaran dengan sikap semua orang.


" Tidak apa apa nak, hanya saja wajah kamu mirip sekali dengan almarhumah menantu ibu, " jawab ibu tadi.


" Heh, kok bisa?, " pekik Vira tanpa sadar.

__ADS_1


Ibu tadi menyuruh suami nya mengambil ponsel dan menunjukkan foto keluarga mereka. Vira sangat terkejut dengan fakta kalau wajah nya benar benar sangat mirip dengan wajah almarhumah menantu mereka.


" Kok bisa mirip begini? Setau saya, saya gak punya kembaran, " ucap Vira polos lalu menatap kedua orang paruh baya di depan nya secara bergantian.


" Ummi, " Pekikan bocah laki laki yang masih memeluk kaki nya membuat perhatian mereka teralihkan lalu menatap bocah laki laki yang kini terlihat kesal karena di abaikan.


" Hmm, ya?, " tanya Vira ragu ragu.


" Ayo, kita pulang ke rumah, Ummi, " ajak bocah kecil itu sambil menggoyang goyang lengan kiri Vira.


" Ehh, " Vira semakin bingung tak tau harus bersikap bagaimana.


" Nak, bisa kita bicara di rumah kami. Nanti akan kami jelaskan, " ajak ibu tadi.


" Emm ya boleh bu, " jawab Vira menerima ajakan ibu tadi karena memang dia sangat penasaran dengan wanita yang memiliki wajah yang mirip dengan nya.


" Ibu dan bapak tadi ke sini naik apa?, " tanya Vira.


" Kami jalan kaki tadi nak karena rumah kami cukup dekat dari sini, " jawab ibu tadi.


" Ohh kalau begitu, naik mobil saya saja bu, " ibu dan bapak tadi mengangguk lalu mereka masuk ke dalam mobil setelah berpamitan kepada orang orang yang tadi ada di sekitar mereka.


Setelah sampai di rumah, ibu dan bapak tadi mempersilahkan Vira masuk dan duduk di ruang tamu. Vira duduk dengan memangku bocah kecil yang sedari tadi tidak ingin lepas dari Vira.


Bapak tadi memulai dengan memperkenalkan diri nya, istri nya dan cucu nya. Kini Vira tau kalau ibu tadi bernama Citra, si bapak bernama Ibrahim dan bocah laki laki yang ada di pangkuan nya bernama Harsya.


Pak Ibrahim kembali melanjutkan cerita nya tentang anak laki laki nya dan almarhumah menantu nya lalu yang terakhir tentang Harsya.


Vira menatap Harsya dengan tatapan sendu saat mendengar jika sejak lahir, Ia tidak pernah bertemu ibu nya karena ibu nya meninggal tepat setelah melahirkan diri nya.


" Kasihan sekali kamu sayang, sejak lahir tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu, " gumam Vira dalam hati sambil mengelus puncak kepala Harsya.


FLASHBACK OFF.


Vira menatap Harsya yang sudah tidur dengan nyenyak. Ia mengecup kening Harsya sekali lagi lalu bangkit dan berjalan keluar dari kamar Harsya dengan hati hati takut Harsya terbangun lagi.


Setelah itu, Ia kembali ke ruang tamu menemui bu Citra dan Pak Ibrahim yang masih menunggu nya.


" Pak, bu, saya izin pamit, sudah malam, " ucap Vira sopan setelah duduk di sofa berhadapan dengan bu Citra dan pak Ibrahim.


" Tunggu sebentar, nak. Ada sesuatu yang ingin ibu sampaikan, " pinta bu Citra.


" Apa itu bu?, " tanya Vira.


Bu Citra menarik nafas nya lalu membuang nya perlahan, Ia menatap Vira dengan tatapan sendu " Nak, maaf jika permintaan ibu membuat kamu tidak nyaman. Tapi, boleh kah ibu minta nak Vira untuk menjadi ummi nya Harsya, ".


Vira mencerna baik baik ucapan bu Citra. Otak cerdas nya tiba tiba blank mendengar permintaan yang sangat tidak masuk akan menurut nya.


" Maaf bu, saya tidak bisa mengabulkan permintaan ibu, " tolak Vira halus setelah otak nya kembali berfungsi dan mencerna dengan baik ucapan bu Citra.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.


__ADS_2