Jodoh Rahasia Dari Tuan Besar

Jodoh Rahasia Dari Tuan Besar
Kicau candu


__ADS_3

Meeting pagi ini semua berjalan dengan lancar tanpa ada masalah sedikitpun, Riyan keluar paling akhir saat semua koleganya sudah meninggal ruang meeting tersebut.


Dia berjalan beriringan dengan Nayla yang berjalan sedikit di belakang nya menuju ruang kerja nya, Riyan masuk ke dalam ruangan tanpa menunggu Nayla membukakan pintu untuk nya.


Nayla yang masih ada sedikit kepentingan dengan Tuan nya itu pun ikut masuk ke dalam ruangan tersebut, menyadari Asisten masih mengikuti nya pun membuat Riyan membuka pembicaraan.


"Apa yang ingin kau sampaikan?" tanya riyan lalu duduk di kursi kerja nya


"Anda mau makan siang di tempat pertemuan atau makan siang di kantor Tuan?"


"Temani aku makan siang dulu baru aku akan pergi ke tempat pertemuan!" Nayla terdiam di sana dia tidak menjawab ucapan yang Riyan lontarkan.


"Kenapa kamu keberatan makan siang bersama ku atau mungkin kamu mau makan siang dengan kekasih mu?" ucap Riyan mengintimidasi Nayla yang tidak menyahut ucapan nya.


"Bukan seperti itu tuan"


"Bekal nasi goreng tadi masih ada, jadi saya pikir akan memakan nya siang ini?" jawab nya.

__ADS_1


"Bawa ke sini kita makan sama-sama!" titah nya.


"Tapi Tuan, apa anda tidak apa-apa makan nasi goreng tadi pagi?" tanyanya sedikit ragu.


" Kamu bekerja dengan ku buka lagi sehari dua hari Nayla"


"Cepat ambil dan jangan membuang waktu!"


Tanpa menjawab Nayla berlalu dari sana dia mengambil makanan yang tadi di bawa nya lalu masuk kembali ke ruangan Riyan setelah memanaskan makanan tersebut di dalam microwave.


"Silakan Bos makanan sudah aku siapkan di meja" kata nya


Dan Riyan tidak keberatan mengenal panggilan yang berubah saat di luar jam kerja, sebenarnya Riyan sudah beberapa kali meminta Nayla untuk memanggil nama nya saja saat si luar jam kerja tapi Nayla menolaknya dan memilih memanggil nya bos agar terlihat lebih santai.


Nayla duduk di sana menunggu Riyan yang tak kunjung beranjak dari kursinya, membuat Nayla sekali lagi harus memanggil nya lagi, tapi saat dia ingin membuka suara, ketukan pintu membuatnya mengurungkan niat nya lalu berjalan untuk membuka pintu.


Dia terlihat menerima satu kantong plastik berisi makanan yang tadi di pesan oleh nya, nasi goreng yang di bawanya tadi tidak akan cukup mengenyangkan perut jika mereka berdua tidak menambah menu tambahan.

__ADS_1


"Letakkan dulu pekerjaan mu itu bos makanlah dulu kalau tidak kita berdua bisa terlambat nanti" ucapnya menaruh bungkusan itu di meja.


"Aku masih harus mengecek laporan yang akan di kirim ke kantor cabang besok padi dan sebelum meeting semua harus selesai" lanjutnya lagi


"Kenapa kau semakin bertambah cerewet Nay," jawab nya tanpa mengalihkan pandangannya pada kertas yang tengah di periksa nya.


"Kadang aku juga bingung siapa yang bos dan siapa yang Asisten " lanjut nya lagi.


"yang pasti kau cucu asli keturunan darah SADIKA, sedangkan aku hanya cucu jadi-jadian" ucapannya yang terdengar sedikit menggelikan.


Ha-ha-ha


"Cepatlah selesai kan bos, aku sudah sangat lapar!"


"Dari tadi jika kau berinisiatif untuk menyuapi ku makan, pasti sudah tinggal setengah lagi," ucap nya tanpa menghentikan aktivitasnya


"Tapi kau malah memilih untuk mengeluarkan kicauan mu yang tak bermutu itu"

__ADS_1


"Kau pikir aku istrimu yang harus selalu menyuapi mu makan"


"Bukankah kau memang Asisten rasa istri"


__ADS_2