
Pagi hari Riyan datang ke kantor dengan wajah yang kusut, semalam dia tidak sama sekali, pikiran yang tiba-tiba teringat pada wajah cantik Nayla membuat nya tidak bisa menahan diri nya.
Bahkan makan malam nya dia tinggalkan begitu saja dia langsung keluar dari Apartemennya menuju Apartemen Nayla, jarak yang tidak terlalu jauh membuatnya semakin ingin menemui wanita itu.
Tanpa berganti pakaian nya, dia mengarahkan mobil nya itu ke sana, tanpa menunggu lama dia langsung naik ke lantai di mana unit Nayla berada, sampai di sana dia langsung membuka pintu setelah memasukkan kode password tentunya.
Pintu terbuka lebar di sana dia masuk dan tak lupa menutup nya kembali, dia pun menuju salah satu kamar yang menjadi tujuan nya sejak tadi. Di buka nya pintu secara perlahan dan hanya kegelapan yang menyambutnya.
Lampu tidur di atas laci di samping tempat tidur itu seharusnya menyala dan mendapati wajah tenang Nayla yang sedang tertidur, tapi apa ini? Kenapa dia tidak menemukan wanita yang selalu mengusik hari-harinya.
Riyan masih berpikir positif di sana mungkin dia lupa atau sengaja tidak menghidupkan lampu tidur nya, pun Riyan menyalakan lampu utama di kamar tersebut.
__ADS_1
Ruangan gelap itu kini menjadi terang dan dia bisa dengan jelas melihat bahwa tidak ada siapapun di sana dia masuk mengecek kamar mandi tapi lagi-lagi dia harus menelan kekecewaan karena sepertinya Nayla memang tidak ada di sana.
Lebih tepatnya tidak pulang ke apartemennya, lalu dimana dia sekarang langkah nya tidak menyerah begitu saja dia berjalan ke pintu samping kamar utama, hal yang sama dia rasakan dengan sebelumnya.
Apartemen itu kosong tak berpenghuni lalu di mana dia sekarang, atau mungkin dia sengaja pulang ke rumah orang tua untuk menghindari nya.
Dia pun duduk di sofa dengan wajah frustasi nya sampai menjelang pagi dia benar-benar terjaga dari rasa kantuk nya, entah karena dia yang sudah tertidur tadi atau karena hati nya yang gelisah.
Di ujung meja dia mendapati secangkir kopi susu yang di buat oleh Asisten pribadi nya itu, berarti dia sudah ada di kantor bukan, lalu apa ini dia bahkan tidak menyambutnya di lobi atau pun di ruang kerja nya.
Apa yang sebenarnya di lakukan wanita itu hingga pagi ini dia masih mengabaikan nya, bahkan pesan singkat pun tidak dia dapatkan darinya.
__ADS_1
Riyan yang tidak terima di abaikan begitu saja langsung berdiri dari tempat duduknya menuju ruang Asisten nya itu, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dia langsung masuk begitu saja, tapi ruangan itu juga kosong.
Apa Nayla belum datang lalu siapa yang membuatnya kopi dan tumpukan map itu jika bukan dari Asisten pribadi nya, dia pun kembali ke ruangan nya sendiri dengan perasaan kesal yang tertahan.
Dia duduk sambil memegang ponselnya dai ingin menghubungi wanita itu bisa-bisanya dia belum sampai di kantor apa saja yang di lakukan wanita itu pikirnya.
Belum sempat dia menekan tombol panggilan suara ketukan pintu mengurungkan niatnya.
Tok
Tok
__ADS_1
Tok.....