Jodoh Rahasia Dari Tuan Besar

Jodoh Rahasia Dari Tuan Besar
Dua hati


__ADS_3

Di sebuah kamar yang berada di lantai dua rumah minimalis modern itu, lampu masih terlihat menyala menandakan bahwa sang pemilik kamar masih terjaga dari pesona sang malam.


Tadi sepulangnya dari kantor dia memutuskan untuk pulang ke rumah orang tua, terhitung sudah tiga Minggu dia tidak pulang mengunjungi orang tuanya.


Jarak yang lumayan jauh membuatnya terpaksa membeli sebuah apartemen yang dekat dengan kantor tempatnya bekerja, selain untuk menghemat waktu, rasanya juga melelahkan jika harus tiap hari bolakbalik dari rumah ke kantor.


Dia harus menghabiskan setidaknya tiga jam perjalanan setiap hari nya, jadi dia memutuskan untuk mencari tempat tinggal yang bisa dia jangkau dalam waktu satu jam.


Dialah Nayla seorang Asisten pribadi perusahaan SADIKA GROUP yang berhasil mencuri hati bos nya sendiri, tapi dia tidak pernah tahu kalau bos nya itu menyimpan rasa padanya.


Nayla duduk memangku laptop nya dia tidak bisa tidur, sudah berulang kali dia mencoba memejamkan mata tapi rasa kantuk itu tak kunjung datang, dia pun membuka laptopnya untuk mengecek kembali laporan yang besok pagi harus ada di meja kerja Tuan-nya itu.


Bukan tanpa alasan dia tidak bisa tidur, kejadian tadi siang terus berputar-putar di ingatan, kenapa dia sampai lepas kendali menanyakan tentang sesuatu yang harusnya tidak keluar dari mulut lancang nya.


Nayla terus saja merutuk dirinya yang bisa-bisanya membuat suasana begitu canggung akan tercipta saat mereka bertemu esok hari.


Tapi sekuat apapun dia berusaha melupakan ingatan itu tetap saja tidak akan hilang atau pun berubah, dia juga bukan seseorang yang bisa memutar waktu kebelakang bukan.


Jadi....


Hadapi saja apa yang akan terjadi besok, dia sudah seperti tidak punya muka lagi untuk menatap bos nya itu, mungkin besok dia akan meminta maaf atas kelancangan nya itu.


Laptop yang ada di pangkuan tadi telah di tutup nya dan menaruhnya di atas meja yang ada di samping tempat tidur nya, tangan nya terulur pada ponsel yang sejak tadi dia silent.


Di buka nya kunci password yang ada di sana, jari nya tergulir mencari aplikasi galery yang ada di ponsel nya lalu mengklik nya dan terbuka lah banyak gambar di sana.

__ADS_1


Jemarinya terhenti pada satu foto yang mencuri perhatian nya, gambar setengah badan memenuhi layar ponselnya itu menampilkan gambar seseorang yang tengah menikmati udara sejuk pegunungan dengan hamparan kebun teh yang memanjakan mata.


Foto itu di curi nya saat mereka tengah melakukan kunjungan bisnis ke salah satu cabang perusahaan yang tidak jauh dari perkebunan teh tersebut.


Di usap nya foto itu dengan segenap jiwanya dan lagi-lagi darah mau berdesir saat tangan nya menyentuh foto tersebut.


'Kenapa bos kenapa harus kamu yang membuatku jatuh cinta, padahal aku sudah tahu bahwa kamu akan di jodohkan dengan wanita lain, sungguh aku tidak rela kehilanganmu tapi aku juga sadar siapa diri ku' batin nya pun bergolak sakit saat mengingat ucapan Ayah dari Bos nya itu mengatakan bahwa Bos nya akan segera bertunangan dengan wanita yang sepadan dengan keluarga mereka.


Bolehkan dia merasa waktunya dengan bebas bersama bos nya itu, bebas menikmati waktu dan permintaan-permintaan menjengkelkan dari bos nya itu yang nanti nya akan sangat dia rindukan saat Bos nya itu sudah menikah.


Kenapa sesakit ini, Ya Tuhan.


...****************...


Bahkan makan malam nya dia tinggalkan begitu saja dia langsung keluar dari Apartemennya menuju Apartemen Nayla, jarak yang tidak terlalu jauh membuatnya semakin ingin menemui wanita itu.


Tanpa berganti pakaian nya, dia mengarahkan mobil nya itu ke sana, tanpa menunggu lama dia langsung naik ke lantai di mana unit Nayla berada, sampai di sana dia langsung membuka pintu setelah memasukkan kode password tentunya.


Pintu terbuka lebar di sana dia masuk dan tak lupa menutup nya kembali, dia pun menuju salah satu kamar yang menjadi tujuan nya sejak tadi. Di buka nya pintu secara perlahan dan hanya kegelapan yang menyambutnya.


Lampu tidur di atas laci di samping tempat tidur itu seharusnya menyala dan mendapati wajah tenang Nayla yang sedang tertidur, tapi apa ini? Kenapa dia tidak menemukan wanita yang selalu mengusik hari-harinya.


Riyan masih berpikir positif di sana mungkin dia lupa atau sengaja tidak menghidupkan lampu tidur nya, pun Riyan menyalakan lampu utama di kamar tersebut.


Ruangan gelap itu kini menjadi terang dan dia bisa dengan jelas melihat bahwa tidak ada siapapun di sana dia masuk mengecek kamar mandi tapi lagi-lagi dia harus menelan kekecewaan karena sepertinya Nayla memang tidak ada di sana.

__ADS_1


Lebih tepatnya tidak pulang ke apartemennya, lalu dimana dia sekarang langkah nya tidak menyerah begitu saja dia berjalan ke pintu samping kamar utama, hal yang sama dia rasakan dengan sebelumnya.


Apartemen itu kosong tak berpenghuni lalu di mana dia sekarang, atau mungkin dia sengaja pulang ke rumah orang tua untuk menghindari nya.


Dia pun duduk di sofa dengan wajah frustasi nya sampai menjelang pagi dia benar-benar terjaga dari rasa kantuk nya, entah karena dia yang sudah tertidur tadi atau karena hati nya yang gelisah.


Masuk ke ruang kerja nya dia langsung menduduki kursi kerja nya, di lihatnya tumpukan map yang begitu menggunung memenuhi meja nya, Riyan menghembuskan nafas nya, terlalu banyak Beban di otak nya itu.


Di ujung meja dia mendapati secangkir kopi susu yang di buat oleh Asisten pribadi nya itu, berarti dia sudah ada di kantor bukan, lalu apa ini dia bahkan tidak menyambutnya di lobi atau pun di ruang kerja nya.


Apa yang sebenarnya di lakukan wanita itu hingga pagi ini dia masih mengabaikan nya, bahkan pesan singkat pun tidak dia dapatkan darinya.


Riyan yang tidak terima di abaikan begitu saja langsung berdiri dari tempat duduknya menuju ruang Asisten nya itu, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dia langsung masuk begitu saja, tapi ruangan itu juga kosong.


Apa Nayla belum datang lalu siapa yang membuatnya kopi dan tumpukan map itu jika bukan dari Asisten pribadi nya, dia pun kembali ke ruangan nya sendiri dengan perasaan kesal yang tertahan.


Dia duduk sambil memegang ponselnya dai ingin menghubungi wanita itu bisa-bisanya dia belum sampai di kantor apa saja yang di lakukan wanita itu pikirnya.


Belum sempat dia menekan tombol panggilan suara ketukan pintu mengurungkan niatnya.


Tok


Tok


Tok.....

__ADS_1


__ADS_2