Jodoh Rahasia Dari Tuan Besar

Jodoh Rahasia Dari Tuan Besar
Persiapan


__ADS_3

Riyan turun dari mobil bersamaan dengan Nayla, mereka menuju ruang kerja Riyan yang berada di lantai paling atas gedung tersebut.


"Selamat pagi Tuan"


"Selamat pagi nona"


Sapa para karyawan yang sudah datang di kantor, sebagian dari mereka juga ada yang belum hadir, karena waktu masih belum menunjukkan jam kerja di mulai.


"Tuan, nanti siang saya tidak bisa menemani anda untuk meeting dengan klien yang datang dari perusahaan T," kata Nayla membacakan agenda untuk Bos nya satu hari ini.


Langkah kaki nya masuk ke dalam lift yang sudah di buka oleh salah satu karyawan yang ada di dekat mereka.


"Terimakasih" ucapan nayla pada seseorang yang membantu nya


"Sama-sama nona nay"


Tangga berjalan itu pun bergerak naik menuju lantai atas dengan Nayla yang terus membacakan agenda kegiatan hari ini.


Mereka cukup sibuk saat ini karena ada beberapa meeting yang harus di selesaikan hari ini juga, mereka kini telah sampai di lantai yang menjadi tujuan mereka.


Riyan keluar terlebih dahulu dan di ikuti oleh Nayla di belakang nya, Nayla membuka pintu dan mempersilahkan Riyan untuk masuk, lalu dia juga ikut masuk ke dalam, Nayla berniat untuk berpamitan pada Bis nya itu untuk mengecek persiapan rapat yang akan di lakukan satu jam lagi.


"Saya permisi tuan, saya harus mengecek kesiapan dan keamanan untuk meeting kita kali ini" ucap nya undur diri.


"Pergilah" jawab Riyan padat singkat dan jelas.


"Ini ada Beberapa laporan yang harus anda tanda tangani" kata Nayla sambil memberikan beberapa map yang ada di tangan nya.


"Letak kan di sana nanti aku akan mengecek nya lagi"


"Baik Tuan, saya permisi!" ucap Nayla.


Setelah keluar dari ruangan bos nya itu, Nayla berniat untuk turun ke lantai dua puluh lima tempat meeting di adakan.


Sempai di sana dia melihat banyak OB dan OG yang tengah menyiapkan segala sesuatunya untuk kelancaran meeting kali ini, dia berjalan mendekati salah satu staf nya yang akan terlibat dalam meeting kali ini.

__ADS_1


"Bagaimana persiapan bahan presentasi semua nya sudah siapkan?" tanya nayla


"Sudah Nona, semua sama seperti yang di inginkan oleh Tuan Riyan"


"Bagus, tetap awasi Jangan ada yang terlewat kan aku tidak ingin kesalahan sekecil apapun " kata Nayla dengan tegas.


Baik Riyan atau pun Nayla mereka akan menjadi seorang atasan yang menginginkan semua pekerjaan di lakukan dengan sungguh-sungguh, tapi Riyan juga tidak tanggung-tanggung dalam memberikan mereka bonus jika perusahaan mendapatkan untung dua kali lipat dari yang di gadangkan.


Nayla menempati sebagai orang nomor dua di perusahaan Sadika group maka tak heran jika semua orang menghormati nya sama seperti Riyan, Nayla juga dia menjadi orang kepercayaan Tuan Besar Sadika kakek dari Riyan yang saat ini menjabat sebagai CEO perusahaan tersebut.


Nayla kembali ke ruangan pribadi nya yang berada di depan ruangan CEO perusahaan tersebut, tadi dia sempat melihat para kolega perusahaan sudah datang silih berganti.


Masih ada waktu sekitar dua puluh menit untuk nya kembali mempelajari bahan meeting yang akan di pimpin nya nanti setelah makan siang, dia harus mengganti bos nya dalam rapat triwulanan tersebut.


Riyan sendiri juga harus menghadiri pembukaan cabang rumah sakit nya yang baru selesai pembangunannya 3 bulan yang lalu.


Meeting pagi ini semua berjalan dengan lancar tanpa ada masalah sedikitpun, Riyan keluar paling akhir saat semua koleganya sudah meninggal ruang meeting tersebut.


Dia berjalan beriringan dengan Nayla yang berjalan sedikit di belakang nya menuju ruang kerja nya, Riyan masuk ke dalam ruangan tanpa menunggu Nayla membukakan pintu untuk nya.


"Apa yang ingin kau sampaikan?" tanya riyan lalu duduk di kursi kerja nya


"Anda mau makan siang di tempat pertemuan atau makan siang di kantor Tuan?"


"Temani aku makan siang dulu baru aku akan pergi ke tempat pertemuan!" Nayla terdiam di sana dia tidak menjawab ucapan yang Riyan lontarkan.


"Kenapa kamu keberatan makan siang bersama ku atau mungkin kamu mau makan siang dengan kekasih mu?" ucap Riyan mengintimidasi Nayla yang tidak menyahut ucapan nya.


"Bukan seperti itu tuan"


"Bekal nasi goreng tadi masih ada, jadi saya pikir akan memakan nya siang ini?" jawab nya.


"Bawa ke sini kita makan sama-sama!" titah nya.


"Tapi Tuan, apa anda tidak apa-apa makan nasi goreng tadi pagi?" tanyanya sedikit ragu.

__ADS_1


" Kamu bekerja dengan ku buka lagi sehari dua hari Nayla"


"Cepat ambil dan jangan membuang waktu!"


Tanpa menjawab Nayla berlalu dari sana dia mengambil makanan yang tadi di bawa nya lalu masuk kembali ke ruangan Riyan setelah memanaskan makanan tersebut di dalam microwave.


"Silakan Bos makanan sudah aku siapkan di meja" kata nya


Riyan melirik arloji nya, memang sudah menunjukkan waktu makan siang jadi tidak heran jika Nayla merubah panggilan nya.


Dan Riyan tidak keberatan mengenal panggilan yang berubah saat di luar jam kerja, sebenarnya Riyan sudah beberapa kali meminta Nayla untuk memanggil nama nya saja saat si luar jam kerja tapi Nayla menolaknya dan memilih memanggil nya bos agar terlihat lebih santai.


Nayla duduk di sana menunggu Riyan yang tak kunjung beranjak dari kursinya, membuat Nayla sekali lagi harus memanggil nya lagi, tapi saat dia ingin membuka suara, ketukan pintu membuatnya mengurungkan niat nya lalu berjalan untuk membuka pintu.


Dia terlihat menerima satu kantong plastik berisi makanan yang tadi di pesan oleh nya, nasi goreng yang di bawanya tadi tidak akan cukup mengenyangkan perut jika mereka berdua tidak menambah menu tambahan.


"Letakkan dulu pekerjaan mu itu bos makanlah dulu kalau tidak kita berdua bisa terlambat nanti" ucapnya menaruh bungkusan itu di meja.


"Aku masih harus mengecek laporan yang akan di kirim ke kantor cabang besok pagi dan sebelum meeting semua harus selesai" lanjutnya lagi


"Kenapa kau semakin bertambah cerewet Nay," jawab nya tanpa mengalihkan pandangannya pada kertas yang tengah di periksa nya.


"Kadang aku juga bingung siapa yang bos dan siapa yang Asisten " lanjut nya lagi.


"yang pasti kau cucu asli keturunan darah SADIKA, sedangkan aku hanya cucu jadi-jadian" ucapannya yang terdengar sedikit menggelikan.


Ha-ha-ha


"Cepatlah selesai kan bos, aku sudah sangat lapar!"


"Dari tadi jika kau berinisiatif untuk menyuapi ku makan, pasti sudah tinggal setengah lagi," ucap nya tanpa menghentikan aktivitasnya


"Tapi kau malah memilih untuk mengeluarkan kicauan mu yang tak bermutu itu"


"Kau pikir aku istrimu yang harus selalu menyuapi mu makan"

__ADS_1


"Bukankah kau memang Asisten rasa istri"


__ADS_2