
Nayla tertegun di sana, dia tidak menyadari bahwa Bis nya itu telah bangun dan menangkap basah diri nya yang sedang mengagumi keatletisan butuh atasan nya tersebut.
"Kau ku izinkan untuk menyentuhnya jika kau mau!" kata Riyan yang masih setia memejamkan mata nya, Nayla sebenarnya sangat mau dan ingin menerima tawaran yang sangat menggiurkan itu tapi pikirkan warasnya masih mendominasi kinerja otak nya pagi ini.
"Tidak perlu Bos, kamu sudah bangun jadi cepat lah mandi, baju nya akan saya siapkan"
"Kenapa pagi-pagi sekali, aku masih ingin tidur!" sahut nya Riyan malah menarik selimut nya hingga sebatas leher yabg terlihat saat ini hanya kepalanya saja.
"Kita ada meeting dengan investor asing Tuan jadi saya harap anda cepat bangun dan bersiap-siap" kata Nayla
__ADS_1
"Sungguh sangat cerewet kau pagi ini Nay!" kata nya sambil berjalan ke kamar mandi, dia memang menggerutu Tapi dia juga tetap melakukan apa yang di perintahkan oleh Asisten nya itu.
Riyan paham jika Nayla sudah memanggil nya dengan sebutan Tuan itu artinya keadaan sudah mendesak dan tidak bisa di tunda lagi, memang Nayla memanggil nya dengan sebutan Tuan saat bersama dengan kolega bisnis tapi saat mereka hanya berdua saja ataupun berada di lingkungan kantor dia terbiasa memanggil nya Bos.
Setelah menyiapkan setelan baju untuk Bos nya itu Nayla pun keluar dari kamar Riyan lalu masuk ke dalam kamar nya sendiri dia juga harus cepat merias wajah nya dengan make-up tipis tak lupa dia menyelipkan penjepit pita di rambut nya yang tengah dia gerai.
Setelah di rasa cukup rapi, Nayla berjalan dengan tas yang sudah di tenteng di lengan kiri nya dan beberapa map yang dia bawah di tangan kanan nya.
"Kita tidak cukup banyak waktu untuk sarapan di sini nay, kau masukkan saja makanan ini ke dalam wadah, nanti kita makan di mobil" ucap nya
__ADS_1
Tanpa menoleh atau menjawab Nayla melakukan apa yang di perintahkan oleh Riyan, dia mengambil Tupperware, sendok dan botol minum lalu memasukan semua makanan dan minuman yang tersedia kedalam wadah yang sudah dia siapkan tadi.
Sedangkan Riyan dia duduk di kursi meja makan sambil mengecek laporan yang akan menjadi bahan presentasi nya nanti, setelah semuanya tertata rapi Nayla pun memberi tahu Riyan dan mereka berdua berangkat ke kantor bersama-sama.
Tebakan Riyan benar ada nya, mobilnya melaju belum jauh dari Apartemen tapi sudah di suguhkan dengan kemacetan yang cukup panjang, Riyan memanfaatkan kesempatan itu untuk mengecek kembali laporan yang tadi sempat tertunda.
Nayla pun dia juga begitu dia membuka Tupperware yang berisi nasi dan teman nya lalu menyendok nasi goreng tersebut dan memberikan nya pada Riyan.
Riyan pun menerima dengan senang hati karena perut nya cukup lapar, ia terbiasa sarapan pagi sebelum memulai aktivitas, mereka mengulangi kejadian di balkon tadi malam, tapi kini Nayla yang mengambil alih peran Riyan semalam.
__ADS_1
Mereka sarapan di dalam mobil di selingi dengan pembicaraan mengenai tander proyek yang tengah mereka kerja kan.
Cukup lama terjebak kemacetan akhirnya Riyan bisa menjalankan mobilnya kembali menuju kantor milik nya yang akan di gunakan untuk meeting kali ini.