
Keduanya saling bertatapan cukup lama, hingga suara dari rekan bisnis Nayla memutus tatapan mata antara Nayla dan Riyan sedangkan Riyan dia langsung membuang pandangannya.
"Bukan kah, itu di sana ada Tuan Riyan?, bagaimana kalau kita bergabung saja bersama mereka?" tanya orang itu Lalu menarik tangan Nayla dan berjalan menghampiri kursi di mana Riyan berada.
Masih dengan menggenggam tangan Nayla, pria bernama lengkap Satria putra Permana itu kini telah berada di samping meja yang di tempat oleh Riyan dengan seorang wanita yang juga menjadi partner bisnis nya.
Pandangan mata Riyan jatuh ke arah tangan Nayla yang tengah di gandeng oleh laki-laki yang dia ketahui adalah salah satu manager yang bekerja sama dengan perusahaan milik nya itu.
"Anda ternyata makan siang di sini juga tuan Riyan, senang bisa bertemu dengan orang sibuk seperti anda!" kata nya basa basi.
"Siapa dia Yan,?" tanya wanita yang di kenal Nayla sebagai calon istri dari bos nya itu.
__ADS_1
"Saya rekan Satria rekan bisnis dari Tuan Riyan, tadi saya selesai meeting dengan nona Nayla, berhubung waktu sudah siang jadi saya mengajak nya makan siang sekalian!"
"Anda tidak keberatan kan Tuan Riyan jika saya meminjam asisten pribadi anda untuk menemani saya makan siang,?" kata nya lagi.
"Silakan tapi jangan mengganggu waktu kerja nya ," jawab Riyan datar tanpa ekspresi sedikit pun.
Dia marah pada dirinya sendiri, dia cemburu pada orang yang dengan begitu mudah nya menggandeng tangan wanita yang sudah di klain menjadi milik nya itu.
"Ayo duduk lah,kalian mau pesan apa? aku dan Riyan memesan makanan yang sama, makanan favorit ku sebenarnya, tapi Riyan mau mencoba nya!"
Nayla memilih makanan yang bisa dia makan bersama Riyan saat makan di restoran setelah meeting yang mereka lakukan selesai.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama makanan yang mereka pesan sudah sampai di meja makan, alis Nayla menyengit melihat menu yang di pesan oleh wanita bernama Arum Cantika Dewantara.
Pasal nya bos muda nya itu sangat alergi dengan makanan yang terbuat dari ikan tuna, tapi kenapa di sana dia melihat ada jenis ikan itu di piring bos nya tersebut.
Belum sempat Nayla menegur, Riyan telah memasukan satu potong ikan tersebut ke dalam mulutnya, Riyan yang sedang di Landa rasa yang membakar hati pun makan tanpa melihat jenis ikan yang di makan nya.
Sedangkan Nayla kini menatap horor pada sang bos yang bisa-bisanya tidak teliti dalam memakan makanan yang menjadi alerginya, suapan pertama tidak menjadi respon yang berati bagi tubuh nya.
Saat Nayla akan membuka mulutnya menghentikan bos nya itu untuk tidak kembali makan makanan tersebut tiba-tiba Arum menyuapkan sesendok nasi berisi ikan tersebut ke mulut Riyan.
Riyan yang belum sadar pun dengan ikan itu pun terpancing untuk menerima suapan tersebut, dia ingin tau reaksi apa yang akan di tunjukan Nayla jika dia di suapi oleh wanita lain di depan nya, seperti pertanyaan nya kemarin bukan.
__ADS_1
"Bagaimana enak?"
Trang