Jodoh Rahasia Dari Tuan Besar

Jodoh Rahasia Dari Tuan Besar
Gelisah


__ADS_3

Riyan harus menelan kekecewaan lantaran dirinya tidak menemukan satupun pesan dari Asistennya itu, setidaknya jika bukan mengenai masalah pribadi harus nya ada laporan yang dia kirimkan mengenai hasil rapat tadi.


Tapi harapan tinggal harapan, tidak ada pesan masuk satu pun dari Asistennya itu, dia pun berjalan ke kamar mandi, tubuh nya terasa lengket sekali, dia juga telah memesan makan malam nya terlalu malas jika harus keluar malam-malam.


Bel berbunyi bersamaan dengan nya yang telah menyelesaikan acara mandi nya, dia langsung membuka pintu masih menggunakan handuk yang menutupi tubuh bawahnya.


Di taruh nya makanan itu di atas meja makan, Riyan pun kembali masuk ke dalam kamar untuk memakai bajunya, kaos putih tanpa lengan di padu dengan celana pendek berwarna hijau menjadi pilihan nya.


Rambutnya di biarkan begitu saja, keluar dari kamarnya dia menuju dapur dan duduk di meja makan, membuka makanan yang tadi pesan nya, harum masakan itu menguar begitu saja di indera penciuman membangkitkan rasa laparnya.


Tanpa menunggu lebih lama lagi Riyan pun melahap makanan tersebut, perutnya benar-benar lapar saat ini, tadi siang dia hanya makan sedikit sebelum perdebatan nya bersama Nayla.

__ADS_1


Nayla???


Riyan terdiam saat mengingat nama itu, bahkan setelah dia keluar dari ruangan nya tersebut dia tidak lagi berhubungan dengan wanita itu.


Apa yang kini tengah di lakukan oleh wanita yang selalu mengusik ketenangan batinnya itu wanita yang selalu menjadi tolak ukur kesuksesan nya, wanita yang menemaninya saat dia meringis karirnya mengganti orang tuanya.


Oh Nayla apa yang kau lakukan sekarang,


Sungguh aku gila karena memiliki kan mu.


Riyan sadar dia telah jatuh terlalu dalam pada pesona Asisten nya itu, delapan tahun bukan waktu yang singkat untuk menumbuhkan rasa cinta di antara mereka, sungguh saat ini Riyan ingin pergi ke apartemennya tanpa peduli dengan apa pun lagi.

__ADS_1


Dia tidak sanggup menahan rasa rindu nya yang begitu menggebu, tapi apa alasan dia ke sana bukan dia sedang marah saat ini, lalu dia harus menjawab apa saat Nayla menanyakan tentang kedatangan yang sudah sangat larut.


Urusan pekerjaan ya itu saja alasan yang akan dia gunakan nanti, tapi tunggu dulu ini sudah jam sebelas malam Riyan, hei sadar lah ini bukan jam kerja lagi, akan sangat konyol jika kamu melakukan itu bukan.


Ayo lah, kamu pria yang cerdas bukan, jangan menjatuhkan harga diri mu sebagai CEO perusahaan yang sangat di segan i, tapi ini masalah hati bukan jadi tidak ada salahnya untuk melakukan itu bukan.


Melakukan sesuatu untuk wanita yang di cintai tidak ada salah nya bukan terlepas itu masuk akal ataupun tidak.


Riyan masih termenung di meja makan, makanan yang tadi dia makan pun tergeletak begitu saja, nafsu makan nya hilang saat mengingat Nayla tadi.


'Apa yang harus aku lakukan, aku sangat ingin melihat mu' gumamnya sambil menopang dagu nya dengan tangan kiri dan satu tangannya terlihat mengetuk meja makan menggunakan kedua jarinya.

__ADS_1


'sungguh aku gila karena mu Nay'


Ting,,,,,


__ADS_2