
"Hari Jum'at pagi kamu datang lah ke sini, temani Nyonya mu pergi ke salon" titah nya
"Jum'at pagi saya tidak bisa Tuan, Maaf"
"hari itu sebenarnya baik saya ataupun Tuan Riyan tidak bisa meninggalkan kantor, kami ada meeting sebanyak tiga kali dan juga harus menghadiri private opening pada malam hari nya di salah satu Mall yang abru di bangun Tuan" jawab Nayla setelah melihat jadwal mingguan yang ada di IPad nya.
"Saya masih bisa menghandle ketiga rapat tersebut tuan tapi tidak dengan private opening nya, semua para investor akan hadir di sana dan saya terlanjur membuat janji bahwa Tuan Riyan akan hadir di sana!"
"Undur saja private opening nya menjadi hari Sabtu, sebagai ganti rugi nya suruh mereka menginap di hotel yang bersebelahan dengan mall tersebut secara cuma-cuma sampai hari Minggu dengan layanan terbaik!"
"Baik Tuan!"
"Percepat meeting nya sebelum makan siang semua harus selesai!" perintahnya lagi
"Maaf tuan tapi meeting ke dua dan ke tiga di jadwalkan setelah makan siang dan saya tidak bisa merubah nya, ini jadwal yang sudah di tetapkan oleh pihak sana, Tuan!"
__ADS_1
"Kalau begitu biarkan meeting pagi Riyan saja yang handle kamu pagi-pagi ke sini temani Nyonya dulu, aku tidak bisa menemani nya!"
"Baik Tuan"
"Ya sudah sana kerja lagi, cari uang yang banyak buatku!"
Ha-ha-ha
"Baik Tuan"
"Apa yang terjadi Nayla, kau baik-baik saja kan?" tanya Tuan Agus yang merasa Nayla tidak sedang dalam keadaan baik-baik.
"Baik lah, istirahat kan tubuh mu jika lelah Nayla, aku tidak mau kau sampai jatuh sakit" yang terdengar bukan lagi suara Tuan Agus tapi Ibu dari pria yang sebenarnya dia cintai.
"Baik Nyonya setelah rapat ini berakhir saya langsung pulang dan beristirahat!"
__ADS_1
"Seperti nya memang harus begitu, berhati-hati dan jangan lupakan makan mu!"
"Iya nyonya, saya tutup dulu telepon nya"
"Iya"
Panggilan pun terputus ada rasa hangat yang menjalar di hati nya saat mendapatkan perhatian dari keluarga Sadika yang tak lain adalah tempat di mana dia menggantungkan hidup nya.
Walaupun keluarga nya sendiri juga sangat perhatian pada nya tapi entah ada rasa yang sedikit menggetarkan hati nya saat dia mendapatkan perhatian dari orang yang menurut lebih dari sekedar atasan tersebut.
Nayla keluar dari ruang kerja menuju tempat rapat di adakan, di sana ternyata semua sudah hadir dan hanya menunggu nya saja.
Dia yang tak ingin membuang waktu pun langsung memulai Rapatnya, memang terjadi sedikit kendala saat ini tapi bukan Nayla nama nya kali tidak bisa mengatasi semua permasalahan yang ada.
Dengan begitu cekatan dia langsung merubah susunan laporan yang akan dia serahkan pada bos nya, semua dokumen apa pun yang masuk ke dalam ruangan Riyan harus melewati dirinya terlebih dahulu.
__ADS_1
Nayla merenggangkan kedua tangannya saat semuanya staf yang mengikuti meeting kali ini telah keluar dari ruangan tersebut, kini hanya tinggal dirinya saja yang ada di ruangan tersebut.
Tiga jam bukan waktu yang singkat untuk membahas semua masalah internal yang ada di dalam perusahaan, dan sebisa mungkin Nayla mengatasinya sebagai dedikasi nya pada perusahaan yang telah lama menjadi tempatnya menggantungkan hidupnya.