Jodoh Rahasia Dari Tuan Besar

Jodoh Rahasia Dari Tuan Besar
Perdebatan tengah malam


__ADS_3

Akhirnya Riyan dengan terpaksa pulang ke rumah bersama ke dua orang tua nya bahkan dia harus ikut di mobil yang sama dengan Mama dan Papanya itu.


"Besok papa dan asisten papa akan ke kantor Dewantara group, kamu pergi lah ke rumah mertua mu itu, katakan apa yang kamu lihat tadi!"


"Kenapa tidak kita berdua saja yang ke sana?"


"Papa mu apa pergi ke Dewantara group kita tidak ada tander kerja sama dengan mereka?"


"Tentu saja membatalkan rencana pernikahan yang sudah keluarga kita setujui"


"Pa, kenapa sih harus terus saja menjodohkan aku, aku bisa cari calon istri sendiri!"


"Nyata nya sampai detik ini kamu belum juga membawa wanita itu ke rumah!" jawab papa Agus.


"Usia kamu sudah matang untuk membina rumah tangga Riyan, sebentar lagi usiamu sudah masuk kepala tiga, apa kamu mau di dului oleh adik mu?"


"Tidak"


"Aku bingung dengan kamu Riyan, sudah berapa banyak wanita yang papa dan mama sodorkan untuk mu tapi kamu sama sekali tidak tertarik?"


"Apa ada wanita yang sedang kamu tunggu?" tanya mama Ajeng.


"Aku sedang menunggu waktu, tiga bulan lagi dia ulang tahun dan aku akan melamar di hari yang sama, dan satu tahun lagi aku akan menikahi nya di hari yang sama!"


"Siapa dia?" tanya papa Agus.


"Nanti papa juga tahu, yang pasti hanya dia wanita yang aku inginkan jadi berhentilah melakukan hal konyol seperti itu!"


"Jangan suka menggantung dengan tidak memberinya kepastian, nanti kalau di ambil orang, kamu mau apa? gigit jari?"


"Tidak akan, dia hanya boleh menikah dengan ku!"


"Kenapa kamu bisa seyakin iku dia menerima mu menjadi suami nya?"


"yang pasti aku tampan dan kaya!" jawab nya pongah.


"Masih juga tampanan aku!"


"Coba tanya mama siapa yang paling tampan di sini?"


"kalian berdua tampannya Mama!"

__ADS_1


"Pilih salah satu ma itu tidak adil!"


"Kamu yang paling tampan sayang" jawab nya sambil tersenyum ke arah Riyan.


"Apa kamu mendengar nya Pa?"


"Tidak aku tidak mendengar apapun di sini!"


"Dasar menyebalkan!"


"Sudah cepat turun dan tidur sayang jangan bekerja lagi!"


"Iya ma, selamat malam!" jawab Riyan sambil mencium pipi Mama nya.


Riyan masuk ke dalam kamar yang sudah dua hari ini tidak dia tempat, entah mengapa hari nya merasa lebih nyaman tinggal di apartemen yang tidak bisa di bilang sederhana milik Asistennya itu.


Di raih nya ponsel yang ada di saku celananya, entah lah baru beberapa menit dia tidak melihat wajah wanita itu, hati nya malah di landa rindu yang teramat menyiksa.


Dia menggulir aplikasi yang ada di smartphone nya, masuk ke dalam salah satu aplikasi di sana, tepat sekali nama orang yang dia cari ada di urutan paling atas daftar panggilan yang keluar dari kontak nya.


Tanpa menunggu lama, Riyan langsung menghubungi nomor tersebut, panggilan pertama tidak ada jawaban, hingga panggilan kedua dan ketiga pun masih sama.


Namun saat dia akan melakukan panggilan ke empat nomor tersebut menghubungi nya kembali, bukan panggilan suara melainkan panggilan video di sana.


"Aku menghubungi hanya ingin menanyakan bagaimana hasil rapat tadi, bukan ingin melihat wajah jelek mu itu, apa kau tadi tidak bekerja kenapa aku tidak mendapatkan laporannya!"


"Boooosss ini sudah malam dan aku belum merangkum nya untuk mu jadi bisakah besok saja?" tawar nya.


"aku menggajimu untuk bekerja bukan untuk malas-malasan, jadi cepat kerjakan atau kau tidak aku ijinkan untuk mematikan panggilan ini" kata Riyan padahal dia hanya ingin melihat lebih lama wajah ayu Nayla yang sedang menggunakan masker wajah.


"Kenapa kamu suka sekali mengancam ku!"


"Karena kamu tidak bekerja dengan baik!"


"Sudah lah aku tidak ingin berdebat dengan mu dan tidak ingin melakukan apa yang kamu perintahkan, ini bukan jam kerja jadi aku bisa menolak perintah mu!"


"Kau semakin berani saja pada ku, apa karena kau adalah orang kepercayaan kakek, jadi kau bisa seenaknya pada ku!"


"Tentu saja tidak tapi ini sudah malam aku mau tidur, aku harus menjaga kualitas tidur ku agar aku tetap terlihat cantik dan menggemaskan!" ucapnya sambil mengedip-edipkan matanya.


Melihat itu Riyan menjadi tambah gemas pada asisten nya itu, ingin sekali Riyan mengutarakan perasaannya tapi dia masih harus bersabar agar semua rencananya terwujud.

__ADS_1


"Sok cantik!" Riyan memalingkan wajah nya dia tidak tahan untuk tidak tersenyum tapi dia malu pada asisten nya itu, bisa-bisa Nayla akan besar kepala saat tahu dia tersenyum seperti itu.


"Aku memang cantik Bos, buktinya banyak orang yang datang pada papa, mereka meminta ku dari papa untuk di jadikan istri nya"


Duuuaaar.


Kepala Riyan langsung panas saat mendengar apa yang di katakan oleh Nayla bisa-bisanya dia dengan begitu enteng nya mengatakan hal itu.


Tidak tahu kah Nayla jika dia teramat cemburu saat mendengar nya, awas saja kalau sampai Nayla menerima lamaran salah satu dari mereka, Riyan bersumpah akan membuat nya hancur sehancur- hancur hingga dia tidak bisa bangkit lagi.


"Kau tahu bos bahkan tadi Tuan satria juga ingin melamar ku jika aku bersedia tapi aku tidak tertarik sama sekali!"


"Kenapa tidak kau terima saja, lagi pula umur mu sudah cukup tua untuk nikah!"


"Bos bukan kah kamu lebih tua dari ku maka yang harus nya menikah itu kamu bukan aku!"


"Aku laki-laki tidak masalah bagi ku menikah di umur berapa pun, itu tidak akan mempengaruhi proses pembuahan sel telur mu!"


Skak!


Nayla terdiam saat mendengar ucapan Bos nya, sel telur nya apa maksudnya coba, kenapa harus dia, bukan kah akan ada lagi nanti calon istri yang akan di siap kan oleh keluarga nya.


"Kenapa harus aku, seperti tidak ada wanita lain saja, nanti juga Tuan dan nyonya akan mencarikan calon istri lagi!"


"Semua orang ingin menikah dengan ku tapi kenapa kamu tidak ingin, apa jangan-jangan kamu tidak suka laki-laki?"


"Jangan sembarang bos, aku masih sangat normal untuk semua itu" bentak nya yang kesal pada bos nya itu.


"Lalu kenapa kamu belum juga menikah? apa ada seseorang yang kamu tunggu!"


"Tidak!"


"Lalu? apa yang kau tunggu?" desak nya Riyan ingin sekali tahu tentang perasaan gadisnya secara Langsung.


"Bukankah kamu sendiri yang memintaku untuk menikah dengan restu mu dan setelah kamu menikah lalu sekarang kamu menyuruh ku agar cepat menikah, sebentar apa mau mu?"


"Awas kalau nangis saat aku menikah nanti!" ucapnya dengan senyum jail di bibir nya.


"Kau menyebalkan Bos!"


Tut

__ADS_1


Tut


__ADS_2