
"Aku jelaskan tapi biarkan luka mu di bersihkan oleh Mama mu terlebih dahulu!"
"Nayla kamu punya P3K?, kalau ada bawa kemari biar nyonya memberikan darah yang keluar dari kaki Bos mu itu!"
"Saya permisi dulu Tuan"
Nayla beranjak dari duduknya menuju lemari, di mana dia selalu meletakan P3K nya di sana.
Saat Nyonya Ajeng mau berdiri dan mengambil kotak yang berisi peralatan kesehatan, namun Nayla tidak mengizinkan nya, jadi dia sendiri yang mengobati luka Bos nya itu.
Mereka akhirnya mengizinkan nya untuk mengobati luka di kaki Riyan.
Tuan Agus akhirnya menceritakan secara detail rencana yang telah mereka susun dengan sedemikian rupa, mereka melakukan itu semua karena sampai saat ini Riyan tak kunjung membawa pulang seorang wanita yang di kenalkan kepada keluarga besarnya sebagai calon Nyonya muda Sadika.
Riyan memijit pangkal hidung nya, dia cukup frustasi dengan tuntutan keluarga besar nya yang memaksa dia agar segera menikah, dan ini adalah puncaknya mereka merencanakan perjodohan dengan balutan bisnis tentu nya.
Andai saja Riyan mengatakan pada orang tuanya mengenai perasaan nya pada Asisten nya itu, apa kira-kira reaksi yang akan dia dapatkan jika pada akhirnya dia cinta pada asisten pribadi yang merupakan orang dekat nya.
"Aku bisa mencari sendiri, kenapa kalian susah-susah mencarikan jodoh untuk ku, nanti jika sudah saat nya aku pasti membawa nya ke hadapan kalian, tinggal tunggu saja waktu nya!"
"Apa itu arti nya kamu sedang menjalin hubungan dengan seseorang!" tanya papanya.
"Siapa dia sayang, mama akan memintanya pada orang tuanya saat ini juga, siapa dia? ayo katakan!" kata Mama Ajeng dengan penuh semangat.
"Tidak untuk sekarang ma!, aku masih memastikan bahwa dia juga mencintai ku!"
"Apa maksudnya seperti itu''
"Aku sedang mendekati nya saat ini, jadi doakan saja, agar dia mau membalas cinta ku!" ucap nya dengan wajah yang berseri-seri.
"Aku tidak sabar pa! seperti apa calon menantu kita itu!"
"Tunggu dulu ma, dia tadi mengatakan agar mau membalas cintaku,"
"Jadi kamu belum menyatakan perasaanmu pada nya ?" lanjut papa Agus.
"Iya pa Ku masih menunggu waktu yang tepat!"
"Wanita tidak suka menunggu terlalu lama, jadi cepat katakan pada nya dan tanyakan apa keputusan!" nasehat Mama Ajeng pada putra nya itu.
__ADS_1
"Awas saja kalau sampai dia berani menerima lamaran pria lain akan ku buat batal pernikahan nya!"
"Dasar keras kepala cepat katakan, jangan buat orang tua penasaran?"
"Belum saat nya, yang pasti Mama dan papa akan suka dengan nya"
mereka bertiga larut dalam obrolan tentang wanita yang menjadi idaman Riyan itu tanpa mereka tahu bahwa di sana ada seorang yang sedang menahan gemuruh di dada nya.
Nayla berusaha menekan perasaan nya itu, agar tidak sampai muncul di permukaan, apa yang akan terjadi nanti nya jika benar-benar melihat Tuan muda nya itu menikah dan dia yang akan mempersiapkan semua nya.
Berat bagi Nayla untuk bisa menerima nya tapi dia juga harus sadar bahwa cinta nya pada Riyan harus Serapi mungkin dia tutupi.
Riyan yang melihat Nayla melamun pun langsung memanggil nya.
"Nay, kamu gak papa kan?"
"Tidak Tuan saya baik-baik saja!" tegas nya.
"Ayo kita pulang Riyan, biarkan Nayla beristirahat tanpa gangguan dari mu dan ini juga sudah waktu nya makan malam!"
"Maaf Tuan, Nyonya saya sudah masak cukup banyak hari ini, kalau berkenan makan malam saja di sini!"
"Kamu bisa masak Nay?"
Nayla tersipu mendengar pembelaan Riyan pada nya.
"Masak apa kamu hari ini Nay?"
"Saya masak ayam goreng ricis, udang balado, ikan asam manis dan tumis kailan Nyonya, ada pudding melon juga!"
"Wah wah wah, semua menu yang kamu masak adalah menu kesukaan Riyan, kamu pandai sekali menyenangkan lidah Tuan muda mu itu!"
"Saya harus memastikan bahwa apa yang masuk ke dalam tubuh nya tidak membuat alerginya kambuh Tuan, selama Tuan muda bersama saya dia adalah tanggung jawab saya, seperti janji saya pada Tuan Besar!"
"Ah iya kamu adalah pegawai kantor kesayangan Papa mertua ya Nay, Ha-ha-ha!"
"Tidak seperti itu Nyonya, hanya saja saya akan merasa kecewa pada diri saya sendiri karena tidak bisa menjaga amanah Tuan Besar!"
"Jadi semau yang kamu lakukan itu hanya karena ungkapan balas budi pada kakek saja, tidak benar-benar tulus pada ku!"
__ADS_1
"Apa maksud mu Bos, aku tidak tulus bagaimana? bahkan aku selalu menjadi tameng mu saat para wanita-wanita ular itu ingin menjilati mu!" ucap nya ketus
"Kalau hanya untuk membalas budi pada tuan besar cukup aku bekerja keras agar saham tidak goyah dari tempat nya, tanpa peduli kehidupan pribadi mu" tambah nya.
"Kenapa kalian berdua tidak menikah saja, dari yang aku lihat kamu masuk dalam kategori wanita pilihan Riyan, Nay?" kata Tuan Agus.
"Dia yang tidak mau aku nikahi pa, ya sudah aku cari saja wanita lain, dia hanya ingin jadi Asisten rasa istri!"
"Boooossss, kau keterlaluan, kapan kau mengajakku menikah, sembarangan saja kalau ngomong!"
Riyan melenggang pergi menuju dapur lalu duduk di tempat yang bisa dia gunakan saat makan bersama.
"Kalian ini sudah seperti kucing dan tikus saja, selalu berantem,!"
"Biarkan saja Pa, mereka nanti akan merindukan saat-saat seperti ini jika mereka sudah menikah dan memiliki kehidupan masing-masing!"
"Kamu benar Ma, oiya Nay apa kamu masih belum berkeinginan untuk menikah?"
"Dia tidak akan menikah tanpa izin dari ku Pa!, jadi Papa jangan coba-coba mau menjodohkannya dengan anak teman-teman, kalau itu terjadi maka aku sendiri yang akan membuat bisnis nya hancur!"
"Anda dengar sendiri Tuan, Bos tidak akan membiarkan saya begitu saja menikah?"
"Lalu kenapa tidak kau nikahi saja,?, lagian kamu bukan orang tuanya Nayla kenapa kamu melarangnya?"
"Ogah siapa mau menikah sama orang yang tidur nya berisik!"
"Riyaaaaaannnn, dari mana kamu tahu kalau Nayla tidur nya berisik, kalian pernah tidur bareng ya, ngaku kalian?"
Riyan gelagapan mendengar pertanyaan mama nya, tapi dia mencoba menutupi nya dengan sikap bossy nya.
"Pokok nya enggak dia g boleh nikah sama orang lain"
"Tadi kata nya Nayla yang gak mau sekarang kamu yang tidak mau, jadi mau mu apa Riyan" tanya Mama Ajeng yang terlihat geram pada putra.
"Dia boleh menikah kalau aku sudah menikah, titik!"
"Aku sudah capek menolak banyak lamaran yang datang pada ku untuk menikah dia jadi Papa sama Mama jangan ikut menekan ku dengan acara perjodohan yang tersembunyi!"
"Iya Bos iya, aku akan menikah dengan restu mu, kau puas!"
__ADS_1
"Sangat!"
Ha-ha-ha