Jodoh Rahasia Dari Tuan Besar

Jodoh Rahasia Dari Tuan Besar
Pesan


__ADS_3

Suara tangis lirih memenuhi ruang Presdir, suara yang berasal dari mulut Asisten pribadi dari pemilik ruangan tersebut.


Dia menangisi dirinya sendiri yang mencintai Tuan nya yang tidak pernah melihatnya sebagai wanita pada umumnya, di mata tuan nya dia hanyalah seorang asisten yang tak akan bisa menempatkan ruang indah dalam diri Tuan nya itu.


Tuan yang tadi meninggalkan dirinya di sana, bahkan ini adalah perdebatan pertama mereka di luar urusan kerja,


Sebenarnya,,,,,


Ada apa dengan mereka???


Apa yang tengah mereka debat kan????


Lalu, sekarang di mana Tuan muda nya itu.


Piring yang berisikan nasi dan lauk masih ada di tangan nya, hanya berkurang tidak lebih dari setengah, tapi nasi itu malah akan terbuang sia-sia karena perdebatan yang seharusnya tidak mereka lakukan.


Nayla menyendok nasi tersebut lalu memakan nya masih dengan deraian air mata yang mengalir tanpa suara. Dan dia masih duduk di lantai tanpa berniat untuk bangun.


Suara pintu yang terbuka menyadarinya, dia tidak langsung berdiri hanya mengamati siapa yang berani-beraninya masuk ke dalam ruangan Presdir tanpa mengetuk pintu.


yang pasti itu bukan Tuan muda nya ataupun keluarga Tuan nya, dia bisa mengenali tanpa melihat wajah nya, tak lama orang tersebut keluar dari ruangan, entah apa yang di cari nya.


Nayla lalu bangkit dari duduk, merapikan bajunya yang sedikit lusuh, lalu berjalan ke arah toilet untuk membasuh mukanya agar tidak terlihat jika dai baru saja menangis.


Setelah nya, dia menghubungi office boy dan meminta nya untuk membereskan sisa makanan yang tidak bisa di bilang sisa.


Makanan itu masih utuh hanya berkurang sedikit, dia masuk ke dalam ruangan milik nya, baru saja sia mendarat tubuhnya di kursi kerja suara ketukan pintu membuatnya kembali membuka mata yang tadi sempat dia pejamkan.


Tok


Tok


Tok


"Masuk"


"Aku tadi melihat Tuan Riyan pergi dengan tergesa-gesa lalu dia memakai mobil ku untuk pergi ke restoran T, tapi aku tidak menemukan mu di sana?"


"Lalu aku pergi mencari, tadi aku masuk ke sini tapi kamu tidak ada, di ruang Presdir juga tidak ada, jadi tadi kamu kemana?"

__ADS_1


"Dan kenapa kamu tidak mendampingi Tuan mu?"


"Saya tidak bisa mendampingi Tuan Riyan dalam meeting kali ini karena saya yang akan memimpin meeting triwulan yang akan kita lakukan satu jam lagi, Tuan Deni!"


"Dan mengenai saya yang tidak anda ketemui tadi mungkin saya ada di kamar mandi!"


"Baiklah kalau begitu, aku harus kembali ke ruangan ku!" pamit nya


"Silahkan Tuan!"


Nayla terdiam di kursi kerja nya, dia memikirkan Riyan yang sepertinya benar-benar marah pada nya, tapi itu juga yang mengganjal di hati nya, Nayla terus saja memikirkan tentang apa yang tengah di rasakan oleh hati nya pada Tuan nya itu.


Hingga sebuah sebuah panggilan masuk mengalihkan perhatian nya, nama Tuan Agus ada di layar ponselnya, tidak ingin membuat Tuan nya itu menunggu pun dia langsung menjawab panggilan tersebut.


"Hallo selamat siang Tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya nya ramah.


"Hallo Nayla, di mana bos mu?" tanya Tuan Agus pada nya


"Tuan Riyan sedang meeting dengan kolega di restoran T Tuan,!"


"Kamu sama dia sekarang?"


"Tidak Tuan saya harus menghandle meeting yang ada di sini!"


"Hari Jum'at setelah makan siang kosong kan jadwal Bos mu itu, aku tidak mau tahu bagaimana caramu mengatasi, jika ada meeting tunda saja atau kau saja yang menggantikan nya!"


"Baik Tuan!"


...****************...


"Hari Jum'at pagi kamu datang lah ke sini, temani Nyonya mu pergi ke salon" titah nya


"Jum'at pagi saya tidak bisa Tuan, Maaf"


"hari itu sebenarnya baik saya ataupun Tuan Riyan tidak bisa meninggalkan kantor, kami ada meeting sebanyak tiga kali dan juga harus menghadiri private opening pada malam hari nya di salah satu Mall yang abru di bangun Tuan" jawab Nayla setelah melihat jadwal mingguan yang ada di IPad nya.


"Saya masih bisa menghandle ketiga rapat tersebut tuan tapi tidak dengan private opening nya, semua para investor akan hadir di sana dan saya terlanjur membuat janji bahwa Tuan Riyan akan hadir di sana!"


"Undur saja private opening nya menjadi hari Sabtu, sebagai ganti rugi nya suruh mereka menginap di hotel yang bersebelahan dengan mall tersebut secara cuma-cuma sampai hari Minggu dengan layanan terbaik!"

__ADS_1


"Baik Tuan!"


"Percepat meeting nya sebelum makan siang semua harus selesai!" perintahnya lagi


"Maaf tuan tapi meeting ke dua dan ke tiga di jadwalkan setelah makan siang dan saya tidak bisa merubah nya, ini jadwal yang sudah di tetapkan oleh pihak sana, Tuan!"


"Kalau begitu biarkan meeting pagi Riyan saja yang handle kamu pagi-pagi ke sini temani Nyonya dulu, aku tidak bisa menemani nya!"


"Baik Tuan"


"Ya sudah sana kerja lagi, cari uang yang banyak buatku!"


Ha-ha-ha


"Baik Tuan"


"Apa yang terjadi Nayla, kau baik-baik saja kan?" tanya Tuan Agus yang merasa Nayla tidak sedang dalam keadaan baik-baik.


"Saya baik Tuan, terima kasih dan saya juga permisi, saya sudah di tunggu oleh para pemegang saham untuk memimpin rapat!"


"Baik lah, istirahat kan tubuh mu jika lelah Nayla, aku tidak mau kau sampai jatuh sakit" yang terdengar bukan lagi suara Tuan Agus tapi Ibu dari pria yang sebenarnya dia cintai.


"Baik Nyonya setelah rapat ini berakhir saya langsung pulang dan beristirahat!"


"Seperti nya memang harus begitu, berhati-hati dan jangan lupakan makan mu!"


"Iya nyonya, saya tutup dulu telepon nya"


"Iya"


Panggilan pun terputus ada rasa hangat yang menjalar di hati nya saat mendapatkan perhatian dari keluarga Sadika yang tak lain adalah tempat di mana dia menggantungkan hidup nya.


Walaupun keluarga nya sendiri juga sangat perhatian pada nya tapi entah ada rasa yang sedikit menggetarkan hati nya saat dia mendapatkan perhatian dari orang yang menurut lebih dari sekedar atasan tersebut.


Nayla keluar dari ruang kerja menuju tempat rapat di adakan, di sana ternyata semua sudah hadir dan hanya menunggu nya saja.


Dia yang tak ingin membuang waktu pun langsung memulai Rapatnya, memang terjadi sedikit kendala saat ini tapi bukan Nayla nama nya kali tidak bisa mengatasi semua permasalahan yang ada.


Dengan begitu cekatan dia langsung merubah susunan laporan yang akan dia serahkan pada bos nya, semua dokumen apa pun yang masuk ke dalam ruangan Riyan harus melewati dirinya terlebih dahulu.

__ADS_1


Nayla merenggangkan kedua tangannya saat semuanya staf yang mengikuti meeting kali ini telah keluar dari ruangan tersebut, kini hanya tinggal dirinya saja yang ada di ruangan tersebut.


Tiga jam bukan waktu yang singkat untuk membahas semua masalah internal yang ada di dalam perusahaan, dan sebisa mungkin Nayla mengatasinya sebagai dedikasi nya pada perusahaan yang telah lama menjadi tempatnya menggantungkan hidupnya.


__ADS_2