Jodoh Rahasia Dari Tuan Besar

Jodoh Rahasia Dari Tuan Besar
Aku hanya mau dia


__ADS_3

Pagi yang cerah secerah senyum seorang pria yang tengah menatap pantulan dirinya dari kaca besar yang ada di depan nya.


Setelah menyelesaikan semua nya dia turun menuju meja makan yang ternyata sudah ada Papa dan juga mama nya, tapi di mana adik nya itu, kenapa belum turun juga.


"Dimana vindry ma!" tanya Riyan sambil mengecup singkat pipi mana nya lalu dia duduk di kursi yang biasa dia gunakan.


"Dia sudah berangkat pagi-pagi ada seminar kata nya!"


Riyan hanya ber-oh ria saat mendengar ucapan mamanya.


"Nanti Mama sama papa mau ke rumah kakek mu jangan keluyuran gak jelas apa lagi menginap di apartemen sekretaris mu itu!"


Riyan tidak menjawab dia hanya melirik sinis pada papa nya yang tengah menikmati secangkir kopi ditangan nya, papa Agus yang tidak mendapat jawaban dari putra nya pun menaruh kopi nya.


"Kamu jangan bertingkah semau mu saja Riyan, dia juga punya privasi yang harus kamu hargai, biarkan dia hidup dengan bebas tanpa kekangan dari kamu!"


"Aku?" tanya Riyan sambil menunjuk pada dirinya sendiri.


"Mengekangnya yang benar saja Pa?"


"Lalu kalau tidak mengekangnya lantas kenapa dia harus menikah setelah kamu menikah, bukan kah itu sudah masuk dalam bentuk pengekangan karyawan!" ucap papa Agus.


"Ak-- akuu hanya tidak ingin dia salah memilih pasangan itu saja!"


"Apa yang di katakan papa mu benar sayang biarkan sekretaris mu itu menikah dengan lelaki pilihan jangan sampai dia merasa tidak nyaman bekerja dengan mu!"


"Kalau kamu saja sudah punya wanita yang kamu ingin kan pasti Nayla juga ingin memiliki seseorang yang menjaga nya, bukan!"


"Kalau hanya menjaga nya saja aku juga bisa bahkan sangat bisa,!"


"Terkadang wanita juga ingin di sayang dan di hargai yang hanya bisa di lakukan oleh orang yang menjadi kekasih atau pun suami, dan jelas itu bukan kan kamu Riyan!" tegas papa Agus pada putranya itu.


"Apa? apa yang tidak bisa Nayla lakukan pada ku, dia ingin berbelanja dengan uang pribadi ku juga bisa, kalau untuk manja dia sudah kelewat manja sebagai sekretaris ku!"


"Lalu apa yang tidak bisa dilakukan nya pada ku dan yang tidak bisa aku berikan pada nya?" tanya Riyan yang sudah tersulut emosi dengan pembicaraan mereka lagi ini.

__ADS_1


Riyan merasa kedua orang tua nya tengah memojokkan nya dengan sikap nya pada Nayla, tidak tahukan mereka ini jika anak mu ini sudah kelewat cinta pada asisten nya itu jadi jangan heran dengan tingkah nya yang membatasi setiap pergerakan Asistennya itu.


"kasih sayang dan cinta mu? apa kamu bisa memberikan nya pada nya?"


"Aku sudah bilang tunggu waktunya aku akan membawanya pada kalian bukan sebagai sekretaris ku tapi sebagai calon menantu kalian!"


"Sayang nya, dia sudah di jodohkan oleh papa nya, tinggal menunggu hari itu tiba saja!"


BRAAAAK


"Tidak dia tidak akan menikahi dengan siapapun kecuali aku,!"


"Dan kau pun jangan lupa bahwa aku yang menentukan dengan siapa kamu menikah tidak sembarang orang bisa menjadi menantu keluarga sadika termasuk sekretaris mu sekalipun"


"Apa maksudmu pa?" tanya mama Ajeng yang merasa dia tidak tahu apapun di sini.


"Aku sudah membatalkan rencana pertunangannya dengan keluarga Dewantara dan asisten papa mertua mu yang pergi ke sana kemarin setelah kejadian di apartemen!"


"Bagaimana bisa Kakek tahu kejadian itu?"


Riyan mendadak pucat saat mendengar nama kakek nya keluar dari mulut Papanya.


Bagaimana kalau kakek nya itu tahu kelakuannya yang suka menginap di Apartemen asisten pribadi nya itu dari pada pulang ke rumahnya sendiri.


"Kenapa, baru ingat siapa kakek mu lah?"


"Aku tidak yakin kau akan selamat dari amukan nya, apa lagi menyangkut cucu angkat kesayangan itu!"


"Jadi sekarang jaga sikap mu, kakek mu akan memaafkan semua kesalahan mu jika kamu mau menerima perjodohan yang di atur langsung oleh kakek mu!"


"Dan satu lagi kakek mu juga sudah menjodohkan Nayla dengan laki-laki pilihan nya dan Haris juga sudah merestui tinggal menunggu undangan pernikahan nya saja"


"Tapi nayla tidak mengatakan apapun pada ku pa?"


"Memang kamu siapanya Nayla hingga hal seperti ini harus mendapatkan izin mu!"

__ADS_1


"Aku akan bicara pada kakek agar membatalkan rencana nya itu, aku ingin menikah dengan Nayla!"


"Datanglah kalau kamu berani, tapi aku tidak bisa menjamin kamu akan pulang dengan baik-baik saja!" ucap papa Agus lalu berdiri dari kursinya meninggalkan kedua orang yang sangat di cintanya itu.


Kemarin malam dia mendapatkan panggilan dari papa nya yang tak lain adalah kakek Riyan dia mengatakan bahwa dia sudah mengetahui semua nya dan meminta nya untuk datang ke villa yang dia tempati selama ini.


Dia juga meminta Haris juga untuk datang ke sana memenuhi undangan dari nya. Haris tidak akan berani menentang keinginan untuk menjadikan Nayla sebagai cucu menantu, mengingat bagaimana dia dulu yang mendapat bantuan darinya saat dia di jebak oleh salah satu investor yang mengajak nya bekerja sama


Tuan Prakasa Sadika mengetahui semua yang terjadi antara dua anak muda yang tidak menyadari perasaan mereka masing-masing jadilah dia yang akan menjadi pemersatu hubungan dua cucu tersayangnya itu.


Sementara Riyan dia langsung pergi ke kantor dengan perasaan yang sulit di jelaskan, bagaimana kakeknya itu mau menjodohkan Nayla dengan pria lain sedangkan cucu nya sendiri menginginkannya.


Riyan sampai di sana di sambut oleh wajah cemberut Nayla yang membuat mood pagi membaik dengan hanya melihat nya saja.


"Kenapa?"


"Eehh Tuan selamat pagi!"


"Pagi, ada apa?"


"Tidak ada apa-apa Tuan!"


Alis tebal Riyan menyatu di sana, apa yang sebenarnya terjadi kenapa seperti ada yang sedang di tutupi oleh sekretaris nya itu.


Riyan mencoba menahan dirinya saat ini mengingat bahwa ini masih jam kantor dan dia tidak bisa enaknya saja bertingkah laku, apa lagi saat ini dia tahu bahwa setiap gerak-geriknya pasti di awasi oleh kakek nya itu.


Riyan harus bersikap sebaik mungkin agar dia tidak mendapatkan kesulitan saat mengutamakan pendapat nya pada kakeknya nanti.


Kali ini dia akan benar-benar menunjukkan pada kakeknya itu bahwa dia pantas menjadi suami dari cucu angkat kesayangannya itu.


Riyan masuk ke dalam ruangan dan duduk di sana dia mengesampingkan urusan hati nya untuk saat ini, nanti saja saat makan siang dia akan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


Waktu berjalan sangat pelan bagi mereka yang tidak sabar menunggu waktu.


"Kenapa lama sekali? dan lagi kemana Nayla kenapa tidak menemui ku sama sekali!"

__ADS_1


__ADS_2