Jodoh Rahasia Dari Tuan Besar

Jodoh Rahasia Dari Tuan Besar
Kencan


__ADS_3

Riyan kini benar-benar dalam posisi marah yang tertahan, bagaimana bisa dia yang harus nya meeting di dampingi oleh Nayla, berganti dengan Frans yang tak lain adalah manager salah satu divisi pemasaran, mengganti Nayla yang harus menghadiri meeting yang secara tidak sengaja bertabrakan jadwal.


Bahkan Nayla sudah pergi ke tempat meeting berlangsung tanpa menunggu dirinya sekedar untuk membacakan jadwal nya hari ini.


Dan tugas nya kali ini di limpahkan pada Frans yang akan menjadi asisten nya satu hari ini, dengan perasaan yang berkecamuk dia keluar dari ruangan menuju mobil yang telah terparkir di lobi perusahan milik nya.


Dia terdiam tanpa mengeluarkan kata membuat Frans yabg ada di sana menjadi panas dingin takut membaur jadi satu, dia tidak pernah berada sangat dekat dengan pimpinan nya itu.


Tapi tugas dari Aspri pimpinan nya itu juga tidak bisa dia hiraukan begitu saja, dia harus menjalankan tugas nya dengan sebaik mungkin, jika dia masih ingin memakai tanda pengenal yang menggantung di lehernya.


Mobil melaju membelah jalanan kota yang sedikit macet tapi masih bisa memburu waktu untuk datang tepat sesuai dengan waktu yang di jadwalkan.


Terhitung lima puluh menit, mobil yang ditumpangi Riyan telah sampai di kantor yang kan menjadi relasi bisnis nya itu, dia masuk ke dalam setelah seorang resepsionis mempersilahkan dia mengikuti nya menuju ruangan yang di tuju.


Di sana sudah ada relasi yang tengah menunggu nya.


...****************...


sementara itu Nayla kini tengah berada di perusahaan yang akan memasok bahan baku untuk kebutuhan pokok perusahan.


Usahanya cukup membuahkan hasil meski memakan waktu cukup lama untuk meyakinkan rekan bisnis nya itu.


Tanpa terasa saat ini sudah masuk jam makan, rekan bisnisnya itu mengajak untuk makan siang bersama sebagai tanda jadi kerja sama yang baru saja mereka sepakati.


Dan Nayla tidak bisa menolaknya untuk menghormati niat baik rekan nya itu, mereka keluar dari perusahaan Menuju restoran yang cukup jauh dari perusahaan rekan nya itu tapi jarak nya lebih dekat dengan SADIKA group, perusahaan tempat Nayla bekerja.


Mereka keluar dari kendaraan masing-masing, karena nanti tujuan mereka berlawanan arah dan akan membuang banyak waktu jika mereka harus mengantar satu sama lain.


Nayla dan juga rekan nya itu duduk di tempat yang sedikit privat agar aktivitas mereka tidak di ketahui oleh orang lain.

__ADS_1


Mereka memesan menu makan yang sama saat pelayan menghampiri mereka, tanpa menunggu lama pesanan mereka datang dan mereka pun mulai makan makanannya.


Sedangkan di sisi lain restoran tersebut ada sepasang mata yang tengah mengawasi gerak-gerik Nayla yang terlihat begitu bahagia menikmati makan siang nya itu.


Tangan nya mengepal kuat di bawah meja melihat tingkah nayla di sana, hingga suara gadis yang menjadi rekan bisnisnya itu menyadarkan lamunan nya.


"Kamu mau pesan apa Yan?" tanya gadis itu dengan suara lembutnya.


"Aku tidak berselera makan, kamu makan lah sendiri aku temani!" jawab nya


"Mana enak makan sendiri sedangkan aku ad teman di sini!" kata nya.


"Pesan saja yang sama dengan mu!"


"Baik lah, aku pesan makan favorit ku, kamu pasti suka!"


Deg!


Keduanya saling bertatapan cukup lama, hingga suara dari rekan bisnis Nayla memutus tatapan mata antara Nayla dan Riyan sedangkan Riyan dia langsung membuang pandangannya.


"Bukan kah, itu di sana ada Tuan Riyan?, bagaimana kalau kita bergabung saja bersama mereka?" tanya orang itu Lalu menarik tangan Nayla dan berjalan menghampiri kursi di mana Riyan berada.


Masih dengan menggenggam tangan Nayla, pria bernama lengkap Satria putra Permana itu kini telah berada di samping meja yang di tempat oleh Riyan dengan seorang wanita yang juga menjadi partner bisnis nya.


Pandangan mata Riyan jatuh ke arah tangan Nayla yang tengah di gandeng oleh laki-laki yang dia ketahui adalah salah satu manager yang bekerja sama dengan perusahaan milik nya itu.


"Anda ternyata makan siang di sini juga tuan Riyan, senang bisa bertemu dengan orang sibuk seperti anda!" kata nya basa basi.


"Siapa dia Yan,?" tanya wanita yang di kenal Nayla sebagai calon istri dari bos nya itu.

__ADS_1


"Saya rekan Satria rekan bisnis dari Tuan Riyan, tadi saya selesai meeting dengan nona Nayla, berhubung waktu sudah siang jadi saya mengajak nya makan siang sekalian!"


"Anda tidak keberatan kan Tuan Riyan jika saya meminjam asisten pribadi anda untuk menemani saya makan siang,?" kata nya lagi.


"Silakan tapi jangan mengganggu waktu kerja nya ," jawab Riyan datar tanpa ekspresi sedikit pun.


Dia marah pada dirinya sendiri, dia cemburu pada orang yang dengan begitu mudah nya menggandeng tangan wanita yang sudah di klaim menjadi milik nya itu.


"Ayo duduk lah,kalian mau pesan apa? aku dan Riyan memesan makanan yang sama, makanan favorit ku sebenarnya, tapi Riyan mau mencoba nya!"


Nayla hanya diam saja, dia duduk berhadapan dengan Riyan yang masih menatap dengan penuh amarah yang tertahan, wanita yang duduk di samping Riyan pun menyodorkan buku menu yang di tawarkan di restoran tersebut.


Nayla memilih makanan yang bisa dia makan bersama Riyan saat makan di restoran setelah meeting yang mereka lakukan selesai.


Tanpa menunggu lama makanan yang mereka pesan sudah sampai di meja makan, alis Nayla menyengit melihat menu yang di pesan oleh wanita bernama Arum Cantika Dewantara.


Pasal nya bos muda nya itu sangat alergi dengan makanan yang terbuat dari ikan tuna, tapi kenapa di sana dia melihat ada jenis ikan itu di piring bos nya tersebut.


Belum sempat Nayla menegur, Riyan telah memasukan satu potong ikan tersebut ke dalam mulutnya, Riyan yang sedang di Landa rasa yang membakar hati pun makan tanpa melihat jenis ikan yang di makan nya.


Sedangkan Nayla kini menatap horor pada sang bos yang bisa-bisanya tidak teliti dalam memakan makanan yang menjadi alerginya, suapan pertama tidak menjadi respon yang berati bagi tubuh nya.


Saat Nayla akan membuka mulutnya menghentikan bos nya itu untuk tidak kembali makan makanan tersebut tiba-tiba Arum menyuapkan sesendok nasi berisi ikan tersebut ke mulut Riyan.


Riyan yang belum sadar pun dengan ikan itu pun terpancing untuk menerima suapan tersebut, dia ingin tau reaksi apa yang akan di tunjukan Nayla jika dia di suapi oleh wanita lain di depan nya, seperti pertanyaan nya kemarin bukan.


"Bagaimana enak?"


Trang

__ADS_1


__ADS_2