
Sudah beberapa malam, gue tidur bersama mas ojob. Tapi meskipun tidur dengan berbagi ranjang, gue belum siap untuk diajak nininananina olehnya. Bukannya karena gue kehilangan orientasi. Bagaimanapun juga mas ojob adalah godaan yang terlalu sayang untuk dilewatkan. Xixixixi...
Gue hanya tidak mau merasakan sakit dobel, Sob. Selain sakit secara fisik karena ada bagian dari tubuh gue yang hilang, gue juga tidak mau sakit secara hati. Maksudnya, gue ingin mas ojob menyentuh tubuh istrinya karena dia memang mencintai gue. Duh ngelunjak tidak sih? Karena gue belum tahu perasaan mas ojob ke gue, jadinya gue juga masih suka beralasan jika dia mengajak nininananina.
Katanya bercinta itu nikmat, tapi alangkah lebih nikmat jika bercinta dengan pasangan yang kita cintai dan mencintai kita. Keinginan gue terlalu idealis banget ya, Sob? Tapi menurut gue sih biar sebanding sama sakitnya. Uh... makin ngaco kan? Gue parno karena mendengar cerita malam pertama itu sakit. Mungkin itu juga ya alasan gue untuk menunda - nunda acara malam pertama dengan mas ojob.
Seperti malam ini, entah mengapa gue tiba - tiba terjaga. Terbiasa tidur sendiri, membuat gue merasa tidak nyaman tidur bersama mas ojob.
Gue tersentak kaget, ketika gue merasakan sebuah pergerakkan di samping gue. Mas ojob mengigau.
Karena refleks, gue segera melipir di tepi ranjang dengan perasaan takut. Di dalam keremangan lampu tidur, gue berusaha agar mata ini tetap fokus dengan apa yang dilakukan mas ojob.
Mas ojob ngelindurnya ajib, Sob. Tangannya terlihat sedang mengocok - ocok juniornya, dan bibirnya mendesah nikmat.
"Lagi sayang.... hmmm hmmmmm."
Mata gue membulat, ini mas ojob mengigau apa beneran sedang self service ya?
Untuk beberapa saat gue terdiam sambil menatap tingkah ajibnya. Tanpa sadar tubuh gue sudah berada di tepi ranjang. Dan...
Brrukkkk
"Aduh...!" Tubuh gue dengan sukses terjatuh dari ranjang. Gue berusaha bangun sambil mengelus lengan gue yang tadi terbentur lantai. Mas ojob yang mimpi tapi kenapa gue yang merasa horor begini ya? Jangan bilang ini dosa gue akibat menolak suami.
Gue masih menunggu reaksi mas ojob yang sekarang sudah mulai tenang. Tangannya juga sudah tidak lagi memainkan juniornya. Duh... gue jadi merasa bersalah, Sob. Mas ojob sampe ngelindur gitu. Saking ingin belah duren apa ya?
Perasaan gue jadi bercampur aduk. Antara kasihan melihat mas ojob menderita sampai dibawa ngelindur, dan rasa cemburu yang hadir merasuki hati gue. Kira - kira siapa ya perempuan yang hadir di mimpi suami gue?
Gue teringat cerita teman semasa sekolah dulu. Katanya kalau ada orang mengigau, kita bisa menanggap dia untuk cerita dengan cara menjepit jempol kakinya. Sayangnya reaksi gue yang ketakutan tadi, membuat gue terlambat berinisiatif menanggap mas ojob. Duh... jadi semakin penasaran kan gue sama perempuan yang diimpikan mas ojob?
കകകകക
Gue terbangun dengan wajah kusut dan mengantuk. Semalaman gue nyaris tidak bisa tidur setelah melihat mas ojob mengigau. Jadi menu sarapan mas ojob hari ini terpaksa hanya ala kadarnya. Roti tawar plus selai dan kopi pahit.
__ADS_1
"Kamu nggak membuatkan aku bekal?"
"Entar aja! Mas. Aku masakin di kantor ya. Di pantri ada peralatan masak yang lumayan lengkap kok!"
"Ya udah!" Mas ojob menatap gue.
"Kok wajahmu pucat? Kamu sakit?"
Belum sempat gue menjawab, mas ojob mendekat dan menangkup wajah gue. Kemudian ia menempelkan keningnya ke kening gue.
Gue langsung memejamkan mata. Rasanya hati ini belum kuat menghadapi keromantisan mas ojob yang dosisnya mulai meningkat.
"Nggak anget kok!"
Gue merasakan hembusan nafas hangat mas ojob yang wangi mint. Untuk sesaat gue terlena dan gue hayati perasaan gue ini. Duh.... ternyata diromantisin suami itu menyenangkan sekali.
Sebuah ciuman lembut mampir di bibir gue. Tindakan spontan yang dilakukan mas ojob membuat gue terkejut dan membuka mata. Mas ojob mencuri kesempatan dalam kesempitan, Sob. Muka gue jadi terasa panas.
കകകകക
"Tumben kamu minum kopi?" Mas ojob kembali menegur gue yang sedang membaca laporan bulanan dengan ditemani secangkir kopi.
"Saya mengantuk, Pak!" Gue jawab pertanyaan itu dengan singkat. Iyep... gue mengantuk gara - gara semalem terkena efek kejut setelah melihat aksi mengigau suami gue yang sangat konyol dan menggelikan. Belum lagi gue merasa kesakitan akibat terjatuh dari ranjang.
Setelah menyadari apa yang gue lihat dan alami semalam. Gue jadi tidak bisa tidur dan justru meringkuk di sofa sambil menahan tawa, agar tidak membuat seisi rumah terbangun.
"Pak, ingat tidak tadi malam sewaktu tidur bermimpi apa?" Gue melontarkan pertanyaan itu sambil fokus melihat lembaran berkas laporan yang harus gue periksa.
"Kok nanyain mimpi?" tanya mas ojob dengan keheranan.
"Cuma untuk survey saja, Pak. Siapa tahu Bapak masih ingat apa mimpi semalam!"
Gue menatap wajah mas ojob yang kini terlihat bingung dengan pertanyaan gue. Kemudian ia tampak berusaha mengingat mimpinya.
__ADS_1
"Aku nggak ingat!" jawab mas ojob sambil mengangkat bahu dan merentangkan kedua tangannya.
Oh... berarti bener ya isi artikel yang gue baca di internet. Kita tidak akan mengingat mimpi kita semalam. Kalaupun ingat ya hanya berapa persen saja. Gue jadi semakin penasaran dengan perempuan yang menggoda mas ojob dalam mimpi. Argh.... jadi tidak konsen kan gue?
"Yakin, nih Bapak nggak ingat?" Gue masih memaksa mas ojob untuk jujur mengenai mimpinya semalam.
"Enggak!"
"Bapak sampai mengigau gitu masa nggak ingat? Ups...." Gue keceplosan. Sekarang gantian mas ojob yang menatap gue penuh rasa ingin tahu. Gue langsung berpura - pura kembali menekuni berkas laporan yang ada di atas meja.
"Memangnya tadi malam aku mengigau ya? Aku ngomong apa sih kok kamu jadi penasaran banget sama mimpiku?"
Mas ojob sudah berdiri dan mencondongkan tubuhnya dengan kedua tangan bertumpu di atas meja.
Gue menutup mulut untuk menahan tawa yang nyaris meledak. Tapi yang gue lakukan justru membuat mirip orang sedang kambuh sakit asmanya.
Benar - benar gue nggak kuat..
"Pak, saya ijin belanja dulu ke supermarket dekat kantor ya? Bapak mau saya masakin apa?"
Gue mencoba mengalihkan pertanyaan mas ojob yang sedang serius menginterogasi gue.
"Oke silahkan! Tapi setelah makan siang, kamu masih punya hutang cerita padaku tentang igauanku semalam!"
Yaela... seharusnya gue yang penasaran sama mimpinya mas ojob, kenapa sekarang malahan mas ojob yang penasaran dengan igauannya. Berarti kita fifty - fifty nih ceritanya?
Gue buru - buru mengambil dompet dari tas selempang dan segera ngacir ke supermarket dekat kantornya mas ojob. Sesekali gue meraih ujung kerudung gue guna menutup mulut yang tidak bisa menahan tawa.
Ya Allah..... suami gue lucu banget. Haduh.... jadi makin sayang deh sama big baby boy.
Eee.. apa tadi yang gue bilang ya? Gue sayang sama big babby boy? 😱😱😱😱😱
Tbc
__ADS_1