
Akhirnya setelah beberapa bulan rumah almarhum bokap gue direnovasi, sekarang tempat itu berubah menjadi cantik. Jadi hari ini gue dan mas ojob ceritanya hendak pindahan.
Kanjeng mami yang ikut membantu persiapan selamatan tampak tidak ikhlas melepas gue dan putra kesayangannya untuk hidup terpisah. Apalagi gue juga sedang hamil muda. Usia kehamilan gue 12 minggu. Ini akibat kelewat sering digempur magnumnya mas ojob, jadi hamil kan gue?
Yuna juga ngambek saat gue pamiti. Soalnya adik ipar gue itu paling excited dengan keberadaan gue di rumah besar milik kanjeng papi Harsono.
"Entar nggak bisa sepik - sepik tentang Sean dong, Mbaak...." rayu adik ipar gue manja.
"Kamu boleh kok tinggal sama Mbak, atau tiap akhir pekan main dan nginep dirumah!" Gue bujuk adek ipar sambil elus - elus puncak kepalanya.
Yang paling antusias dengan kepindahan kami adalah mas ojob. Wajahnya tampak sumringah seharian.
"Dengan begini kita bebas dari juru nguping ya, Sayang! Nanti kita bebas berteriak - teriak saat indehoy. Okeeeee!" Mas ojob menowel pipi gue dengan nakal sambil mengerling.
Gue jadi tersipu malu. Tidsk berani membayangkan Bagaimana suara desahan gue nanti, karena sudah terbiasa mencicit pelan - pelan saat sedang menikmati serangan mas ojob. Takut terdengar kanjeng mami yang sedang menguping, Sob.
Gue sampai di rumah baru dan merasa takjub. Rumah sederhana itu sudah berganti dengan rumah bergaya minimalis tapi modern. Bapak mertua gue benar - benar the best father in law in the world deh, Sob. Semoga beliau senantiasa diberi kesehatan dan panjang umur, supaya gue dan anak - anak selalu makmur karena dimanjakan oleh beliau. Amiiiin.... Xixixixi.... doa menantu sholehah.
Meskipun rumah gue sudah berganti rupa, tapi untunglah kenangan akan keluarga gue tidak dihilangkan oleh kanjeng papi, karena semua perabot mebelair milik almarhum bokap gue masih utuh, bahkan nampak seperti baru karena kayunya kembali dipelitur, dan kaca yang buram diganti dengan yang masih kinclong.
Lalu yang membuat gue merasa surprise adalah, sebuah lukisan berukuran 1,5 × 1 meter yang tergantung di dinding ruang keluarga. Lukisan itu sangat istimewa, karena berupa foto kedua orang tua gue ketika masih muda. Tanpa terasa air mata gue menitik penuh keharuan.
Gue masih menatap foto itu dengan takjub, sampai akhirnya gue harus menoleh ke arah mas ojob yang memeluk dari belakang dan membelai perut gue dengan pelan.
"Kamu suka kan, Sayang?" bisiknya dengan mesra di telinga gue. Desah nafas hangatnya membuat gue merinding, Sob.
Gue menggeliat dalam pelukan mas ojob. "Suka! Lukisan itu indah banget. Terlihat asli." gue sentuh rahang mas ojob yang licin karena rajin bercukur.
"Aku menemukan foto itu di album kenangan milik kanjeng papi. Terus kubawa ke teman untuk direpro menjadi lukisan. Ya syukur deh, kalau kamu suka!"
Gue membalikkan badan dan menatap mas ojob dengan penuh cinta.
__ADS_1
"Terima kasih atas hadiahnya, Sayang!" Gue hadiahkan sebuah ciuman singkat di bibir mas ojob.
"Ada hadiah buat dudung juga kan?"
Dudung? Yep, akhirnya sekarang gue tahu siapa itu si dudung. Dia adalah adik kecilnya mas ojob, si magnum yang setiap malam membuat gue menggelinjang penuh kenikmatan sampai akhirnya gue menjadi hamil.
"Dung... dudung... kamu juga minta jatah ya!" Gue dengan iseng membelai si dudung dari balik celana kain yang di pakai mas ojob.
"Ish.... " Mas ojob menegur gue, dan gue hanya tertawa. Soalnya gue suka banget mengerjai si dudung. Dari dia tidur, sampai bangun tidur, dari imut - imut sampai menjadi keras, panjang, dan berurat. Pokoknya si dudung sangat - sangat menggemaskan. Xixixixi....
കകകകക
Acara pengajian baru saja usai digelar, semua tamu sudah pulang. Yang masih sibuk menjadi perusuh dan pembantu menghabiskan makanan adalah Bobby and the gank.
"Wes yo nduk, Papi karo Mami mulih dhisik!"
(Sudah ya nak, Papi dan Mami pulang dulu!)
Gue, suami, dan teman - teman gue segera menyalami dan sun punggung tangan ke kanjeng mami dan kanjeng papi.
Setelah saling berbalas salam, mertua dan ipar gue berlalu. Bobby pun mulai berkomentar.
"Kalau gue nggak pacaran sama Rayya, gue pasti gebetin adik ipar Lo!" celetuk Bobby sambil menatap kepergian Yuna.
"Tidak akan aku ijinkan!" Mas ojob langsung menonyor Bobby.
Gurauan kami terhenti saat ada seseorang yang mengucapkan salam.
"Assalamualaikum...!"
"Waalaikumsalam!" Kami menjawab dengan serempak.
__ADS_1
Tampak mas Lanang datang sambil menggandeng seorang perempuan yang cantik dan seksi.
"Sorry gue datang telat, tadi gue nungguin dia selesai siaran dulu. Kenalin nih pacar gue!"
Kehebohan dan keceriaan segera memenuhi ruang tamu. Akhirnya mas Lanang menemukan soulmate nya juga.
കകകകക
Gue sedang berbaring di kamar, akhirnya tamu - tamu kita sudah pulang. Uh capeknya....
"Sialan si Lanang. Beruntung banget dapat cewek seksi!" ucapan mas ojob langsung membuat gue jelez, Sob. Bisa - bisanya mas ojob memuji perempuan lain di depan istrinya yang sedang hamil. Gue segera meraih bantal dan melemparkannya ke arah mas ojob.
"Kok marah!" Mas ojob malah menegur gue. Dasar suami tidak peka! Gue langsung cemberut. Rasanya gue ingin menangis, Sob. Ternyata mas ojob tidak bisa berubah. Kalau melihat perempuan cantik masih saja keganjenan. Padahal setiap malam, gue selalu siap sedia untuk memuaskan hasratnya. Kenapa harus melihat wanita yang berbeda kalau tujuan yang mereka incar itu sama?
Gue bersiap balik badan untuk pindah tidur ke kamar lain.
"Ups... jangan marah dong, Sayang!" Mas ojob menahan tubuh gue dan mengunci tubuh gue ke dalam pelukannya.
"Aku cemburu! Mamas masih aja suka lirik - lirik cewe remasable. Nggak kapok apa ya sampai dituduh menghamili perempuan lain!"
Mas ojob tertawa. "Hanya khilaf mata, Sayang.... hati Mamas tetep untuk kamu!"
Gue hanya mencebik, seorang cowok player seperti mas ojob mana bisa dipercaya?
"Mamas udah kapok melihat barang remasable tapi nggak ori. Mending seperti ini aja. Biar kecil tapi asli!"
Mas ojob mulai memainkan buah dada gue yang kini lebih berisi karena efek kehamilan.
Remasan tangan mas ojob membuat gue geli.
"Jatah buat dudung jadi kan?" Mas ojob mengingatkan sambil membopong tubuh gue untuk dibaringkan di ranjang. Gue tersenyum. Main sama dudung? Hayuk ah.
__ADS_1
Malam ini gue menjadi wanita paling bahagia di dunia, akhirnya gue bisa menikmati percintaan tanpa harus menahan desah dan teriakan lagi. Semoga kebahagiaan gue akan langgeng sampai kami beranjak tua nanti. Amin
Finish