
Semua Mata tertuju kepada pasangan bahagia malam ini. media pun berlomba-lomba memotret mereka. Titha mengalungkan tangannya ke lengan Jay. Mereka terlihat sangat serasi...
acara berlangsung tanpa hambatan dan acaranya pun selesai. Semua kembali ke kamar masing - masing dan tamu lainnya juga sudah kembali ke rumah masing - masing. Begitupun dengan pasangan ini, mereka bergegas masuk kamar....
"Kok perias nya gak ada" (Titha dengan wajah gelisah) sedangkan Jay sudah masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya.30 menit kemudian Jay keluar dengan telanjang dada, dengan cepat Titha membalikkan wajah nya karena tidak ingin melihat pemandangan yang baru saja keluar dari kamar mandi.
" Kenapa belum ganti baju,,,?'' tanya Jay.
"Anu itu..... "( belum sempat dia melanjutkan pembicaraannya Jay sudah berdiri didepannya).
"Kenapa,ini bajunya susah dibuka?''Tanya Jay.
__ADS_1
"Harus tunggu perias nya dlu untuk melepaskannya", (ucap Titha yang sudah mulai keringatan padahal AC sudah onπ).
"Sini saya bantu melepasnya.... " (dengan cepat dia menarik resleting baju istrinya). Titha dengan salah tingkah tidak tau harus berbuat apa.
"Kakak, sudah yah nanti saya buka sendiri.kakak pakai baju saja dlu".
Dengan cepat dia berlari menuju kamar mandi dengan baju yang sudah terbuka bagian belakang... Dia pun membersihkan tubuhnya. Hampir sejam dia dikamar mandi tapi dia belum keluar juga. Jay segara mengetuk pintu kamar mandi.
Dia membuka pintu pelan - pelan berharap tidak didengar oleh suaminya. Ternyata dalam kamar dia tidak melihat sosok suaminya tersebut. Dia berjalan dengan santai menuju tempat pakaian tapi betapa terkejutnya Saat dia mendengar suara suaminya yang sudah ada dibelakangnya...
"Kakak, bisa berbalik badan nggak... setidaknya saya sudah pakaian... π£" ucap Titha.Tapi Jay tidak memperdulikan perkataan istrinya. Dia malah mendekati dan semakin dekat... Titha sudah mulai keringat dingin saat merasakan hembusan angin di telinganya... Jay seakan akan terhipnotis dengan pemandangan yang belum pernah diliat sebelumnya.
__ADS_1
"Sayang...... " (Jay berbisik di telinga Titha dan mulai melingkar kan tangannya ke pinggang kecil istrinya itu).Titha mulai meronta, dia belum terbiasa disentuh oleh lawan jenisnya.
"Kak, jangan gini iiiih... "ucap Titha.
Tapi Jay tidak menghiraukan perkataan wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu. Jay pun mengeratkan pelukannya dan menggendong Titha ke kasur dan mulai aksinya. Mengecup Jidat, mata, hidung dan ke dua pipinya. Titha mulai melemas, dia sudah pasrah dan mulai berdamai dengan keadaan. Tangan Jay mulai nakal,Titha mau teriak tapi dengan cepat Jay, menutup nya dengan bibir seksinya. dia mulai bermain di sana seakan akan itu adalah permen yang sangat enak. Tangan Jay mulai mengabsen satu persatu milik istrinya. Nafas mereka pun sudah mulai tak beraturan. Jay sudah melepas pakaiannya dan handuk Titha sudah terlepas dari tadi. Jay mulai melakukan aksinya tapi ternyata itu tidak semudah dia pikir. Dia harus kerja keras untuk mencapai kenikmatan yang sesungguhnya. Semakin dia berusaha semakin Titha merasakan sakit yang luar biasa. Tekanan demi tekanan malah membuat istrinya kesakitan.
"Tahan sayang,,,, "ucap Jay. "Kak, bisa berhenti nggak... ini perih πππ...". Jay pun tidak tega melihat Istrinya yang menangis kesakitan. Dia berhenti melakukan aksinya dan memeluk erat istrinya.
"Maaf sayang... "( mencium pucuk kepala istrinya).Jay pun berdiri menuju kamar mandi untuk menuntaskan kegiatan yang belum selesai.
"Maaf Kecebong- kecebong nya Papah.... "ucap Jay setelah melakukan permainan solo. Jay keluar dan mendapati istrinya sudah tertidur pulas.... Jay pun tertidur di samping istrinya dengan memeluk erat pinggang kecil istrinya tersebut.
__ADS_1
...****************...