
Shella yang telah menjadi ratu beberapa bulan terakhir setelah Titha memutuskan untuk pergi dari rumah kini mulai terganggu dengan kemunculan si bule mantan kekasihnya.
" Kenapa dia muncul disaat yang tidak tepat.kalau Jay mengetahui kalau yang Aku kandung bukan anaknya,pasti dia akan mengusirku dari rumah ini" Monolog Shella yang gelisah berjalan kesana kemari di balkon kamarnya.
📞 Willy
" Ngapain lagi dia menelpon" Kesal wanita hamil itu.
" Halo,Please don't contact me again" Shella memohon kepada mantannya.
Perdebatan mereka terlihat sangat menegangkan. Shella tidak sadar dan berteriak. Jay pun ke kamarnya untuk melihat Shella.
" Ada apa? Kenapa berteriak?" Tanya Jay yang sedikit panik.
'' Eh anu ini gak apa - apa. Tadi aku cuma tes - tes suara aja soalnya akhir - akhir ini suaraku agak berat" Shella membela diri.
" Tidak mungkin.pasti ini berhubungan dengan percakapannya ditelpon tadi" Batin Jay yang tidak mempercayai perkataan Shella.
__ADS_1
Jay pun meninggalkan Shella yang terlihat pucat.
Beda dengan Yolan yang setia menjaga Titha.Dia seperti seorang suami siaga. Apalagi Titha tengah berbadan dua jadi harus selalu di dampingi. Ruangan Titha selalu jadi pusat perhatian para suster dan dokter karena di dalam ruangan VIP itu ada seorang artis ganteng.Tak jarang ruangan tersebut sunyi karena para perawat sengaja masuk untuk cek.baik itu cek infus atau keadaan pasien.tidak seperti biasanya,pasien dicek tiap sejam atau 2 jam sekali.
" Hmm, ruangan saya kayak toko" Ucap Titha dengan serius.
" Maksudnya" Yolan kebingungan.
" Tiap 5 Menit selalu dikunjungi oleh dokter atau suster.Saya ibarat barang jualan dan penjualnya adalah Kakak 🤣'' Canda Titha yang membuat Yolan semakin kebingungan.
" Apa sih Ta, sumpah aku gak ngerti maksudnya" baby face Yolan semakin nampak.
" Loh,kan memang itu tugasnya mereka cek perkembangan kesehatan pasien" Kata Yolan dengan serius.
" Kakak ini umur berapa sih? kok keliatan polos banget. Mereka rajin kunjungi saya karena ada artis di kamar ini 😜" Wanita hamil muda itu tertawa seperti orang yang tidak sakit. Dia sangat bahagia meledek sahabatnya itu.
" Hei, kamu juga sadar gak sih.Kamu itu baru sudah menjalani operasi berat.Tidak boleh banyak gerak dulu.Tertawa seperti orang sehat aja" Yolan menegur Titha karena bersikap seperti orang sehat.
__ADS_1
" hihihi..ngomong - ngomong Kakak kok belum nikah? kan sudah pantas banget untuk punya pendamping.
" Aku belum siap.lagian wanita yang aku sukai sudah memilih orang lain'' Ucap Yolan tersenyum sambil melirik ke arah Titha.
" Yah,kan wanita banyak diluar sana".
" Jangan bahas itu lagi.sekarang kamu istirahat supaya cepat sembuh dan pulang ke Apartemen karena Aku gak ingin jadi pusat perhatian ditempat ini" Yolan membenarkan selimut sahabatnya yang dicintainya itu.
" Aku akan terus disini karena Sarah tadi pamit mau pulang ke rumahnya" Ucap Yolan.
" Siap kakak " ( Titha memejamkan mata dan Yolan kembali duduk di sofa).
" Cepat sembuh yah Ta.Kamu segalanya bagiku.Tidak akan aku biarkan kamu merasa sendiri.Apalagi membiarkan orang - orang diluar sana menyakitimu " Kata Yolan dalam hati.
Di ruangan kerja, Jay yang dari tadi kebingungan dengan sikap Shella tiba - tiba teringat dengan istri pertamanya.
" Kamu Sekarang dimana? Apa kamu bahagia? sampai saat ini aku masih sangat mencintaimu" Monolog Jay di ruangan sunyi dan kedap suara itu.
__ADS_1
...****************...