Jodohku Seorang Idola

Jodohku Seorang Idola
Malu


__ADS_3

" Malam yang begitu dingin. Cuaca yang tidak bersahabat. Semua sahabat Jay telah kembali ke Apartemen. Jay pun kembali ke kamarnya dan melihat Istrinya sudah tidur terlelap.


" Maafkan Aku sayang sudah lalai menjagamu. Kamu sangat menderita dan Aku nggak tahu sama sekali. Aku janji, mulai saat ini Aku akan menjaga dan selalu melindungi Kamu. Tidak ada yang boleh menyentuh apalagi menyakiti mu" Batin Jay melihat Istrinya tertidur pulas.


Jay pun ikut tertidur disamping Istrinya. Lain halnya dengan Yolan yang masih terjaga. Dia terus sibuk di depan laptop, menyelesaikan proyek Lagu baru. Dia benar - benar lupa dengan kebahagiaan dirinya. Seakan-akan musik adalah dunianya. Banyak wanita yang selalu me follow akunnya namun tidak pernah di respon. Baginya wanita hanyalah penghalang karirnya. Tapi tidak berlaku buat sahabat tercintanya. Yah, Dia adalah Titha. Wanita sederhana namun sangat menarik dimatanya. Meskipun mustahil untuk bisa mendapatkan cintanya tapi itu tidak masalah baginya. Titha bahagia, Itu sudah cukup baginya.


" Sayang, Kapan waktu kontrol ke dokter kandungan?'' Ujar Jay


" Saya belum pernah kontrol malah. Tapi Kak Yolan bilang kandungan ku sehat" Kata Titha menjawab pertanyaan Suaminya.


" Loh, kok Yolan sih. Memangnya Dia Dokter?" Jay sedikit heran.


" Bukannya begitu Kak. Waktu kecelakaan bulan lalu, kata Kak Yolan Dokter sempat memeriksa kandungan saya. Takutnya kena benturan, begitu".


" Kalau begitu hari ini kita cek lagi ke rumah sakit, tidak boleh menolak ".


" Siap Kak. Tapi kita di rumah sakit tempat Saya kerja yah. Sekalian ketemu kepala rumah sakit soalnya sudah lama Saya nggak masuk".


" Baiklah. Habis sarapan kita ke sana".


Der .... der .... der ....


📞 Mama


" Halo Mama, Apa kabar?" Jay menerima telpon.

__ADS_1


" Halo Sayang, Mama Papa baik Nak. Gimana Istrimu? Apa dia sehat?".


" Dia sehat Ma. Rencana hari ini Kami mau kontrol kandungan. Mudah - mudahan sudah bisa dilihat jenis kelaminnya ".


" Biasanya kalau baru 4 bulan, belum kelihatan sayang. Tunggu 7 bulan, Jenis kelaminnya sudah jelas di umur segitu".


" Oh kirain sudah bisa, hehehe...".


" Sampaikan salam maaf mama yah karena sudah meragukannya" Mama Jay mengakhiri telponnya dengan harapan menantunya diberikan kesehatan.


" Siapa yang nelpon Kak?" Titha masuk kamar dan sempat mendengar Suaminya mengakhiri telponnya.


" Mama sayang. Dia minta maaf karena sudah membuat rumah tangga kita hampir hancur".


" Sudah di maafin kok Kak. Nggak usah di ingat lagi, Kan kita sudah bersama lagi. Mudah - mudahan itu masalah pertama dan terakhir".


" Mandi bareng yuk...! Ajak Jay ke Istrinya.


" Kakak duluan aja " Mendorong manja Suaminya.


" Ayolah sayang".


" Ih, dasar mesum ".


" Selamat pagi Dokter Titha. Gimana kabarnya?" Sapa Dokter kandungan yang kebetulan rekan kerja wanita tersebut.

__ADS_1


" Pagi Dok, Alhamdulillah Saya baik - baik saja. Perkenalkan ini Suami Saya".


" Hai, Saya salah satu fans kalian" Dokter itu terlihat bahagia ketemu langsung dengan sang idola.


" Terima kasih Dok".


" Baik, kita akan melihat Bayi kalian" Dokter mulai memeriksa Titha.


" Usia kehamilan sudah memasuki bulan ke 4. Kayaknya sudah bisa diketahui jenis kelaminnya meskipun belum terlalu jelas" Ucap Dokter.


"Benarkah? Jay penasaran dengan perkataan Dokter tersebut.


" Hem, Mudah - mudahan Saya nggak salah. Bayinya Cowok dan Dia sehat ".


" Terima kasih Dok " Jay sangat senang mendengarnya.


" Dok,boleh nanya nggak? Jay kembali bertanya ke Dokter kandungan tersebut.


" Tentu, Anda mau nanya apa?"


" Apa kami boleh melakukan hubungan suami istri kapan pun kami menginginkan?" Ucap Jay yang ditanggapi lucu oleh Dokter.


" Boleh dong asal hati - hati dan tidak boleh menekan perut sang Istri apalagi jika kandungan memasuki usia 8 sampai 9 bulan, harus rajin - rajin dikunjungi Dedeknya supaya persalinan dimudahkan " Ujar Dokter dengan jelas.


" Ih Kakak apa - apaan sih, malu tau sama Dokternya?" Titha terlihat malu di depan rekan kerjanya tersebut.

__ADS_1


" Nggak usah malu lah Dok. Kan Dokter juga tau kalau masalah begituan 😆" Dokter kandungan itu sempat bercanda sebelum mereka pamit.


...****************...


__ADS_2