Jodohku Seorang Idola

Jodohku Seorang Idola
Hadiah Ulang Tahun Titha


__ADS_3

Rumah tangga yang selalu harmonis dan tak sedikit pun mereka lewati tanpa kebersamaan. Kehadiran seorang anak, semakin menambah kebahagian mereka. Begitupun dengan para sahabatnya.Mereka sudah lupa untuk mencari pendamping. Kasih sayang yang mereka miliki hanya tercurah buat Al Fatih seorang.


" Apa kalian tidak ada niat untuk menikah? " Tanya Jay yang memperhatikan para sahabatnya.


" Nanti ajalah Bro. Untuk sekarang Kami masih ingin menikmati masa bujang 😄" Ucap Vey.


" Enak loh kalau sudah punya Istri" Ujar Jay.


" Kan ada Al yang bisa kami cium 😅" Kata Joshua bercanda.


"Bisa - bisa kalian jadi bujang lapuk kalau begitu" Kata Jay menertawai para sahabatnya.


Tanggal 28 Agustus adalah hari kelahiran Titha. Jay sudah mempersiapkan kejutan buat Istrinya. Sedangkan ke enam bujang juga sudah mempersiapkan pesta buat wanita kesayangan mereka.


" Sayang, Aku mau ke studio dulu yah. Mungkin pulangnya agak malam" Ucap Jay langsung keluar kamar.


" Kok pulang malam sih. Lupa apa kalau hari ini istrinya ulangtahun " Ucap Titha komat kamit setelah suaminya keluar kamar.


" Bro, mau minta tolong nih. Jemput istri Aku yah. Entar Aku kirim alamatnya" Jay berbicara dengan seseorang di telpon genggamnya.


" Siap Bro. Kalau Al, Aku bawah juga nggak? " Kata orang tersebut.


" Jelas dong Bro. Pukul 12.30 yah. Aku tunggu dan jangan lupa beritahu teman - teman juga datang tapi sebelum Kamu dan istriku tiba" Ucap Jay dan menutup telponnya.

__ADS_1


...----------------...


Pip... Pip... Pip... ( Klakson mobil).


" Siapa sih ?" Gerutu Titha dan membuka pintu.


" Ta, Siap - siap yuk ! Teriak Vey dalam mobilnya.


" Turun dulu dong Vey " Ucap Titha kesal.


Vey turun dari mobilnya dan langsung masuk rumah melewati Titha.


" Dasar bujang aneh " Gerutu Titha dan mengikuti Vey.


" Paman.....!!!" Al keluar kamar dan berlari menuju pelukan Vey.


" Hei, kesayangan Paman. Ayo kita keluar ! Paman bosan di Apartemen " Ucap Vey tanpa melepas pelukan ponakan manisnya itu.


" Mama juga ikut yah? " Kata Anak itu.


" Iya dong. Kan Mama yang akan mentraktir kita makan 🤭" Ucap Vey.


" Hei, apa - apaan nih. Masa Saya yang harus traktir. Kan Kamu yang mengajak" Titha kesal dengan perkataan sahabatnya.

__ADS_1


" Iyah Nyonya, nanti Aku yang traktir kalian. Tapi sekarang ganti baju sono".


" Ayo Al, Kita ganti baju dulu".Ajak Titha ke Anaknya.


...----------------...


" Ayo kita turun ! " Ajak Vey di depan sebuah bangunan yang masih tertutup tirai merah.


" Kok di sini sih. Bukannya kita mau makan? " Titha heran karena ini bukan kawasan kuliner.


" Ayo kita turun dulu. Nanti aja makan - makannya" Ucap Vey dan membuka pintu buat Titha yang masih kebingungan.


Vey sudah mengkonfirmasi ke Jay kalau mereka sudah berada di depan bangunan.


" Ada apa sih Vey, Kok kita cuma berdiri disini aja" Gerutu Titha dengan muka kusut.


Seketika Tirai terbuka dan Titha yang tadinya kesal berubah jadi kereta melihat bangunan mewah di depannya. Banyak orang yang sudah berdiri di balik tirai tadi termasuk Wartawan yang sudah melancarkan tugas mereka.


" Vey .... 🥲" Titha tidak bisa berkata - kata lagi dan Jay mendekati istrinya.


" Selamat ulang tahun sayang. Maaf yah, ucapannya telat bukan karena lupa tapi karena ingin memberikan kejutan" Ujar Jay menghapus air mata istrinya.


" Sayang ini hadiah buat Kamu. Rumah sakit yang baru selesai karena sempat di pending tahun kemarin" Ucap Jay dan menuntun Istrinya untuk memotong pita.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2