
Memasuki bulan ke 4.Perut Dokter mungil sederhana itu mulai menonjol.Pakaiannya sudah agak ketat.Dia memerlukan pakaian yang agak longgar.Hari libur telah tiba dia memutuskan untuk ke mall belanja keperluannya.Dia juga mengajak ART barunya untuk menemaninya.Tidak lupa dia juga membelikan beberapa pasang pakaian buat ARTnya itu.Sehabis belanja,mereka menyempatkam makan dan minum di Resto mall.
" Mbak pernah berkeluarga tidak?" Titha bertanya pada ARTnya.
" Pernah tapi kami sudah cerai karena sesuatu hal"
" Oh iya,hampir sama yah dengan kasus ku.Cuma statusku tidak jelas karena saya belum pernah tanda tangan surat cerai 😌" Ucap wanita hamil tapi kelihatan cantik.
Restoran Sangat ramai,sampai - sampai Titha tidak menyadari kalau ada Shella yang dari tadi memperhatikannya.
" Ternyata kamu masih ada di Jakarta.Kamu tidak boleh muncul dihadapan Jay.Kalau perlu kamu harus lenyap dari muka bumi ini" Batin Shella yang punya rencana buruk terhadap Titha.
Mereka sudah selesai makan.Saatnya untuk balik ke Apartemen. Sambil menunggu pesanan grab,Titha menghampiri penjual manisan ditepi jalan.Tiba - tiba sebuah mobil dengan kecepatan diatas rata - rata menyambar wanita berjilbab yang sementara hamil.Semua orang yang melihatnya langsung menolong wanita itu sedangkan ARTnya sudah sangat panik dan segera menelpon Yolan.
" Pak Yolan,maaf Aaaa .... Aku ...." Cara bicara ART itu tidak jelas.
" Ada apa? " Yolan ikut panik.
" Ini Anu Pak, Ibu Titha kecelakaan".
" Apaaa?" Kalian dimana? Sudah ada Ambulance gak?".
__ADS_1
" Masih depan Mall Pak.Kami juga sementara menunggu Ambulans" Ucap ARTnya
" Terus keadaan Titha gimana?".
" Dia kayaknya pingsan dan kepalanya berdarah ".
" Baik,Aku segera ke sana".
" Gak usah ke sini pak.Bapak langsung aja ke rumah sakit terdekat " Kata wanita utusan Yolan untuk menemani Titha.
Tanpa menunggu lama - lama,Pria itu segera meninggalkan Apartemen kontrakan Bandnya. Hanya butuh 15 menit perjalanan dari tempatnya menuju rumah sakit.Dia kembali menelpon ART tersebut tapi serine Ambulance menghentikannya.Dia sangat yakin kalau itu mobil yang bawah Titha.Pria itu segera mendekati Ambulance dan terlihat ARTnya turun dari kendaraan tersebut.
"Ya Ampun Ta,kamu harus kuat" ( Pria itu terus memegang tangan mungil Titha yang sudah dingin).
" Segera bawa ke Ruang ICU" Dokter memerintahkan para perawat.
" Dok,tolong lakukan yang terbaik, selamatkan dia dan bayinya" Yolan memohon ke Dokter dengan cucuran air mata yang tak henti - hentinya.
" Kami akan berusaha.Anda juga harus bantu kami dengan do'a".
Selang beberapa menit, suster keluar dengan tergesa - gesa.
__ADS_1
" Ada apa Suster?" Tanya Yolan ke Susternya.
" Pasien kritis.Dia harus segera di operasi" Ucap Suster tersebut.
Para perawat mendorong ranjang yang ditempati Titha untuk ke ruang operasi.Lagi - lagi Yolan berusaha menggapai tangan wanita itu.
" Ta,Kamu harus bertahan" Yolan memberikan semangat walaupun pasien tersebut belum sadarkan diri.
4 Jam berlalu.Lampu peringatan ruangan operasi sudah mati. Yolan dan ARTnya berdiri menunggu di depan ruangan tersebut.Dokter pun keluar dengan muka tegang.
" Dok,gimana Sahabat Aku?" Tanya Yolan dengan panik.
" Kandungannya aman.tapi kepalanya mengalami benturan begitu keras jadinya kami harus menindaki dengan operasi.Kita tunggu dia sadar baru liat perkembangannya.mudah - mudahan tidak ada masalah". Dokter itu menjelaskan dengan sangat hati - hati karena lawan bicaranya seorang Artis.
" Kapan Aku bisa menjenguknya?"
" Sekarang juga boleh,tapi tunggu perawat memindahkan ke ruang perawatan.Permisi Pak" Ucap Dokternya dan pamit ke ruangannya.
" Terima kasih Dok" Ucap Yolan
...****************...
__ADS_1