
'' Chiye, ada yang habis mengulang bulan madu" Hahaha, semua staf dan member mengganggu pasangan yang lagi berbahagia.
" Iya dong, dari pada kalian main solo melulu 😜" Jay meledek kembali teman - temannya.
Perjalanan yang cukup jauh namun mereka sangat menikmatinya. Terutama pasangan yang baru saja dipertemukan setelah dipisahkan oleh masalah. Jay terus menggenggam tangan istrinya. Tak sedetikpun dia melepaskan genggamannya. Selain itu, Titha yang sudah sangat lelah menyandarkan kepalanya dipundak suaminya.
Yolan yang tidak tega melihat sahabatnya tertidur sambil duduk, Dia mengatur cara supaya wanita itu bisa tidur nyenyak.
" Jay, kita tukaran tempat duduk. Kalian disini aja, Kami yang akan duduk ditempat mu. Kasian istri kamu yang tidurnya tidak nyaman" Usul Yolan.
Mereka pun bertukar posisi. Titha akhirnya bisa merebahkan kepalanya di paha suaminya meskipun kaki tetap tertekuk.
" Aku harap kalian selalu hidup bahagia tanpa ada pihak ke tiga yang mengganggu rumah tangga dan kehidupan kalian" Batin Yolan yang ikut bahagia melihat ke dua sahabatnya akhirnya bersatu kembali.
Akhirnya mereka tiba di Jakarta. Para member ke Apartemen sedangkan Jay dan istrinya kembali ke rumahnya.
" Bibi '' Titha mencari sosok wanita setengah baya dirumah tersebut.
" Nak Titha, akhirnya datang juga" ART itu sangat senang melihat kedatangan majikannya.
__ADS_1
" Bibi, Apa kamarnya sudah siap?" Tanya Jay kepada ARTnya.
'' Iya, semoga nak Titha suka dengan kamar barunya ".
'' Kamar baru?'' Titha heran dengan perkataan ARTnya tersebut.
" Mulai hari ini, kita tidur dikamar bawah. Kan kamu lagi hamil. Kasian kalau harus turun naik tangga apalagi jika perut kamu sudah gede😁'' Ucap Jay memberi penjelasan kepada istrinya.
Jay segera menggandeng tangan istrinya menuju kamarnya. Dengan nuansa putih bersih dan cukup luas buat mereka berdua.
" Wah Kak,ini kan dulu ruangannya kecil. Kok jadi luas gini" Kata Titha terkesima melihat kamar barunya.
" Ih Kakak..." Titha memukul manja suaminya dan suaminya langsung menangkap tangan istrinya.
" Sayang, maafkan Aku yah. Selama 4 bulan ini Aku tidak ada di saat Kamu membutuhkan. Bagaimana Kamu melewati hari - hari mu sendirian. Saat Kamu ingin makan ini, makan itu. Saat Kamu takut dengan suara hujan dan petir" Jay sangat menyesal dan sangat sedih mengingat perjalanan istrinya yang dia lewati sendirian.
" Aku nggak sendirian kok Kak. Ada bayi kita yang selalu memberiku semangat untuk berjuang dan ada Kak Yolan" Ucap Titha dengan genangan air mata.
" Apa maksudnya Yolan".
__ADS_1
" Iya Kak. Waktu itu, Kak Yolan mendapati Saya di pantai. dan sejak itu, Dia yang selalu menolongku dan memberikan tumpangan di Apartemennya".
" Loh, kok Dia nggak ngasih tahu Aku".
" Saya melarang Dia untuk memberi tahu Kakak. Takutnya hanya akan mengganggu rumah tangga Kakak".
" Yolan sangat mencintaimu. Dia belum bisa melupakan dirimu" Ucap Jay dengan kepala tertunduk.
" Iya Kak. Dia sangat menyayangi Saya seperti seorang Kakak ke adiknya. Dia sangat baik. Kita harusnya berterima kasih kepada Kak Yolan karena Dia yang telah mempertemukan kita kembali"
" Hem, Bagaimana kalau besok kita undang semua teman - teman makan malam disini" Usul Jay dengan nada suaranya yang lembut.
" Usulan yang bagus. Besok Saya dan Bibi akan memasak enak buat makan malam kita".
" Kamu aja yang atur sayang asal jangan terlalu kuras tenaga" Suaminya mencolek pinggang istrinya.
" Siap Kak".
Jay mengecup pucuk kepala istrinya dan kembali istrinya itu memeluk suaminya.
__ADS_1
...****************...