
"Hei Bro, apa kita boleh masuk melihat Titha? " Tanya Yolan terengah-engah.
" Sabar Bro, Kita pasti akan bertemu sama Dia. Tapi tunggu perawat memindahkannya ke ruang perawatan" Ucap Jonathan.
" Bayi... Kita belum melihat bayinya" Kata Yolan.
" Kita bisa melihat di balik kaca aja. Soalnya bayinya masih sensitif" Ucap Vey yang pertama kali melihat bayi yang lahir prematur.
" Bayi lucu. Cepat besar yah malaikat kecilnya Paman" Ucap Yolan di balik kaca.
" Hei, Apa kamu lagi melihat bayinya? " Tanya Jay yang baru sempat mengunjungi buah hatinya.
" Iya Bro. Coba lihat kaki dan tangan mungilnya. Dia sangat aktif, Kayaknya mirip Kamu Bro" Ujar Yolan yang masih memandangi Bayi itu.
" Benar sekali, Sudah nggak sabar bermain dengan Dia" Ucap Jay bahagia.
" Apa kalian sudah persiapkan kebutuhan anak kalian? " Tanya Yolan.
" Kayaknya belum. Karena Aku pernah mengajak Titha untuk belanja keperluan lahiran tapi Dia nggak mau. Katanya nggak boleh persiapkan begituan sebelum Dedek bayi lahir" Kata Jay.
__ADS_1
" Kalau begitu Aku sama Joshua aja yang belanja. Lagian Titha baru saja melewati masa kritisnya jadi Dia harus istirahat" Ujar Yolan.
" Terserah kalian aja Bro. Saya juga nggak bisa meninggalkan Istri dan anakku sendiri jadi Aku serahkan sama kalian semua " Kata Jay dan ingin menyerahkan kartu kreditnya ke Yolan tapi ditolak oleh sahabatnya tersebut.
" Kami tidak butuh kartu kreditmu. Sudah... Aku mau temui adik kesayangan dulu" Ucap Yolan dan meninggalkan Jay menuju kamar perawatan Titha.
" Hai, Gimana perasaan kamu sekarang? Tanya Yolan ke Titha.
" Udah baikan Kok Kak. Terima kasih untuk kesekian kalinya, Kakak selalu ada pada saat Aku benar - benar membutuhkan ".
" Jangan pernah ucapkan kata - kata itu. Kamu adik perempuan Aku satu - satunya meskipun kita nggak punya hubungan darah tapi itulah keputusanku" Kata Yolan.
Yolan tersenyum bahagia melihat wanita itu kembali ceria setelah drop karena keracunan kehamilan.
"Saya pengen sekali melihat Bayinya. Tolong bilang ke Dokter yah Kak? ".
" Ini sudah jauh malam. Jay dan teman - teman juga sudah ada di sana jaga dari luar karena kita belum bisa melihatnya langsung tapi besok pagi Aku ijin ke Dokternya yah. Kamu istirahat aja dulu, Aku akan memanggil suamimu " Kata Yolan dan meninggalkan Titha.
"Jay, Kamu kembali aja ke kamar temani istrimu. Kami akan berjaga di sini" Ucap Yolan.
__ADS_1
" Terima kasih Bro.Kalian memang sahabat terbaik" Ujar Jay dan berdiri menuju kamar perawatan istrinya.
...----------------...
2 Hari telah berlalu, kini kondisi Titha mulai membaik. Dia sudah di Ijinkan untuk pulang ke rumah tapi Bayinya masih di inkubator jadi belum bisa di bawah pulang.
" Sayang, keperluan Bayi kita sudah lengkap. Mereka sudah siapkan semua dirumah. Tinggal menunggu Dedek Bayinya pulang" Ucap Jay yang sudah membawa istrinya pulang ke rumah mereka.
" Best Uncle's " Kata Titha tersenyum bahagia.
" Kakak, Kita belum pernah mencarikan nama buat Dedeknya. Kok Kita sampai nggak kepikiran yah? " Kata Titha.
" Iya yah"Mereka pun duduk di sofa tanpa ada suara.
" Bagaimana kalau Al fatih? Kalau nanti Dia punya adik perempuan kita kasih nama Fatihah 😁" Ucap Titha kegirangan.
" Bagus juga. Deal, Nama Dedeknya Al fatih".
" Besok kita ke rumah sakit yah jenguk anak kita. Mudah - mudahan bisa dibawa pulang " Kata Titha.
__ADS_1
'' Nanti sayang kalau umurnya sudah cukup sebulan baru bisa di bawah pulang " Ucap Pria ganteng itu merangkul istri cantiknya.