
Yolan segera menghubungi pihak rumah sakit karena mereka sudah panik. Sahabat - sahabatnya di Apartemen pun sudah mereka hubungi dan sudah menuju rumah sakit terdekat.
" Kalian nggak usah panik gitu. Saya baik - baik aja kok" Ujar Titha yang berusaha kuat di antara Sahabatnya.
" Gimana nggak panik, Bernafas saja kamu terlihat setengah mati mengaturnya" Ucap Yolan.
"Orang hamil memang begitu Kakak".
15 menit berlalu. Mereka pun tiba di rumah sakit dan disambut oleh beberapa Dokter, Perawat dan ke tiga Sahabatnya yang sudah sampai lebih dahulu.
" Saya seperti Ibu Negara aja di sambut begini" Ucap Titha bercanda meskipun terlihat kesusahan melangkah.
Mereka segara membawa Titha ke UGD karena Dokter juga sempat kaget melihat kondisi Wanita itu yang terlihat bengkak.
" Ibu Titha mengalami keracunan kehamilan " Ucap Dokter yang menangani dan seketika ke enam bujang yang mendampingi sangat kaget. Mereka tidak tau harus berbuat apa.
" Apa ini bahaya Dok? Terus apa solusinya?" Tanya Yolan.
" Yah, Bisa sembuh dengan cara melahirkan tapi Bayinya kembali muda karena baru 8 bulan" Jawab Dokter.
'' Maksudnya Dok? ".
" Tidak ada jalan lain selain operasi. Kalau tidak, akan membahayakan Ibu dan Bayinya" Ucap Dokter.
__ADS_1
" Saya hubungi Suaminya dulu Dok, Soalnya Dia di luar kota karena orang tuanya lagi sakit" Kata Yolan yang tidak ingin mengambil keputusan sendiri.
" Baiklah, Tapi harus cepat karena terlambat sedikit saja bisa berakibat fatal".
π Jay
" Halo, Gimana kabar Mama Bro? Ucap Yolan berbasa-basi sebelum ke inti pembicaraan.
" Mama lagi berjuang Bro. Keadaannya sangat kritis dan Papa sempat pingsan. Sekarang dirawat juga" Kata Jay dengan nada sedih.
" Yang sabar yah. Tapi Aku juga harus menyampaikan berita yang tidak enak" Ujar Yolan yang sebenarnya tidak sanggup mengatakannya.
" Ada apa? Apa Istriku baik - baik saja? " Kata Jay panik.
" Itu dia yang ingin Aku katakan. Kami terpaksa membawa Istrimu ke rumah sakit karena Dia mengeluh susah bernafas. Ternyata Dia keracunan kehamilan..." Ucap Yolan belum menyelesaikan kata - katanya tapi sudah di potong oleh Jay.
" Kata Dokter, Dia harus di operasi untuk menyelamatkan Ibu dan Bayinya" Kata Yolan.
" Jaga Istriku Broπ. Suruh Dokter melakukan yang terbaik buat Dia".
" Baik Bro. Dokter akan segera membawanya ke ruang operasi ".
" Telpon Aku yah, Kalau ada apa - apa" Kata Jay menyudahi pembicaraannya di telpon.
__ADS_1
" Maaf Pak, Ibu anda tidak bisa kami selamatkan" Ucap Dokter yang baru saja keluar dari kamar ICU.
" Apa? Sungguh berat cobaan_Mu Tuhan πππ" Ujar Jay.
Bodyguard Jay yang selalu setia menemaninya, Ikut menangis melihat Bosnya terlihat rapuh.
" Boy, hubungi salah satu sahabatku kalau Mama sudah tiada " Ucap Jay dengan tatapan kosong.
Jay tidak mampu berkata kata lagi. Ibunya baru saja meninggal, Ayahnya lagi terbaring lemah diruang perawatan dan Istrinya sedang berjuang untuk hidupnya.
" Papah, Mama sudah pergi π" Kata Jay memeluk Papahnya yang belum sadar. Seketika Papahnya kejang - kejang dan Jay sangat sok melihat pemandangan tersebut.
" Dokter.....!!! " Jay berteriak memanggil Dokter.
'' Maaf Pak, Anda tunggu di luar dulu".
" Dok, tolong Papah Akuπ".
" Maaf Pak Jay, Papah Anda sudah meninggal'' Kata Dokter pasrah.
" πππ Hukuman apa ini Tuhan? ".
Beberapa jam kemudian, Jay mengurus jenazah ke dua orang tuanya. Dia tidak lagi melakukan upacara apa pun. Semua di serahkan ke pihak rumah sakit sampai ke pemakaman. Setelah pemakaman selesai, Dia kembali ke Jakarta dengan penuh duka. Tapi Dia harus kuat karena ada Istrinya yang butuhkan dukungannya.
__ADS_1
Di lain tempat para ke enam bujang tidak bisa tenang karena selain mendengar berita kematian orang tua sahabatnya, Mereka juga lagi mencemaskan wanita kesayangan mereka di ruangan operasi.
...****************...