Jodohku Seorang Idola

Jodohku Seorang Idola
SIAGA


__ADS_3

Der... der... der...


📞 Mama....


" Halo Mama, Apa kabar? " Kata Jay mengawali pembicaraan mereka di telpon.


" Ini bukan Mama nak tapi Ini Papa" Jawab lawan telpon Jay yang ternyata Papahnya.


" Oh Papa, Kok pakai handphone Mama? ".


" Iya nak. Kami di rumah sakit sekarang. Semalam Mama tiba - tiba sesak dan kondisinya sangat kritis.Sampai sekarang Mama belum sadar juga. Papa takut kalau Mama kenapa - kenapa" Ucap Papa Jay dengan nada suara serak.


" Kok Papa baru bilang sekarang sih. Aku akan ke sana sekarang juga".


" Bagaimana dengan istrimu Nak? Dia lagi hamil besar. Tidak Mungkin Kamu meninggalkan Dia sendirian dan sangat beresiko jika Kamu membawanya ke sini" Ujar Pria paru bayah di telpon.


" Ada ART kok Papa dan Aku juga akan panggil sahabat - sahabat Aku untuk selalu Siaga di rumah Kami".


" Baiklah Nak. Maafkan Papa sudah merepotkan Kamu Nak " Sambungan telpon terputus dan Jay segera memberitahu Istrinya kalau Dia harus kunjungi Mamanya yang lagi sekarat.


" Sayang, nggak apa - apa kan Aku tinggal selama 3 hari? " Ucap Jay yang sudah memberi alasan tentang kepergiannya.

__ADS_1


" Nggak apa - apa kok Kak. Salam yah sama Mama dan Papa. Sampaikan permintaan maaf ku karena tidak bisa menjenguk mereka".


" Iya sayang. Aku juga akan menelpon penghuni Apartemen supaya melakukan piket siaga di rumah ini".


" Nggak usah Kakak. Kan ada Bibi ".


" Tapi kan Bibi cuma taunya memasak dan beres - beres. Kalau mereka bisa antar kamu kemana pun kami inginkan".


" Terserah Kakak aja".


" Baiklah Sayang, Aku mau siap. - siap dulu" Ucap Jay dan mengemasi pakaiannya.


Para bujang sudah mendapat telpon dari Jay. Mereka sepakat berbagi tugas untuk menjaga Bumil kesayangannya.


" Siap, Kami akan selalu Siaga demi Ibu Bos Kesayangan" Kata Joshua semangat.


" Ting ... tong... ( Bel berbunyi).


" Cowok- cowok ganteng, Ayo masuk " ART Jay mempersilahkan para Pria yang akan menjaga majikannya.


" Terima kasih Bibi. Titha mana? " Ucap Yolan yang tidak melihat keberadaan sahabat kesayangannya.

__ADS_1


" Oh, Kayaknya Nak Titha lagi shalat. Bibi sudah siapkan cemilan buat kalian".


" Bibi memang yang terbaik" Ucap Vey dan langsung menuju ruang keluarga untuk menikmati cemilan buatan ART tersebut.


" Halo semuanya! Sudah pada makan belum? " Sapa Titha yang baru saja keluar dari kamarnya.


" Hei, Bumil. Tadi kami mampir di resto sebelum ke sini " Ucap Jonathan ramah.


" Sebenarnya Saya juga pengen ikut ngemil tapi perut ini kayak sudah full jadinya susah untuk makan " Ujar Titha yang sedikit sedih.


" Makan 1 atau 2 aja Ta, Jangan di tahan - tahan" Kata Yolan.


" Sudah nggak bisa Kak. Ini saja rasanya sesak. mau duduk salah, mau tidur lebih - lebih🥺".


" Ta, Kamu baik - baik aja kan? " Tanya Yolan yang terlihat panik.


" Entahlah Kak. Perut ini kayak terasa beratnya. Kemarin - kemarin nggak gini - gini amat".


" Duh, gimana nih Bro? Kita bawah ke rumah sakit aja yah?" Ujar Jonathan yang terlihat ketakutan.


" Ta, kita ke rumah sakit yah? Ucap Yolan yang sudah tidak bisa tenang.

__ADS_1


" Iya Kak. Tapi nggak usah telpon Kak Jay. Nanti Dia khawatir" Kata Titha.


" Jon, Siapkan mobil sekarang juga " Yolan mengarahkan sahabatnya untuk segera bersiap ke rumah sakit.


__ADS_2