
Der... der... der...
📞 Mama....
" Halo Mama, Apa kabar? " Kata Jay mengawali pembicaraan mereka di telpon.
" Ini bukan Mama nak tapi Ini Papa" Jawab lawan telpon Jay yang ternyata Papahnya.
" Oh Papa, Kok pakai handphone Mama? ".
" Iya nak. Kami di rumah sakit sekarang. Semalam Mama tiba - tiba sesak dan kondisinya sangat kritis.Sampai sekarang Mama belum sadar juga. Papa takut kalau Mama kenapa - kenapa" Ucap Papa Jay dengan nada suara serak.
" Kok Papa baru bilang sekarang sih. Aku akan ke sana sekarang juga".
" Bagaimana dengan istrimu Nak? Dia lagi hamil besar. Tidak Mungkin Kamu meninggalkan Dia sendirian dan sangat beresiko jika Kamu membawanya ke sini" Ujar Pria paru bayah di telpon.
" Ada ART kok Papa dan Aku juga akan panggil sahabat - sahabat Aku untuk selalu Siaga di rumah Kami".
" Baiklah Nak. Maafkan Papa sudah merepotkan Kamu Nak " Sambungan telpon terputus dan Jay segera memberitahu Istrinya kalau Dia harus kunjungi Mamanya yang lagi sekarat.
" Sayang, nggak apa - apa kan Aku tinggal selama 3 hari? " Ucap Jay yang sudah memberi alasan tentang kepergiannya.
__ADS_1
" Nggak apa - apa kok Kak. Salam yah sama Mama dan Papa. Sampaikan permintaan maaf ku karena tidak bisa menjenguk mereka".
" Iya sayang. Aku juga akan menelpon penghuni Apartemen supaya melakukan piket siaga di rumah ini".
" Nggak usah Kakak. Kan ada Bibi ".
" Tapi kan Bibi cuma taunya memasak dan beres - beres. Kalau mereka bisa antar kamu kemana pun kami inginkan".
" Terserah Kakak aja".
" Baiklah Sayang, Aku mau siap. - siap dulu" Ucap Jay dan mengemasi pakaiannya.
Para bujang sudah mendapat telpon dari Jay. Mereka sepakat berbagi tugas untuk menjaga Bumil kesayangannya.
" Siap, Kami akan selalu Siaga demi Ibu Bos Kesayangan" Kata Joshua semangat.
" Ting ... tong... ( Bel berbunyi).
" Cowok- cowok ganteng, Ayo masuk " ART Jay mempersilahkan para Pria yang akan menjaga majikannya.
" Terima kasih Bibi. Titha mana? " Ucap Yolan yang tidak melihat keberadaan sahabat kesayangannya.
__ADS_1
" Oh, Kayaknya Nak Titha lagi shalat. Bibi sudah siapkan cemilan buat kalian".
" Bibi memang yang terbaik" Ucap Vey dan langsung menuju ruang keluarga untuk menikmati cemilan buatan ART tersebut.
" Halo semuanya! Sudah pada makan belum? " Sapa Titha yang baru saja keluar dari kamarnya.
" Hei, Bumil. Tadi kami mampir di resto sebelum ke sini " Ucap Jonathan ramah.
" Sebenarnya Saya juga pengen ikut ngemil tapi perut ini kayak sudah full jadinya susah untuk makan " Ujar Titha yang sedikit sedih.
" Makan 1 atau 2 aja Ta, Jangan di tahan - tahan" Kata Yolan.
" Sudah nggak bisa Kak. Ini saja rasanya sesak. mau duduk salah, mau tidur lebih - lebih🥺".
" Ta, Kamu baik - baik aja kan? " Tanya Yolan yang terlihat panik.
" Entahlah Kak. Perut ini kayak terasa beratnya. Kemarin - kemarin nggak gini - gini amat".
" Duh, gimana nih Bro? Kita bawah ke rumah sakit aja yah?" Ujar Jonathan yang terlihat ketakutan.
" Ta, kita ke rumah sakit yah? Ucap Yolan yang sudah tidak bisa tenang.
__ADS_1
" Iya Kak. Tapi nggak usah telpon Kak Jay. Nanti Dia khawatir" Kata Titha.
" Jon, Siapkan mobil sekarang juga " Yolan mengarahkan sahabatnya untuk segera bersiap ke rumah sakit.