
Jay, yang hari - harinya dia habiskan bersama para teman bandnya ijin pamit untuk ke rumahnya diluar kota jakarta.2 hari waktu yg cukup buat Jay kumpul dengan keluarga karena dia harus balik ke jakarta lagi.
Jay, apa kamu yakin nak dengan keputusan mu untuk masuk Islam? tanya mama Jay kepadanya. Iya, Mah. saya menyukai ajaran agama Islam.. ucap Jay kepada mamahnya. baiklah nak, mama papah bisa apa. semua keputusan ada ditanganmu. kamu yang akan jalani. kalau menurut mu itu baik mama ijinkan kamu memeluk agama Islam, ucap mamah nya. trimakasih mah, Pah sudah mengijinkan ucap Jay dengan senang.
Jay, sudah balik ke Jakarta lagi. dia mulai belajar masalah islam lewat Google dan sesekali mengunjungi Mesjid untuk mencari ustadz yang bisa bimbing dia.. akhirnya dia menemukan seseorang yang bisa membimbing nya mengenal islam... tidak butuh waktu lama dia akhirnya bisa hapal surah - surah pendek dengan membaca latin, tata cara wudhu dan gerakan shalat yang benar... siang dia gunakan untuk belajar ke ustaz dan malam belajar lewat Google ππ tapi teman - temannya tidak mengetahui apa yang dia lakukan Jay.
tik...... handphone Jay bunyi menandakan ada chat masuk. dia dengan sigap membuka chatnya dan ternyata chat dari Titha...
__ADS_1
" selamat malam Kak, sekedar info besok saya sudah mau balik ke Jakartaπ kata Titha di chatnya".
"Benarkah?, jam berapa kira - kira sampai Jakarta? Kakak jemput yah? balas Jay".
kemungkinan jam 2 subuh Kak, kakak pasti sudah tidur balas Titha lagi.
Tiba saatnya Titha balik ke Jakarta,,, dilain tempat Jay sudah siap - siap untuk menjemput Titha. jam menunjukkan 02.00 namun Titha belum muncul. Jay sudah tidak sabar bertemu dengan Titha. selang beberapa menit Titha pun muncul, dan Jay dengan cepatnya turun menjemput nya. Haiiiii, sapa Jay yang membuat Titha kaget karena tiba - tiba Jay menyapa dari belakang. Kak aaaak.... jantungku hampir copot loh.. ucap Titha. ayooook.... Ajak Jay dengan wajah bahagia.
__ADS_1
Tak henti - hentinya mereka bercerita, sampai pada akhirnya Jay menghentikan mobilnya dan mengatakan " Ta, saya sangat merindukan mu ".maaf kan saya Ta, karena sudah menaruh mu dalam hatiku".Titha cuma bengong mendengar perkataan Jay. seakan-akan tidak percaya Jay menganggap pertemanan mereka lebih dari itu. Kakaaak... π₯Ί ucap singkat Titha. kamu tidak usah menjawabnya sekarang, kamu berhak memikirkan matang - matang sebelum mengambil keputusan. diterima atau tidak itu adalah hak kamu.. semenjak kamu di Sulawesi, saya menghabiskan waktu untuk belajar Islam. dan saya siap jadi muallaf. bukan karena saya menginginkan mu, tapi karena saya menyukai ajaran agama Islam ucap Jay dengan lemah lembut. Kakak,,, beri saya waktu yah... kata Titha menundukkan kepalanya. Pasti Ta, saya akan selalu menunggu Jawabanmu.... ucap Jay. dia pun melanjutkan perjalanannya ke Kosannya.
Jay mengantarkan Titha sampai ke Kamarnya karena ada barang yang harus dia simpan dikamar nya.
hmmmm, harus bersih - bersih dulu. kakak boleh pulang istrahat... ucap Titha. kamarmu berdebu, saya akan bantu membersihkannya kata Jay. Kakak tidak mengantuk? tanya Titha. mataku bisa di ajak kompromi kok... ayok kita bersihkan dulu. dana mereka pun membersihkan kamarnya sampai pukul 04.00 pagi. Titha sudah siap - siap shalat subuh dan Jay ternyata sudah tepar di atas kasur milik Titha. Kakak pasti capek. biarlah dia istrahat dlu, lagian saya tidak perlu tidur karena pagi - pagi saya harus ke rumah sakit ucap Titha dalam hati. sesekali memandangi wajah Jay. " gantengnya ciptaanmu Tuhan," ah,apa dia jodohku? ucap Titha dalam hati.
pagi telah tiba, dia sudah siap untuk bekerja tapi Jay masih terlelap. jadi Titha sengaja menyiapkan sarapan buat Dia dan selembaran kertas bertuliskan " Kak, saya kunci pintunya yah. kunci yang satu kakak bawah saja nanti. tapi jangan lupa pintunya dikunci lagi π. sarapan dulu baru balik... π".
__ADS_1