
Beberapa Mahasiswa melakukan kegiatan KKN disebuah Desa. Desa tersebut dahulunya dikenal sebagai Desa penyihir. Tetapi Rara dan temannya tidak mengetahui hal tersebut.
Pada malam hari mereka telah tiba di penginapan yang akan mereka tempati. Pada malam itu Rara tidak dapat tidur, kemudian dia pergi ke lantai atas penginapan untuk menikmati angin malam.
Setelah beberapa menit disana, Rara melihat seorang Wanita tua yang sedang kebingungan mencari sebuah kalung miliknya. Rara mengetahui posisi kalung dari Wanita tua tersebut tetapi dia enggan memberitahunya karena Rara ingin memiliki kalung tersebut.
Tak lama kemudian Wanita tua tersebut melihat kearah Rara berniat untuk memberitahukan dan membantu mencari dimana lokasi kalung itu terjatuh. Tetapi Rara malah menoleh dan menghiraukannya.
Pada saat Rara menoleh Wanita tua tersebut membacakan sebuah mantra dan berkata
Aku memberikkan kalung itu sebagai hadiah dariku. Barangsiapa yang menemukan dan mengenakkannya, maka kalungku itu akan seutuhnya menjadi miliknya. Dan sebagai tukarannya adalah jiwa dari pemiliknya.
__ADS_1
Pagi harinya Rara menuju lokasi kalung tersebut dan dia mendapatkannya. Kemudian Rara mengenakkannya kelehernya yang tanpa dia sadari ternyata kalung tersebut sudah dikutuk oleh Wanita tua tersebut.
Pada saat yang bersamaan angin kencang memasuki kamar Rara hingga pintu kamarnya terbuka dengan lebar. Sejenis hawa udara tenang masuk menghampiri wajah Rara dan diapun terpingsan.
Mulai dari kejadian tersebut hari pertama setelah Rara mengenai kalung Wanita tua itu, Rara kerap mendapatkan teror yang mengerikan. Rara mencoba untuk melawan iblis tersebut menggunakan dukun yang dia kenal, tetapi dukun tersebut malah ketakutan setelah mengetahui dengan siapa dia berhadapan.
Rarapun sempat bertanya mengapa iblis tersebut mengganggu kehidupannya. Kemudian Dukun tersebut melihat kalung yang Rara kenakan. Lalu berkata bahwa Iblis yang mengganggunya menginginkan Jiwa Rara. Rara melihat kearah kalung yang ditunjuk Dukun itu, lalu bergegas meninggalkan Dukun tersebut.
Dihari yang bersamaan Rara kembali ke Desa untuk mencari Wanita tua pemilik dari kalung yang dia kenakkan dan bermaksud untuk mengembalikkannya. Sesampainya disana ternyata Wanita tua tersebut baru saja tiada.
Kemudian Rara menjawab dia tidak bermaksud untuk mengambil kalung milik Neneknya. Sontak membuat Cucu Wanita tua tersebut marah dan mengusir Rara keluar dari Desa. Karena dia mengetahui kalau Rara berdusta.
__ADS_1
Menuju jalan pulang Rara dihadang oleh seorang Pria. Pria tersebut berwajah tua dan sedikit menyeramkan. Rarapun turun dari mobilnya menghampiri Pria tua tersebut dan bertanya apa yang sedang dia lakukan.
Pria tua tersebut langsung memberikan sebuah cara agar menghindar dari kutukan tersebut. Yaitu dengan cara melakukan penumbalan hewan peliharaan. Kemudian Pria tua itu memberikan sebuah buku untuk dibaca yang berisi cara melakukan penyembelihan tumbal.
Pria tua tersebut juga meminta untuk menemuinya pada hari keenam dimulai dari hari dia bertemu dengan Pria tua tersebut, bermaksud untuk mengusir iblis yang menginginkan jiwanya.
Dengan bahagia Rara berterimakasih dan memeluk Pria tua tersebut. Tetapi dia tidak menyadari bahwa Pria tua tersebut hanya mengusirnya tetapi tidak melenyapkannya. Hingga pada hari ke tujuh Iblis tersebut datang kembali dan mengambil jiwanya.
Kisah Rara merupakan cara si iblis untuk bertemu dengan seorang cenayang yang bernama Kristin. Mereka akan bertemu di sebuah tempat dengan cara yang tidak sengaja. Cristin merupakan salah seorang yang berhasil kabur dari kutukan roh jahat ini.
Kisah Kristin akan dimuat di novel selanjutnya. Apakah cerita ini bersangkutan dengan Criatin? Mari teman-teman baca sampai selesai.
__ADS_1
Bagaimana kisahnya? Yok Dukung Author biar semakin semangat nulisnya...
Cerita ini merupakan kisah fiktif belaka, Jika ada kesamaan nama dan tempat merupakan hal yang tidak disengaja. Terimakasih