
Tepat pukul 09 pagi Rara terbangun dari tidurnya. Dengan wajah yang lebam dan penuh dengan darah, perlahan dia bangkit dari lantai, sembari memperhatikan keberadaannya di dalam toilet.
“Brengsek” Ujarnya sembari meludah ke westafel
Kemudian Rara terbata bata menuju kamarnya dan mengambil buku yang dibacanya semalam.
“Aw” Jeritnya kecil karena hampir terjatuh ketika keluar dari toilet
Ketika hendak mengambil buku tiba tiba Rara batuk. Setelah beberapa kali batuk, Di mulut Rara seperti ada yang tersangkut. Rarapun memasukkan tangannya ke dalam mulutnya untuk menariknya. setelah beberapa detik Rara menarik seekor kelabang yang sangat besar. Rarapun melempar kelapang tersebut kelantai dan menginjak injaknya layaknya orang yang kesal.
Tak lama mencari buku tersebut, akhirnya diapun menemukkannya, tiba tiba pintu kamarnya terbuka dengan lebar, Rarapun menoleh kearah jendela tersebut.
Hingga dia memperhatikan dengan sangat serius. tiba tiba seekor burung gagak hitam masuk ke dalam kamar Rara dan menabrak wajahnya, hingga membuat Rara terjatuh ke kasurnya. Dengan cepat Rara bangkit dan berwaspada terhadap burung tersebut. Rara mencari keberadaan burung itu perlahan dia menuju sebelah kasur mencari keberadaan burung tersebut.
Ternyata burung itu menginginkan buku yang dibaca Rara, sehingga Rara terkejut karena buku itu berada diparuh burung gagak tersebut. Rarapun melompat dan mencoba untuk mengambil buku itu dari paruh burung gagak tersebut. tetapi dengan cepat burung itu menghindar dan berhasil lolos. Rarapun dengan cepat bangkit dan menuju jendela untuk menutup jendela kamarnya.
__ADS_1
“Hahahaha mau kemana” Teriak Rara
“Kembalikan” Ujar Rara meminta kepada burung gagak tersebut
Burung itu hanya memperhatikkannya, Rarapun mengambil bantal tidurnya lalu melemparkannya kearah burung tersebut, hingga mengenainya lalu menjatuhkan buku yang mereka perbutkan.
Dengan cepat Rara mengambil buku tersebut, setelah dia meraih buku itu, burung tersebutpun menghilang dari kamarnya. Dengan cepat Rara menuju dapur untuk mempersiapkan apa saja yang harus dia siapkan.
“Pufy.. Pufy..” Panggil Rara memanggil anjing peliharaannya.
Pufy berteriak dengan sangat kencang hingga membuat Rara menangis tak tahan mendengar suara Pufy. Dengan tanpa ragu, Rara mengambil pisau kemudian membacakan beberapa mantra yang tertera di dalam buku tersebut.
Suara Pufy dan mantra yang dibacakan Rara mengundang Roh jahat untuk hadir, termasuk arwah wanita tua dan iblis bertanduk hitam. Para roh jahat itu ingin meraih Rara dengan tanganya.
Suasana ruangan tersebut menjadi riuh, segera Rara menurut perut pufy.
__ADS_1
"Aaa..." Teriak Rara sembari memotong perut pufy, hingga mengeluarkan darah yang sangat banyak.
Roh roh jahat itupun teriak dan semakin menjauh dari tubuh Rara kemudian menghilang.
"Aaa...Aaa" Teriak Rara menangis
Kemudian perlahan luka pada tubuh Rara menghilang. Melihat hal itu Rara terlihat tersenyum dan terharu, dia merasa bahwa kutukan itu telah hilang darinya.
Kemudian Rara melihat pufy yang semakin lama semakin tidak bernyawa. Sesekali dia mengelus tubuh pufy. Darah yang menetes kemudian diminum oleh Rara sebanyak 3 kali colekan. Kemudian dia membungkus pufy lalu menguburnya di belakang rumahnya menggunakan pakaian kesayangan pufy.
***
Hay sobat sobat Pecinta Horor. Maaf ya Author belakangan ini jarang update. Karena memang lagi ada masalah 🤗
*Jangan lupa Pav, Like, and Follow. Biar Author semakin semangat nulisnya* 😊😅**
__ADS_1