
Tepat pukul 09 malam, lampu rumah dipadamkan, suasa rumah Pria tua itu terlihat begitu senyap, tibalah saatnya merek melakukan ritual pemanggilan Iblis yang menginginkan jiwa Rara. Lonceng dibunyikan beberapa kali tepat di masing masing telinga Rara.
“Pegang tangan bapak” Pinta Pria tua itu sembari mengulurkan kedua tangannya
“Bapak akan membacakan mantra untuk pemanggilan Iblis yang menghantuimu Rara” Ujar Pria tua
“Persiapkan dirimu” Ujarnya lagi
“Siap Pak” Jawab Rara
Kemudian Rarapun memegang kedua tangan Pria tua tersebut, dan ritualpun dimulai.
“Pejamkan matamu Rara, jangan pernah melirik kearah manapun selain kearah tumbal yang ingin kamu penggal” Ujar Pria tua tersebut
“Baik Pak” Jawab Rara
Pria tua tersebut tampak begitu cepat membacakan mantra untuk pemanggilan iblis yang menginginkan jiwa Rara, semua penjaga Pria tua itu mendatangi mereka dan membentuk lingkaran untuk melindungi mereka dari Roh roh jahat yang tidak diundang bertujuan untuk mengganggu ritual pemanggilan tersebut.
__ADS_1
Terlihat banyak sekali roh arwah gentayangan menghampiri mereka, dengan mudah mereka menghindar karena takut berhadapan dengan penjaga Pria tua tersebut.
Meja mereka kemudian bergetar hingga sedikit terangkat bersamaan dengan kursi yang mereka gunakan. Para penjaga Pria tua itu kemudian menahan kursi mereka agar tidak melayang lebih tinggi.
Kemudian lilin pencahayaan di sekitar mereka tiba tiba padam, menandakan bahwa Iblis itu sudah mendengar panggilan mereka dan hendak datang. Pria tua itupun membuka matanya dan berhenti membacakan mantra.
“Dia sudah datang” Ujar Pria tua itu sembari melotot kearah Rara
Tiba tiba pintu rumah Pria itu hancur berkeping keping
“Apapun yang terjadi, jangan buka matamu, jangan lepas tangan bapak” Pinta Pria tua itu
Pria tua tersebut merasakan kekelahan hingga dia meminta Rara untuk memenggal kepala tumbal yang sudah dia siapkan.
“Penggal” Ujar Pira tua itu bergetar
Rarapun memenggal tumbal yang sudah mereka siapkan dengan menggunakan satu tangan, kemudian mengambil kepala hewan itu dan meletakkannya diatas api kecil yang sudah mereka persiapkan sebelumnya.
__ADS_1
Iblis itupun muncul diatas meja mereka, sontak membuat pegangan mereka terlepas dan meja itu terjatuh hingga menyentuh lantai. Rara kemudian pergi sedikit menjauh dari iblis itu, tetapi kursi yang dia guankan tiba tiba melayang kearah punggungnya hingga membuat Rara terjatuh.
“Leiona…!” Teriak Pria tua itu
Iblis itupun berteriak berulang ulang hingga mulutnya terbuka sangat lebar. Pria tua tersebut terlempar jauh hingga terseret. Kemudian Pria tua itu mencoba mendekati Iblis itu dan membacakan mantra pembakaran roh jahat dengan mengarahkan tangannya kearah Leiona.
Leiona meliuk liuk bagaikan ular yang tidak berdaya kemudian dia tertawa sedikit, tanpa dia sadari ternyata api yang ada dia bawah Leiona semakin lama semakin membesar, hingga membuat tubuh Leione terbakar dengan api.
“Argghh” Teriak Leiona berulang dengan tubuh yang kepanasan karena api
Iblis itu mengarahkan tangannya kearah Pria tua itu hingga membuat dia terlempar kearah sebuah aksesoris tombak yang tajam, Pria tua itupun tertusuk.
“Enyahlah kau. Aku memerintahkanmu kembali ke neraka…” Teriak Pria tua itu di detik detik terakhir kematiannya
Pria tua itu tidak menyebutkan nama dari Iblis itu sehingga dia dapat kabur dari siksaan api yang membakarnya kemudian menghilang. Semua lilin yang padam kembali menyala dan Rarapun menghampiri Pria tua itu dengan wajah yang penuh dengan penyesalan.
Disamping itu Rara berfikir kalau jiwanya sudah bebeas dari Iblis yang menginginkan jiwanya, sehingga membuat dia merasa bahagia dengan penuh penyesalan. Iblis itu akan datang di hari ketujuh untuk mengambil jiwa Rara, Pria tua itu tidak sama sekali memusnahkan Iblis itu sehingga Rara harus mati di tangan iblis tersebut.
__ADS_1
Tetapi dengan demikian Pria tua itu berhasil bertemu dan membakar iblis tersebut dengan memenuhi sumpah yang dia keluarkan kala dulu.