
“Apa yang harus aku lakukan” Ujar Rara
“Kenapa kau begitu tega mengambil sesuatu hal yang bukan milikmu” Tanya wanita tua itu dengan nada yang penuh emosi
Rara berdiri dan menghampiri wanita tua tersebut.
“Aku mengaku bersalah, ini aku kembalikan kalung milikmu, aku tidak menginginkannya” Ujar Rara tepat di belakang wanita tua tersebut.
Tiba tiba wanita tua tersebut memutar balik tubuhnya dan ingin mencekik Rara hingga membuat Rara terkejut dan terjatuh, wanita tua itupun menghilang dari pandangannya.
Rara menoleh ke segala arah mencari tau dimana wanita tua tersebut berada.
Tak lama wanita tua itu muncul tepat berada di depan matanya. Tiba tiba Rara berada di sebuah rumah. Rara terkejut melihat perubahan tempat tersebut, sehingga dia melihat sekeliling rumah tersebut tanpa bergerak sedikitpun.
Rara melihat kehidupan wanita tua tersebut bersama anak dan cucunya, begitu harmonis dan penuh dengan kebahagiaan.
Rara mengikuti wanita tua tersebut kemanapun dia pergi, Rara tidak tau maksud dari penglihatan yang dia alami saata ini.
__ADS_1
Tiba tiba wanita tua itu terjatuh tepat di bawah kakinya, hal tersebut membuat Rara terkejut, tetapi hanya Rara yang bisa melihat wanita tua tersebut, tetai tidak sebaliknya.
Semua anak dan cucunya khawatir dengan apa yang terjadi dengan wanita tua tersebut.
Rara mengikuti mereka memawa wanita tua tersebut ke dalam kamar, dan segera memanggil seorang dokter di Desa tersebut.
Rara melihat wanita tua tersebut sangat tersiksa dengan pernapasannya, setelah beberapa menit Dokter tersebut datang dan memeriksa keadaan wanita tua tersebut.
Tanpa bas abasi, Dokter tersebut langsung meminta keluarganya untuk segera memebawa wanita tua tersebut ke Kota untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Rarapun melintasi ruang waktu, rumah wanita tua tersebut berubah menjadi RS, Rara melihat wanita tua tersebut masih dalam keadaan tidak sadarkan diri, setelah beberapa menit menunggu, wanita tua tersebutpun sadar dari pingsannya, dan merasa sedikit baikan.
Anak dan cucunya tidak dapat berbuat apa apa hingga terjadi sedikit kerusuhan di dalam rumah wanita tua tersebut. Kemudian wanita tua tersebut meminta mereka untuk tetap akur dan jangan berkelahi karena dia, kemudian wanita tua tersebut memberitahu bahwa dia memiliki kalung yang dapat dijual untuk menamah kekurangan uang yang mereka miliki.
Air mata Rara tidak dapat terbendung mendengar hal tersebut. Wanita tua tersebutpun keluar dari rumahnya dan pergi mengambil kalung tersebut yang berada di rumah meditasinya, rumah meditasi wanita tua tersebut tidak jauh dari rumah miliknya dan harus melewati tempat penginapan Rara dan temannya. Rara terus mengikuti wanita tua tersebut kemanapun dia pergi.
Karena tersandung batu, wanita tua itu menjatuhkan kalungnya tepat dimana Rara menemukkannya, hampir satu jam lamanya wanita tua tersebut mencari cari kalung miliknya yang terjatuh. Wanita tua tersebut sedikit kesulitan melihat lokasi kalung itu terjatuh karena sebelah matanya yang mengalami gangguan mata.
__ADS_1
Kemudian di dalam penglihatan Rara, Rara mengetahui lokasi kalung tersebut terjatuh dan berencana untuk memilikinya. Hal tersebut membuat Rara terduduk dan sangat menyesali perbuatannya.
Rara melihat wanita tua tersebut membacakan mantra dan mengutuk kalung tersebut, Rara melihat kekesalan di raut wajah wanita tua tersebut.
Rarapun memegang kalung yang dia kenakkan, kemudian melanjutkan perjalanan mengikuti wanita tua tersebut. Rara melihat wanita tua tersebut berhenti menoleh kearah penginapan dengan mata yang berlinang.
Sesampainya dirumah wanita tua tersebut, anak dan cucunya menannyakan kalung yang dia janjikan, wanita itu terdiam dan menuju sofa sembari menahan sakit. Anak dan cucunya hendak membawa wanita tua tersebut pergi ke RS tetapi wanita tua tersebut menolaknya, setelah beberapa menit menahan sakit akhirnya wanita tua tersebutpun telah tiada.
Rara yang melihat kejadian tersebut tak dapat membendung air matanya, dia terduduk menangis tepat di depan wanita tua tersebut.
Rumah wanita tua itupun kembali berubah menjadi gelap. Hingga membuat Rara terkejut dan kembali berdiri.
“Kau tidak menginginkannya?” Tanya wanita tua itu tepat berada di depan matanya dengan posisi membelakangi Rara
Rara menelan ludah dan berkata
“Maafkan aku”
__ADS_1
“Tidak ada maaf bagimu” Jawab wanita tua itu lalu menghilang dari hadapannya
Rarapun terbangun dari pingsannya