
Setelah Rara bangun. Rara tidak memberitahukan apa yang terjadi padanya pada hari lalu.
Keesokan harinya Rara dan teman kampusnya melakukan KKN dengan nyaman. Bahkan mereka disambut hangat oleh warga setempatt
Danur pun memberikan pendapat kalau Desa tersebut tidak layak dijadikan tempat KKN. Dan akan memberitahukan kepada pihak Kampus agar Desa tersebut dicoret dari daftar KKN tahun depan untuk Mahasiswa baru.
"Akhirnya balik juga" Ujar Lestari
"Pak. Terimakasih ya!" Teriak Danur hendak pergi naik ke mobil
"Ayok Yang buru. Udah pengen cepat cepat keluar dari Desa ini" Ujar Lestari
"Sampai kota kita singgah dulu ya kepermandian" Ujar Danur
"Ngapain Yang" Tanya Lestari
"Ingat Rara pingsan gak. Kita harus mandi dulu pakai air garam kasar. Supaya roh yang ada di Desa tersebut tidak mengikuti kita" Ujar Danur
"Bisa aja Nur" Ujar Angel
"Serius Njel" Ujar Danur
"Gpp Nur, aku udah baikan kok" Ujar Rara
"Iya tapi harus mandi. Aku adalah pemimpjn dari kalian. Jadi tolong degarkan aku" Ujar Danur
"Siap bos" Ujar Angel
"Boleh nanyak gak Ra. Menurutmu penyebab kamu pingsan apa" Tanya Lestari
__ADS_1
"Gak tau Les. Seingatku ketika angin kencang menghantam jendela. Tiba tiba aku pingsan" Jawab Rara
"Tapi pingsanmu aneh Ra" Ujar Angel
"Yaudalah yang lalu biarlah berlalu yang penting Rara udah merasa baikan, dan kita kembali ke Kota" Uhar Danur
"Pelan pelan aja Danur" Ujar Angel
"Btw Rehan udah kamu kasih tau kabar belom, Kalau mau balik Kota" Tanya Angel
"Udah, nanti kita sharelok aja keberadaan kita, ntar dia yang jemput" Ujar Rara
"Oh gak bisa Ra. Kamu harus kita yang antar sampai depan rumahmu" Ujar Danur
"Suruh aja cowokmu nunggu dirumah Ra" Sahut Lestari
"Lah emang harus gitu ya" Tanya Angel
Rara tidak menyadari kalau dirinya sudah menggunakan kalung yang sudah dikutuk. Dan dia juga tidak mengatakan kalau dia bermimpi saat dirinya pingsan. Rara tidak memperdulikan mimpi tersebut karena dia beranggapan kalau itu hanyalah mimpi biasa.
Setelah beberapa jam perjalanan. Merekapun telah sampai di kota dan pergi singgah ke permandian untuk membasuk diri.
Walaupun Rara membasuh dirinya menggunakan air garam kasar, kutuk itu tidak akan menghilang sampai jiwa Rara didapatkan oleh Iblis yang menginginkan jiwanya.
Untuk saat ini Rara tidak mendapatkan teror dari Iblis tersebut. Hanya saja sesekali dia melihat Makhluk hitam bertanduk dua menyeramkan.
"Ra kamu liat apaan" Tanya Angel ketika berendam di permandian Kota yang mereka temui
"Gak ada Njel" Ujar Rara
__ADS_1
Angel melihat Rara menoleh seperti orang terkejut sehingga dia bertanya demikian.
"Kalau ada apa apa. Jangan lupa hubungi aku ya Ra, aku selalu ada untukmu" Ujar Angel
"Iya Njel" Ujar Rara
Beberapa saat kemudian Lestari dan Danur mausk ke permandian tersebut dan menaburkan garam kasar yang mereka dapatkan ke dalam kolam air hangat permandian yang mereka datangi. Merekapun berendam didalamnya.
"Kalian hari tenang kemana" Tanya Lestari
"Kamu kemana Les" Tanya Angel
"Aku sama Danur dan anak anak yang lain ke bali balik kampung" Ujar Lestari
"Kamu orang Bali?" Tanya Rara
"Iya, Danur juga sama beberapa Mahasiswa lain" Jawab Lestari
"Aku rencana mau ke singapur" Ujar Angel
"Ngapain Njel" Tanya Lestari
"Liburan bareng keluarga. Nah kamu Ra" Tanya Angel
"Dirumah ajalah bareng Rehan" Jawab Rara tersenyum
"Hmm udah ketebak" Ujar Lestari tertawa sembari memeluk Danur
"Kita berkabar ya" Ujar Angel
__ADS_1
"Siap" Jawab Rara
Setelah larut malam merekapun kembali kerumah masing masing. Rehan sudah lama menunggu Rara di dalam rumahnya. Krena melihat Rehan, Angel tidak jadi menginap dirumah Rara dan kembali pulang kerumahnya.