Kalung Ter KutuK

Kalung Ter KutuK
Bab 17


__ADS_3

Rara terlihat termangun terhadap kejadian yang baru saja ia alami. Tatapannya terlihat begitu hampa. Nyari saja dia menabrak seseorang yang hendak menyebrangi jalan.


Sesampainya dirumah tepat pukul 21.00, Rara menuju toilet kamar tidurnya dan menyalakan air hingga membasahi seluruh tubuhnya.


Dirinya begitu lelah dengan apa yang dialaminya saat ini, penyesalan terus terbayang dipikiran Rara. Mengapa aku mengambil kalung itu? Kenapa aku begitu bodoh? *Batin Rara


Kini dia tidak menperdulikan dirinya lagi, luka pada tubuhnya tidak terasa perih terkena air karena perasaannya yang begitu berantakan.


Perlahan dia berjalan keluar toilet kemudian mengambil handuk. Terlintas dipikran Rara tentang buku yang diberikan pria tua terhadapnya. Dengan cepat dia mengambil keputusan untuk membaca buku itu kembali, seakan semangat hidupnya telah kembali.


Rarapun menuju ruang tamu dengan sangat berhati hati. Awalnya dia membuka kecil pintu dan mengintip apakah makhluk jahat ada di sana atau tidak.


Karena tidak ada. Rarapun bergegas mencari buku itu lalu berlari menuju kamarnya dan menutupnya dengan rapat.


Rara membaca setiap lembar buku tersebut.


"Harus menggunakan hewan peliharaan" Ucap Rara membaca syarat awal penumbalan hewan.


"Harus menggunakan hewan peliharaan karena..." Ucap Rara membaca alasan menggunakan hewan peliharaan


"Harus membacakan mantra..." Ucap Rara lagi

__ADS_1


"Harus menusuk bagian tengah hewan. Kareeena..."


"Harus menggantung hewan dengan cara seperti di gambar" Ucap Rara sembari melihat gambar yang tertera pada buku


Hewan yang akan ditumbalkan harus digantung dengan cara mengikat kakinya di atas dan kepalanya di bawah.


"Harus menutup mulutnya menggunakan kain berwarna hitam polos"


Rarapun terus membacakan cara melakukan penumbalan hewan terhadap iblis. Setelah selesai membaca tiba tiba, angin begitu kencang masuk ke dalam kamar Rara melalui jendela. Kemudian dia menutup jendelanya dengan cepat. Karena panik Rara langsung menuju kasurnya dan menutup seluruh tubuhnya menggunakan selimut yang dia miliki.


Tiba tiba kasur yang ditiduri Rara berguncang dengan sangat kencang, hingga membuat dia harus berpegangan pada sisi sisi tempat tidurnya.


Tak lama tempat tidur Rara berhenti berguncang, diapun sedikit melirik keluar selimut untuk memastikan kalau dia sendirian.


"Aaaa" Teriak Rara ketakutan


Diapun keluar dari selimutnya dan melihat posisinya dan kasurnya sudah melayang diatas. Tiba tiba kasur itu terjatuh hingga membuat dia duduk dan kemudian bersandar ke dinding


Bug *Suara kasur jatuh


Tiba tiba sosok tak kasat mata menghampirinya kemudian mencekiknya hingga membuat dia melayang di udara. Makhluk itu tidak terlihat seperti makhluk makhluk lainnya.

__ADS_1


Rarapun nyaris tak bernafas karenanya, kemudian makhluk itu menampar Rara secara berulang ulang.


Gdbug Krling *Suara Rara dilempar dan mengenai lampu tidur hingga pecah


Rara kemudian dijambak hingga membuat dia melayang kembali. Lalu dilemparkan kearah pintu kamarnya.


Bag *Suara tubuh Rara terbanting ke pintu


Hidung dan gigi Rara mengeluarkan banyak darah. Sesekali dia memuntahkan darah. Penyiksaanpun dilanjutkan makhluk tersebut. Tubuh Rara terangkat tinggi dengan posisi tidur tengkurep.


"Aaaa, tolong aku, jangan lakukan iniii, aaa" Teriak Rara menangis dan merintih mintak tolong


Bug *Suara tubuh Rara terjatuh ke lantai


Rarapun muntah darah karenanya, wajah Rara dipenuhi darah. Bahkan rambutnyapun juga.


"Aaa... Ampuuuun" Teriak Rara minta ampun kesakitan hingga membuat makhluk itu berhenti menyiksanya.


Setelah beberapa menit, Rara bangkit dengan pincang dan perlahan menuju toilet untuk membasuh wajah dan tubuhnya.


"Aaa... Aaa... Aaa" Teriak Rara menangis merintih kesakitan.

__ADS_1


Setelah selesai membasuh seluruh tubuhnya diapun tertidur di toilet.


__ADS_2