
Setelah beberapa saat kemudian Angel melihat pintu kamar Rara terbuka dengan lebar. Kemudian dia masuk ke kamar Rara dan mendapatkan tergeletak dkiatas kasurnya.
"Ra, Ra, Rara" Sembari menepuk pipi Rara
"Ra!" Ujar Angel dengan keras
Karena khawatir Angel memeriksa detak jantung Rara.
"Ra, astaga Rara!" Ujar Angel terkejut
Angel pun berlari menuju kamar Danur yang sedang bercumbu dengan Lestari.
Dug dug dug *Suara ketukan pintu dengan sangat kuat
"Danur! Danur!" Teriak Angel
Danur yang tidak berbusana menggunakan handuk dan segera membuka pintu kamarnya dengan sedikit panik.
"Ada apa Njel" Tanya Danur
Angel tidak dapat menahan tangis memberitahukan kondisi Rara. Danur dan Lestari juga ikut panik dan segera mengenakan pakaian lalu menghampiri kamar Rara.
"Ra, Ra, Rara!" Ujar Danur sembari menepuk nepuk pipi Rara
"Bantu angkat, baringkan" Ujar Danur
"Rara kenapa Nur" Ucap Angel meneteskan air mata
__ADS_1
"Nggak tau Njel, aku jiga bingung, jantungnya berhenti berdetak tetapi hidungnya masih bernafas" Ujar Danur panik
Lestari dengan panik mengambilkan minyak angin untuk dikenakan pada hidungnya sembari mengipasnya.
Hujan masih sangat lebat diluar hingga mereka tidak dapat keluar dari Desa. Pasalnya Desa yang mereka tinggali tergenang banjir hingga satu meter.
"Pantasan Penginapan ini dan rumah warga menggunakan tangga" Ujar Danur keluar memperhatikan area sekirar.
"Yang" Ujar Lestari menghampiri Danur
"Coba ambil air Yang" Ujar Danur
Kemudian Danur memercikkan air ke wajah Rara, hingga akhirnya Rara terbangun.
"Aku gak tau ini bekerja atau tidak" Ujar Danur sembari memercikkan air ke wajah Rara.
Tiba tiba wajah Rara berkeringat dengan sangat banyak, kepala hingga tubuhnya dipenuhi oleh keringat, layaknya orang yang baru selesai mandi. Angel yang melihat kejadian itu terkejut dan bingung, kemudian dia berdiri mendekati Danur dan Lestari.
Pada waktu yang bersamaan Rara terbangun dari pingsannya layaknya orang yang sangat lelah beraktifitas secara mendadak. Hingga membuat mereka bertiga terkejut.
"Ra, Ra, Rara kamu sudah kembali Ra" Ujar Angel
Lestari dan Danur yang melihat kejadian tersebut bingung harus berbuat apa.
Kemudian mereka menyenderkan Rara kedinding untuk meminum air mineral.
Karena terlihat sangat lelah, hari pertama KKN dibatalkan dengan alasan untuk menjaga kesehatan Rara.
__ADS_1
Danur pun menghubungi pimpinan Penginapan untuk mengkonfirmasikan kejadian saat itu. Melalui handphone.
"Rara kenala Njel" Tanya Lestari di ruang makan
"Sumpah, aku gak tau, tadi pas aku ke kamarnya, dia sudah tergeletak pingsan" Jawab Angel
"Yaudah, kalian berdua awasi Rara ya, kalau terjadi apa apa lagi. Kita langsung balik" Ujar Danur
"KKN gimana Yang" Tanya Lestari
"Setelah Rara baikan, kita tanya dulu dengan Rara, apa yang sebenarnya terjadi padanya" Ujar Angel
"Iya benar" Jawab Lestari
"Aku panik banget, sumpah. Kaget juga. Bingung" Ujar Danur
"Yaudah kita ke kamar Rara dulu ya Sayng" Ujar Lestari
"Bentar bentar, sebaiknya kalian jangan ke kamar Rara dahulu, cukup intip saja dan kembali kemari. Untuk saat ini dia butuh udara yang banyak" Ujar Danur
Setelah beberapa menit melihat keadaan Rara, mereka berdua kembali menemui Danur.
"Nur, betis Rara lebam seperti dipukul orang" Ujar Angel
"Dia belum sadar?" Tanya Danur
Kemudian mereka bertiga kembali masuk dan menemui Rara untuk memastikan luka lebam di bagian betis Rara.
__ADS_1
Setelah beberapa menit Rarapun bangun dari tidurnya. Kemudian langsung memeluk Angel dengan tetesan air mata.