
Rarapun dengan mudah membuka kalung emas milik wanita tua yang dia kenakan. Sebelumnya Rara tidak dapat melepaskan kalung tersebut dari lehernya.
Rara terharu bahagia ketika hendak melepas kalung yang dia kenakan. Bahkan dia sesekali tersenyum karenannya.
Tetapi dia tidak menyadari kalau kutukan yang dia terima tidaklah menghilang. Bukan roh itu yang menginginkan jiwa Rara tetapi Iblis yang bernama Leiona.
Rara menikmati pagi harinya layaknya orang normal yang tidak lagi merasakan penyiksaan fisik maupun batinnya.
Rarapun pergi ke sebuah conter handphone untuk memperbaiki handphonenya yang hancur.
Sesekali dia tersenyum karena telah bebas dari gangguan roh jahat. Ketika masuk ke dalam mobil, terlebih dahulu dia melihat kearah belakang. Untuk memastikan bahwa tidak ada seorangpun di belakang.
Rarapun berinisiatif untuk pergi ke restoran kue dimana dia pernah membuat kegaduhan. Sesampainya disana, Rara menyampaikan permohonan maafnya kepada pihak restoran tersebut.
"Halo Angel, apa kabar?" Telepon Rara sembari merebahkan tubuhnya kekasur tidurnya
"Rara, kau kemana aja? Gak ada kabar, nomor gak aktif, tiba tiba nelpon aja. Ngapain aja kau sama Rehan" Tanya Angel dengan cepat
"Rehan? Hahaha" Jawab Rara
"Aku kangen samamu Angel" Ujar Rara
"Iya iya, emang Rehan kmana?" Tanya Angel
"Dia ada dinas sayang" Jawab Rara
__ADS_1
"Ohh kau gimana kabarnya Ra?" Tanya Angel
"Aku baik, kau gimana, ngapain aja di kampung" Tanya Rara
"Ga betah disini bnyak cowok sih, tapi udah pada tua" Ucap Angel sembari tertawa
"Yaelah cowok mulu, aku baik Njel" Jawab Rara
"Yaudah kapan balik" Tanya Rara
"Blom tau Ra. Mungkin dalam waktu dekat" Jawab Angel senang
"Pufy mana" Tanya Angel
"Ra pufy gpp kan?" Tanya Angel
"Yaudah kapan kau balik, nnti aku ceritain" Jawab Rara
"Nanti aku kabarin ya say" Jawab Angel tersenyum
Kemudian merekapun berbincang seperti biasanya. Tiba tiba turun hujan yang sangat deras, hingga membanting jendela kamar Rara. Secara bersamaan lampu tiba tiba padam dan jaringan telepon Rara dan Angelpun terputus.
Tidak ada yang aneh dalam kejadian tersebut, layaknya hujan seperti biasanya. Rarapun menutup jendela.
Tepat pukul 13.45 Rarapun berinisiatif untuk pergi ke dapur menikmati makan siang. Sejauh ini tidak ada yang aneh yang dia rasakan.
__ADS_1
Ketika menikmati minuman tiba tiba Rehan meneleponnya.
"Halo Sayang" Ucap Rara
"Halo?" Ucapnya lagi
Tiba tiba centongan nasi terjatuh, hingga membuat dia sedikit terkejut, diapun menghampiri centong nasik tersebut dan mengambilnya.
Jaringan telepon kembali tersambung, tetapi Rara sedang tidak memegang handhpone.
"Halo Yang,? Sayang? Halo?" Ujar Rehan
Kemudian Rara kembali ke meja makan dan kembali memegang handphone nya. Tetapi lagi lagi jaringan handphone nya menghilang, hingga membuat dia sedikit kesal.
Karena kesal, Rara meninggalkn handphone nya dan pergi ke ruangan tamu untuk menonton televisi.
Tanpa disadari Handphone Rara berbunyi dan yang menghubunginya adalah Rehan. Rara tidak mendengar panggilan tersebut karena suara televisi yang kuat dan suara hujan yang lebat.
Plag *Hanpdone jatuh
Handphone Rara terjatuh karena getaran panggilan. Hingga membuat Rara terkejut dan terbangun dari tidurnya.
Rara lupa kalau handphone nya tinggal diruang makan. Hingga membuat dia mencari hanphone nya di sekitaran ruangan tamu. Tetapi dia tak kunjung menemukan handphone nya.
Setelah lama mencari ternyata handphone Rara berada di dalam kandang pufy. Rarapun sedikit bingung mengapa handphonenya berada disana dengan keadaan berlendir, seperti liur pufy.
__ADS_1