Kalung Ter KutuK

Kalung Ter KutuK
Hari Ke Enam


__ADS_3

Setelah beberapa jam dalam perjalanan, akhirnya Rara sampai di kediaman Pria tua yang pernah dia temui. Rumahnya terlihat berbeda dari sebelumnya, terlihat begitu menyeramkan dan sangat gelap.


Tak seorangpun terlihat dari kejauhan mata, sehingga Rara hendak memutuskan untuk tidak meneruskan perjalannya.


Beberapa jam Rara menunggu di dalam mobil yang dia bawa untuk memastikan baha ada tanda tanda kehidupan dari rumah tersebut dan karena lelah sembari menahan sakit yang dia rasakan, Rarapun tertidur di dalam mobil dengan sangat nyenyak.


Tepat pukul 2 pagi, Pria tua itu terlihat sedang melirik dari sebuah jendela, dilihatnyalah sebuah mobil tak jauh dari rumahnya sedang berhenti. Tanpa rasa ragu, pria tua itu menyalakan lampur rumahnya dan mengambil alat penerang untuk mendekati mobil yang dia lihat.


Sesampainya di mobil Rara, Wanita tua yang mengutuk Rara duduk tepat di belakang Rara, sehingga pria tua tersebut mencoba untuk membangunkan Rara yang lagi terlelap.


Wanita tua tersebut kemudian meraih selendang yang ada di lehernya, kemudian melilitnya pula di bagian leher Rara, hingga Rara terkejut dan terbangun dari tidurnya.


Argg Arggh Suara cekikan leher

__ADS_1


Dengan spontan Rarapun mencabut kunci mobil yang tercolok di dalam mobilnya, kemudian dengan emori, Rara menusuk nusuk wajah wanita tua tersebut hingga menghasilkan banyak lubang.


Wanita tua itupun kemudian mencabut selendang yang dia pakai dari leher Rara karena merasakan kesakitan yang disebabkan dari tusukan Rara. Pria tua itu hanya bisa melihat dari sebelah pintu mobil, dikarenakan mobil Rara masih dalam keadaaan terkunci.


Hendak ingin membuka pintu mobil, Pria tua itu kemudian mengarahkan tangannya kepada wanita tua itu hingga membuat wanita tua tersebut ketakutan dan menghilang. Rarapun bergegas keluar dari mobilnya dan pergi kearah belakang pria tua tersebut.


“Aku sudah melakukan apa yang tertulis di dalam buku tersebut” Ujar Rara meneteskan air matanya sembari menikmati minuman hangat yang dibawakan pria tua itu


“Pengorbanan yang kau lakukan tidak akan sia sia, peliharaanmu mengetahui apa yang sedang kau alami” Ujar pria tua tersebut


“Apa yang harus aku lakukan sekarang, aku butuh bantuan anda, karena anda yang meminta aku untuk datang ke tempat ini” Ujar Rara


“Iya benar, sekarang masih pukul 02.00 pagi, kita akan melakukan ritual malam hari tepat pukul 21 malam” Ujar Pria tua tersebut sembari mengambil gelas Rara untuk dibawa ke dapur

__ADS_1


“Tidurlah, persiapkan dirimu” Ujar Pria tua tersebut sembari meninggalkan Rara


Tak lama setelah meminum air yang diberikan Pria tua tersebut, Rarapun tertidur, karena Pria tersebut mencampur sebuah ramuan agar membuat Rara tidur dengan nyenyak. Pria tua tersebut juga menaburkan beberapa garam kasar di sekitar kasur Rara dan berjaga diluar kamar Rara.


Pria tua tersebut merupakan sahabat dari Wanita tua yang mengutuk Rara. Pria tua tersebut. Ketika masih muda, Pria tua tersebut memiliki 2 sosok anak pria dan wanita yang cantik, hingga suatu masa kedua anak Pria tersebut pergi ke sebuah tampat, dimana tempat tersebut merupakan tempat sesembahan Sahabatnya.


Malam harinya kedua anak Pria tua tersebut mengalami penyakit yang mengerikan. Kemudian dia pergi ke rumah Sahabatnya, tak sengaja dia melihat barang milik kedua anaknya berada di kamar Sahabatnya. Tak lama Sahabatnya mengahmpiri ruangan tersebut dan melihat Pria tua itu sedang berada di sana.


Merekapun saling sahut menyahut hingga Iblis yang disembah oleh sahabatnya datang dan menyiksa Pria tersebut, Pria itupun diberikan kesempatan untuk hidup karena ijin dari Sahabatnya berdasarkan persahabatan.


Dari sanalah hubungan mereka retak dan Pria tua terebut kehilangan kedua anaknya. Tak lama istri dari Pria tua tersebutpun menyusul.


Hal itu membuat dia belajar tentang ilmu hitam untuk menandingi iblis yang pernah membunuh keluarganya. Hingga dia bertemu dengan Rara, keinginannya utnuk membalas dendampun akan tercapai

__ADS_1


__ADS_2