Kalung Ter KutuK

Kalung Ter KutuK
Bab 7


__ADS_3

Setelah mendengar pernyataan dukun tersebut. Rara dengan cepat pergi meninggalkan ruangan dukun tersebut.


Sesampainya di parkir mobil, Rara merasa ada yang mengikutinya, kemudian dia mempercepat langkahnya lalu masuk ke dalam mobil.


Ketika menutup pintu, Rara melihat dari kaca atas bahwa wanita tua pemilik kalungnya berada di kursi belakangnya. Hal itu membuat dia terkejut. Detub jantung Rara semakin kencang ketika dia menoleh kebelakang. Hendak melepaskan kalung tiba tiba wanita tua itu membuka kedua matanya dan tersenyum jahat.


"****** pencuri!" Tegas wanita tua itu lalu mengarahkan tangannya dan menjambak Rara dengan sangat kuat


Rara kesakitan dan menjerit sekencang mungkin, tetapi tidak ada satu orangpun yang mendengar.


"Hahahaha" Tawa wanita tua


Rara mengenakan sabuk pengaman dengan cepat, kemudian memutar kunci mobil lalu menancapkan gas, setelah beberapa meter melaju, Rara mengerem mobilnya secara mendadak, hingga membuat wanita tua itu terdorong dan kepalanya terantuk mengenai kepala Rara, karena terasa sakit, dia melepaskan jambakannya sembari merintih kesakitan, Rarapun demikian.


Setelah beberapa detik wanita tua itu mengambil tongkatnya lalu menusuk mulut Rara hingga tembus kebelakang.


"Agh agh" Suara Rara menahan sakit.


Rara meneteskan air mata karena rasa sakit yang dia rasakan. Wanita tua itu memutar mutar tongkatnya sembari tersenyum dengan mulut terbuka dan sesekali mengeluarkan lidah.


Rara mengambil higheals yang dia pakai lalu memukul kaerah kiri wajah wanita tua tersebut hingga berlubang, lau menariknya hingga matanya terlepas dari kepalanya. Wanita tua itupun menjerit kesakitan dan melepaskan tangannya dari tongkat yang dia tusuk.

__ADS_1


Dengan rasa sakit, Rara menarik tongkat wanita tua itu hingga terlepas dari mulutnya. Lalu membuang tongkat itu kearah sebelahnya. Seketika wanita tua itu menghilang beserta tongkat yang tadi dia lempar. Sembari melihat mulutnya di kaca dia kebingunan dengan detub jantung yang kencang.


"Wanita tua sialan!" Teriak Rara dengan kesal


Rarapun meminjak gas menuju Desa yang ingin dia datangi. Setelah beberapa jam perjalanan diapun sampai ke Desa tersebut, lalu menemui seorang pria remaja.


"Dek kenal wanita tua yang tingginya segini ..." Tanya Rara sembari memberitahukan ciri ciri wanita tua tersebut.


Anak itu kemudian menjawab


"Nenek itu rumahnya di sana, semalam dia baru tiada" Jawab anak itu sehingga membuat Rara terkejut


"Hah? Sakit apa Dek?" Tanya Rara khawatir


"Yaudah kak aku pamit dulu"


Dengan cepat dia menuju rumah wanita tua itu lalu mendapatinya terbaring kaku diatas kasur. Rarapun terkejut dan ingin masuk ke dalam rumah wanita tua tersebut.


Tetapi seorang penjaga Desa mengahalanginya masuk karena bukan warga Desa. Rarapun semakin khawatir dan duduk di depan rumah wanita tua tersebut dengan penyesalan.


Seorang cucu tertua wanita tua itu keluar rumah dan menghampiri Rara sembari membawakan air putih.

__ADS_1


"Hey" Ujar cucu wanita tua itu


Rarapun menoleh sembari berdiri mendekatinya.


"Alasan kau kemari karena kalung itu kan?" Tanyanya sembari memberikan air minuman dengan tersenyum sinis


Dengan raut wajah khawatir Rara menjawab


"A aku tidak bermaksud untuk mengambil kalung ini" Jawabnya sembari ingin melepas kalung itu


Cucu tersebut dengan kesal langsung menyiram air yang dipegangnya kewajah Rara.


"******!, pendusta!" Tersenyum sinis dan kembali masuk kerumah sembari menutup pintu


Rarapun kembali masuk ke dalam mobilnya dengan rasa penyesalan. Hari sudah hampir gelap, Beberapa menit dalam perjalanan seorang pria tua berdiri di depan mobilnya. Dengan cepat Rara menginjak rem kemudian keluar menjumpai pria tua tersebut.


"Halo pak? Ada yang bisa saya bantu? Apa yang bapak lakukan di tengah jalan, hari mulai gelap, saya ingin pulang" Ujar Rara sopan


Kemudian pria tua itu memberikan buku yang dia pegang kepada Rara. Rarapun menghampiri pria tua tersebut dan mengambil buku yang dia berikan.


Mengusir roh Kegelapan "Judul dari buku tersebut

__ADS_1


"Bacalah buku itu. Kau akan menemui sebuah cara untuk mengatasi permasalahanmu, Temui aku dalam waktu 5 hari lagi. Aku akan membantumu untuk mengusir Roh yang mengganggumu" Ujar pria tua itu


Denga tersenyum haru Rara memeluk pria tua itu sembari mengucapkan terimakasih. Kemudian dia melanjutkan perjalanan menuju rumahnya.


__ADS_2