Kalung Ter KutuK

Kalung Ter KutuK
Bab 12


__ADS_3

Tepat pukul 09.00 pagi, Rarapun terbangun dari tidurnya dengan sedikit terkejut. Kara dia tertidur tepat di depan pintu kamarnya.


"Pufy...Pufy..." Teriak Rara mengintip sedikit dari pintu


Tiba tiba anjing kesayangannya muncul dna membuat dia terkejut lagi. Bebebrapa detik dia memperhatikan Pufy dengan jeli. Kemudian Rara membuka pintu secara perlahan dan menghampiri Pufy. Ternyata benar itu adalah anjingnya. Rarapun duduk memeluk Pufy dilantai sembari menghusap bulunya dengan wajah yang kemerahan karena menahan tangis.


Seperti biasa, Rara menyiapkan sarapan pagi untuk mereka.


"Koran" Teriak pengantar koran kemudian melemparkan koran kedepan pintu rumah Rara


Dia mengambil koran tersebut lalu membacanya sembari memakan sarapan yang baru saja dia buat.


Tak sengaja dia melihat berita tentang Desa yang pernah mereka kunjungi untuk KKN, dengan serius dia terus membaca koran tersebut. Kemudian Rara pergi menuju kamar untuk mengambil sebuah laptop dan mencari tau lebih dalam lagi mengenai Desa yang mereka kunjungi.


Setelah beberapa menit mencocokkan lokasi dan gambar pada laptop dan koran, Rarapun mengetahui bahwa Desa itu dahulunya dipenuhi para Penyihir. Sontak membuat dia terkejut dan berhenti mengunyah sarapan yang sedang dia makan.

__ADS_1


"Oh my God!" Ujar Rara


Karena hpnya hancur, Rara tidak dapat memberitahukannya kepada Teman temannya. Setelah beberapa menit layar laptop Rara tiba tiba mati. Rara mencoba untuk menghidupkan laptop yang dia miliki, tetapi tidak menyala juga.


Tiba tiba wajah wanita tua muncul di layar laptop Rara. Sontak membuat Rara terkejut, wanita tua itu keluar dari layar laptop Rara, karena takut Rara menutup wajahnya menggunakan bantal duduk yang dia bawa dari sofa.


Perlahan dia membuka bantal tersebut dari wajahnya, wanita tua itupun menghilang dari hadapannya dan laptopnya. Ternyata wanita tua teresebut berada di belakang Rara. Perlahan Rara menoleh kebelakang dengan sangat ketakutan.


Tiba tiba wanita tua itu meraih rahang Rara hingga terbuka lebar. Wanita itupun muntah kedalam mulut Rara hingga semua cairan hitam, kuning, coklat dan merah bercampur masuk ke dalam mulut Rara. Rara mencoba untuk melepaskan genggaman wanita tua tersebut dengan segala cara.


Wanita tua itupun perlahan menjauh kebelakangnya dan menghilang.


"Ah" Teriak Rara sembari menoleh ke segala arah


Rarapun kembali duduk ke kursinya dengan mencoba untuk mengeluarkan cairan yang masuk ke mulutnya. Setelah beberapa menit di depan westafel Rarapun pingsan.

__ADS_1


Rara bermimpi sedang berada di sebuah tempat yang sangat gelap.


"Halo" Teriak Rara dengan raut wajah yang khawatir


Rara terus menoleh ke segala arah untuk memastikan bahwa dia tidak sendirian. Kemudian dia berjalan perlahan menelusuri tempat gelap tersebut. Dari kejauhan dia melihat seorang wanita tua yang sedang berdiri membelakanginya.


Rarapun bergegas mendekati wanita tua tersebut.


"Hey" Teriaknya menahan tangis


"Hey, apakah kamu pemilik kalung ini?" Teriak Rara meneteskan air matanya tetapi berusaha untuk tegar


Wanita tua itu hanya berdiam di sana tidak menjawab Rara bahkan tidak menoleh juga kearah Rara.


Rarapun berhenti melangkah, tak tahan menahan air matanya Rarapun menangis menyesali perbuatannya hingga dia terduduk.

__ADS_1


"Aaa, Aku tidak ..." Rintihan Rara karena tidak dapat berkata kata lagi dengan apa yang sedang dialaminya saat ini


__ADS_2