
Pagi harinya tepat pukul 05.30 Rara sudah berada di lantai atas penginapan. Sembari menikmati teh, dia terus memperhatikan posisi kalung tersebut. Yang dia pikirkan saat itu adalah segera bergegas menuju kalung itu dan mendapatkannya.
Tak lama kemudian petugas penginapan datang menghampiri penginapan mereka, berniat untuk membuka gerbang pintu penginapan. Sehingga dia terburu buru untuk segar turun keluar dari dalam penginapan.
Suasana pada saat itu masih terbilang sangat gelap. Lokasi penginapan mereka juga berada diposisi paling ujung pertama kali masuk Desa, setelah hutan belantara. Desa tersebut juga dikelilingi hutan yang lebat dan hanya ada beberapa rumah tua yang masih berdiri di Desa tersebut, dalam jarak sekitar 10 merer antar rumah.
"Rara mana Njel" Tanya Lestari
"Gak tau, mungkin masih molor" Jawab Angel di meja sarapan pagi
Dug,dug,dug,dug,dug *Suara langkahan kaki Rara hendak keluar penginapan
"Rara kenapa terburu buru" Ujar Angel yang sedang menikmati sarapan pagi
Tanpa mendengarkan Angel dia segera keluar penginapan dan menghampiri kalung tersebut.
"Duhh dimana ya" Ujar Rara sembari memperkirakan lokasi kalung tersebut jika dilihat dari atas
Setelah beberapa menit, Rara mendapatkan kalung yang dia cari. Rara terkesima melohat kalung tersebut, begitu cantik dan berkilau.
"Rara" Teriak Lestari mencari keberadaan Rara
__ADS_1
Rara bergegas menyimpan kalung tersebut, ketika hendak berdiri dan menatap kearah depan tiba tiba dia melihat sosok makhluk hitam menyeramkan bertanduk dua tepat di depan wajahnya. Hingga dia terkejut dan tersungkur jatuh
"Rara!" Teriak Lestari sembari menghampiri Rara
"Kenapa itu" Ujar Angel kemudian bergegas keluar penginapan bersama Danur.
Danur yang melihat kejadian tersebut langsung berlari menghampiri Rara dan membantunya untuk berdiri.
"Kenapa Ra?" Tanya Angel
"Nggk, tadi, sudalah mungkin perasaanku saja" Jawab Rara sembari menoleh kearah belakang dengan raut wajah yang khawatir
Merekapun masuk ke dalam penginapan dan melanjutkan sarapan pagi.
"Semalam aku ada bincang dengan pemimpin Desa ini, Katanya ada beberapa rumah warga di Desa ini, tetapi berjarak 5 sampai 10 meter. Manurutku tempat ini tidak layak dijadikan KKN kita, dan aku berencana kita balik sesuai rencana" Ujar Danur
"Aku mau kita berbagi tugas..." Ujar Danur memperjelas tugas yang akan diberikan
Pukul 09.30 hari mulai cerah, tetapi berlangsung hanya beberapa menit saja. Tiba tiba cuaca berubah menjadi mendung, angin yang begitu kencang membatalkan mereka melakukan kegiatan KKN.
"Tuan Danur, hari ini tidak dapat bertemu waga ya, karena spertinya akan turun hujan" Ujar seorang penjaga menghampiri penginapan
__ADS_1
"Baik Pak, silahkan masuk Pak" Ujar Danur tersenyum
"Ohh tidak perlu, saya ada keperluan dirumah" Jawab penjaga itu tersenyum lalu pergi.
"Seperti yang kita harapkan" Ujar Danur
"Tapi ini sudah termasuk hari pertama KKN kan Dan?" Tanya Rara sembari memakan puding hangat
"Iya Ra. Semoga saja awet sampai jam 3 sore. Yaudah semua balik deh ke kamar masing masing" Ujar Danur
Angel terlihat bahagia dan segera menuju kamar. Sedangkan Danur dan Lestari berencana untuk bercumbu mesra di dalam kamar mereka.
"Sayang badan aku pegal banget habis perjalanan semalam" Keluh Lestari
"Yaudah Yang, aku bantuin pijit" Jawab Danur sembari mencium bibir Lestari dengan lembut lalu memegang tangan Lestari untuk mengajaknya ke kamar.
Rara yang melihat hal itu tersenyum dan teringat oleh kalung yang dia kenakan. Kemudian dia bergegas masuk kamar dan menutup pintu kamarnya, tetapi dia lupa untuk menguncinya.
Rarapun mengeluarkan kalung yang dia temukan tadi, lalu tanpa ragu dia mengenakan kalung tersebut pada lehernya. Diwaktu yang bersamaan angin kencang masuk kedalam penginapan melalu jendela yang tepat berada di depan pintu kamar Rara, hingga membuat pintu kamar Rara terbanting terbuka dan membuat dia terkejut.
Hawa angin sepoy menghampiri wajah Rara, ketika menoleh kearah kanan dengan pelan, kemudian dia melihat makhluk hitam bertanduk menyeramkan itu lagi, lalu pingsan.
__ADS_1