Kalung Ter KutuK

Kalung Ter KutuK
Hari Ketiga


__ADS_3

Rara tidur dengan nyenyak, bahkan dia tidak bermimpi. Tepat pukul 13.00 Rara terbangun dari tidurnya. Tanpa di sadari dia terlelap dengan sangat lama. Diapun menuju kamar dan kembali melanjutkan tidurnya. Diluar hari sangat dingin, suara hujan membuat dia semakin rilex dan nyaman dengan kasurnya.


Rara benar benar menyesali perbuatannya, tetapi nasi telah menjadi bubur, Rara tidak dapat berbuat apa apa. Jika seandainya Rara menginginkan sebuah kalung, dia dapat memintanya kepada Rehan.


Tetapi Rehan begitu bergairah, jika Rara menginginkan sesuatu, Rara harus melayaninya hingga Rehan puas. Hal itulah yang membuat dia enggan untuk memintanya.


Rehan menemui Rara pertama kali di sebuah tempat yang kumuh. Di pinggir kota di bawah jembatan yang penuh dengan tumpukan sampah.


Rehan menjumpainya lalu berkenalan, singkat cerita merekapun saling memiliki rasa suka. Tanpa pandang bulu, Rehan meminta Rara untuk tinggal di sebuah kontrakan yang saat ini dia tinggali.


Hari pertama Rara tinggal, Rehan meminta jatah terhadapnya. Dari sanalah mereka terus melakukan hubungan badan hingga saat ini.

__ADS_1


Rara tidak keberatan dengan permintaan Rehan. Rehanpun berjanji akan terus ada untuknya sampai dia menikahi Rara.


Rara juga sudah dikenalkan dengan orang tua Rehan. Dan tanggapan orang tua Rehan terhadap Rara biasa saja, karena mereka beranggapan kalau anaknya sudah dewasa dan tau harus berbuat apa.


Seekor lalat terbang kearah wajah Rara, beberapa detik berada diatas wajah Rara. Lalat itu terbang sedikit jauh dan masuk kedalam hidung Rara. Sehingga membuat dia terkejut dan terbangun dari tidurnya.


Hok Hok Hok *Tersedak


Rara dengan cepat menuju toilet untuk mengeluarkan benda yang masuk ke dalam hidungnya. Setelah beberapa menit dia berusaha dengan susah payah, akhirnya lalat itu keluar dari mulutnya.


Kejadian tersebut membuat hidung Rara mengeluarkan cairan darah, dan membuat matanya berlinang. Diapun membasuh wajahnya dengan air, ketika melihat kaca dia melihat wajahnya yang begitu keriput dan menyeramkan, dengan panik dia kembali membasuh wajahnya. Terengah dia berkca lagi, dan ternyata hanya ilusinasinya saja.

__ADS_1


Srrrt Srrrt Srrrt *Suara ribuan lalat


Rara mendengar suara ribuan lalat di dalam kamarnya. Dengan cepat dia membuka pintu toiletnya, dna dia melihat ribuan lalat terbang diatas kasurnya. Karena panik diapun kembali masuk ke dalam toilet.


Air mata Rara tak dapat terbendung, dia menangis sejadi jadinya hingga dia terduduk di depan pintu toilet. Rara begitu lelah diperlakukan seperti ini, memang semua itu hanyalah halusinasinya saja, tetapi halusinasi yang dia alami terlihat begitu nyata. Bahkan dia juga dapat merasakan rasa sakit ika dia disakiti di dalam halusinasinya.


Rara tidak tau harus bagaimana, apakah dia harus mengorbankan Pufy atau dia harus mengorbankan jiwanya. Sangat berat bagi dia untuk memilih.


Ketika sednag menangis, pintu toilet tiba tiba di gedor dengan sangat kuat. Hingga membuat dia tergeser sedikit. Hal itupun membuat dia semakin menangis.


Tiba tiba sebuah tangan menyeramkan menjebol pintu toilet tepat diatas kepalanya. Tangan itupun menarik rambut Rara hingga membiat dia menjerit kesakitan.

__ADS_1


Diapun berusaha untuk meraih sebuah gagang sikat gigi yang berada tepat diatas westafel menggunakan kakinya. Setelah bersusah payah diapun berhasil menjatuhkan sikat gigi tersebut.


Tarikan iblis itu semakin kuat dan keras hingga hampir membuat kulit kepalanya lepas dari kepalanya. Rara kemudian mengambil sikat gigi tersebut lalu membelah duanya. Kemudian memilih bagian yang tajam lalu menusukannya ke tangan iblis tersebut. Hingga jambakkannya terlepas dan diapun terbangun dari tidurnya.


__ADS_2