
Rarapun terbangun seperti orang yang kelelahan, setelah beberapa detik detub jentungnya kembali berdetak normal. Diapun pergi menuju toilet untuk membasuh wajahnya yang penuh dengan keringat. Sesekali dia melihat kearah wajahnya, kemduian menghembuskan nafas layaknya orang yang telah selesai melewati sebuah masalah.
"Ada 13 panggilan terlewat?" Ujar Rara pelan
"Halo Yang?" Kemudian merebahkan tubuhnya di kasur
"Aku gpp Yang, aku ketiduran aja" Jawab Rara lagi
"Sayang kapan balik?" Tanya Rara
"Sayang, halo? Yang?"
Tiba tiba suara Rehan berubah menjadi suara seperti gesekan gesekan ribuan benda. Yang semakin lama suara itu semakin keras. Hingga Rara membuang ponselnya kedinding dan berteriak sembari menutup telinganya.
Plak *Suara benturan Hp
Tiba tiba suara Rehan kembali terdengar.
"Halo Sayang, kamu masih di sana? Kalau nggak aku matiin nih"
Rara mengambil handhpone nya dan melihat Wanita tua dengan mata melotot penuh dendam berada di walpaper hpnya. Sonta membuat Rara emosi dan membanting banting hpnya hingga hancur berantakan.
"Wanita tua sialan!" Teriak Rara sembari meludahi hpnya
Tiba tiba pintu kamar Rara digedur dengan sangat keras.
__ADS_1
"Enyahlah engkau pelacur!" Teriak Rara
Suara geduran itupun berhenti kamudian terdengar suara langkahan kaki yang menjauh dari pintu kamarnya.
Rarapun menghampiri pintu kamarnya secara perlahan dan mencoba mendengarkan bisikan bisikan ramai dari luar kamarnya. Setelah beberapa menit kemudian suara bisikan itu menghilang, hingga membuat Rara mencoba untuk mendengar lebih detai lagi. Ternyata suara bisikan itu tidak terdengar lagi.
Dig Dig Dig Dig *Suara jam
Rara sedikit terkejut mendengar suara jarum jam yang bergerak karena begitu foukus mencoba mendengar suara bisikan dari luar.
"Hah? Jam 12.01 malam?" Teriaknya pelan
Perlahan Rara membuka pintu kamarnya dikarenakan perutnya yang sudah kelaparan.
"Pufy Pufy" Teriak Rara waspada
Anjingnyapun datang menghampirinya secara perlahan dari dapur. Tiba tiba Pufy melihat kearah belakang.
"Pufy sini" Ujar Rara heran
Pufypun menoleh perlahan kearah Rara, setelah menatap Rara.
"Wanita murahan!" Teriak anjingnya kemudian berlari kencang kearah Rara
"Aaaa" Teriak Rara
__ADS_1
"Mimpi, ini cuman mimpi, ini cuman mimpi" Ujar Rara bersandar di pintu kamarnya
"Rara, ini bukan mimpi? Mau bermain denganku Rara? Hahahaha" Teriak Pufy layaknya seorang pria tua
"Rara, oh Raraaa hahahaha" Teriak Pufy lagi
"Enyah kau iblis!" Teriak Rara sembari memukul pintu beberapa kali
Suara anjing Rarapun berubah seperti layaknya anjing yang sedang ketakutan, tetapi Rara tidak ingin membuka pintu kamarnya untuk Pufy. Pufy terus mencakar pintu kamar Rara tetapi dia tetap tidak ingin membukanya.
Setelah beberapa menit kemudian, Pufy tidak mencakar lagi pintu kamar Rara. Tetapi Rara mencoba mendengar apa yang terjadi di luar kamarnya.
Tiba tiba terdengar suara seperti ada yang di banting ke lantai.
Bug Bug Bug Bug *Suara Pufy dibanting
Setelah beberapa detik terdengarlah suara Pufy berteriak kesakitan. Rara mencoba menahan teriak menggunakan tangannya dan tetap tidak ingin membuka pintu kamarnya.
Air mata Rara tidak dapat terbendung hingga membuatnya sesekali mengantukkan kepalanya kepintu. Tiba tiba suara teriakan Pufy menghilang.
Rara berfikir kalau Pufy telah tiada, tiba tiba setelah beberapa menit.
"Buka pintunya ****** murahan! aku akan menelanmu! Hahaha" Teriak Pufy sembari menggores gores pintu kamar Rara.
Rara menghusap air matanya dan terus menahan pintu kamarnya. Hingga membuat dia tertidur sampai pagi hari.
__ADS_1