
Pada malam hari sampai dirumah, Rara dan Rehan melepaskan rindu dengan bercumbu mesrah, suara ******* Rara sangat keras tetapi tetangga tidak dapat mendengarnya karena hujan yang turun sangat deras.
Setelah beberapa menit bercumbu mesra, Rara dan Rehan beristirahat. Tiba tiba Rara mendengar bisikan yang ramai sekali di telinganya, suara bisikan itu semakin lama semakin kencang. Sehingga membuat dia terbangun dari kasurnya.
Dug Dug Dug *Suara ketukan pintu yang sangat keras
Rara turun dari ranjang dan pergi menuju depan rumah, ketika membuka pintu tidak ada seorangpun yang dia temukan.
“Halo?” Teriak Rara
Karena tidak ada orang disana kemudian dia menutupnya kembali, masih 3 langkah menjauhi pintu, terdengar lagi suara ketukan pintu
Dug Dug Dug *Suara ketukan pintu yang sangat keras
“Siapa, jangan main main ya, sudah malam” Teriak Rara
Dug Dug Dug *Suara ketukan pintu yang sangat keras ketika baru saja manutup pintu
Dengan kesal Rara membuka pintunya lagi, tetapi lagi lagi dia tidak menemukan seseorang disana. Kemudian Rara kembali menutup pintunya lagi.
Ketika dia menoleh kearah belakang tiba tiba Makhluk hitam bertanduk 2 menyeramkan memukul satu mata Rara hingga menembus kepalanya, sembari menahan sakit Rara terdorong hingga lengket ke pintu.
Darahnya tak henti keluar mengenai tangan dan wajahnya. Kemudian Rara memukul wajah Makhluk itu menggunakan tangan kanannya tetapi Makhluk itu menghilang dan diapun terbangun dari tidurnya dengan hembusan nafas dan detub jantung yang kencang.
“Sayang, aku lihat sayang terlalu nyenyak tidur, jadi aku nggak mau membangunkan wanitaku. Aku pamit kerja ya Sayang, jangan lupa makan. By your Love” Bunyi pesan tertulis Rehan diatas secarik kertas.
“Hffft mimpi apa aku barusan” Ujar Rara sembari baringan lagi
“Jam 10 pagi? Astaga” Ujarnya lalu pergi menuju dapur untuk menyiapkan sarapan
Sesampainya di dapur, Rara mendengar suara kaki yang berlari kencang menuju kearahnya, ketika menoleh dengan terkejut, Rara tidak melihat seorangpun yang menghampirinya.
__ADS_1
Ketika dia menoleh kembali kearah tomat yang sedang pegang untuk dipotong. Dia melihat tomat itu memiliki satu mata yang melotot melihatnya. Diapun melempar tomat tersebut kedalam westafel.
Karena penasaran Rara memberanikan diri untuk melihat kembali tomat tersebut.
Ketika Rara membalikkan tomat itu, Rara masih melihat sebuah mata yang melototinya, karena ketakutan dia berteriak dan menusuk nusuk tomat tersebut dengan memejamkan matanya menggunakan pisau yang dia pegang. Hingga mengeluarkan banyak sekali darah.
Ketika dia membuka matanya ternyata yang dia tusuk adalah tangannya. Rarapun teriak histeris dan menjatuhkan pisau tersebut. Akibat dari tusukan itu tangannya memiliki 3 lubang.
Rara pun buru buru untuk pergi mengambil alat medis untuk membalut lukanya, sesampainya di ruang tamu, Makhluk hitam bertanduk dua menyeramkan muncul di depannya lalu menampar wajah Rara hingga terjatuh mengenai sofa, kemudian Rara pingsan.
Setelah beberapa menit Rara terbangun dari pingsannya, dengan cepat dia melihat kearah tangannya yang dia tusuk sebelumnya. Ternyata hanya ilusinasinya saja. Rarapun menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan.
“Apa ini, aku halusinasi?” Ujar Rara sembari memegang rambutnya layaknya orang stress
Kemudian Rara berinisiatif untuk pergi ke seorang dukun yang pernah dia kenal, untuk menannyakan apa yang sebenarnya terjadi padanya.
Dengan cepat dia menuju mobil untuk pergi ke dukun tersebut. Ketika dia sampai ketujuan, dia tidak mendapati dukun itu, kemudian dia mencari tau kemana dukun itu pindah. Setelah beberapa jam berkeliling diapun menemukan lokasi dukun tersebut berada.
“Rara, Rara, Rara, untuk apa kau menemuiku” Tanya dukun bermata satu bertubuh bungkuk tersebut
“Butuh ramalan nasib?” Ujar dukun tersebut sembari tertawa dengan suaranya yang berat
“Bukan Ki, aku bermimpi …” Rara
menceritakan kejadian yang dia alami ketika bermimpi
Dukun tersebutpun meminta Rara untuk memberikkan tangannya bertujuan untuk melihat apa yang sedang terjadi dengan Rara. Rarapun memberikan tangan kanannya. Baru beberapa detik memegang tangan Rara, dukun tersebut langsug melotot kearah Rara.
“Tatap mataku” Ujar dukun tersebut dengan serius
Tak lama setelah Rara menatap mata dukun tersebut, tiba tiba ruangan dukun itu diterpa angin yang sangat kuat, lilin yang menyala mati seketika.
__ADS_1
“Ssst” *Dukun tersebut bermaksud untuk meminta Rara tetap tenang dan tidak panik
Setelah beberapa menit menatap mata Rara, meja dukun itu terbelah menjadi dua bagian, kemudian dia melepaskan tangan Rara dan berpaling dari tatapan Rara sembari terburu buru bangun dari tempat duduknya. Dukun tersebut melihat sesosok Iblis sedang mengincar jiwanya.
“Kenapa Ki” Tanya Rara dengan khawatir
“Tidak apa, pulanglah” Ujar dukun itu sembari membelakangi Rara
“Aku sudah tutup, silahkan tinggalkan ruangan saya” Ujar dukun itu lagi
“Tolonglah Ki, beritahu aku apa yang sebenarnya terjadi padaku” Ujar Rara memohon
Kemudian dengan rasa iba, dukun tersebut membalikkan badan dan melihat Rara.
“Jiwamu sedang di incar Iblis” Jawab dukun itu
“Leiona” Ujar dukun itu sehingga angin kencang kembali menerpa ruangan tersebut
“Lihat, namanya saja terkutuk untuk di sebutkan” Lanjut dukun itu
“Kenapa dia menggangguku” Tanya Rara
“Kalung yang kau gunakan kau dapat darimana, terakhir aku menemuimu, kau tidak menggunakan kalung” Tanya dukun tersebut
Kemudian Rara melihat kalung yang dia kenakan
“Aku menemuinya di sebuah Desa” Jawab Rara
“Kau sudah dikutuk!” Ujar dukun itu lalu meludah kearah kanannya
Rara kemudian pergi meninggalkan ruangan dukun tersebut dan menuju Desa yang dia datangi waktu lalu.
__ADS_1