Kalung Ter KutuK

Kalung Ter KutuK
Bab 20


__ADS_3

Rara sedikit heran melihat keadaaan handphone yang dia pegang dikarenakan dipenuhi oleh lendir pufy. Seperti yang dia ingat bahwa pufi telah mati ditumbalkan olehnya, mustahil jika pufy hidup kembali dan menggigit handphone tersebut.


Karena layar handphone tersebut mati Rarapun kemudian mencoba untuk menghidupkan handphone tersebut. Ketika layar hidup dilihatnyalah video Pufy yang sedang meraung dipenuhi oleh amarah. Sontak membuat Rara melempar hp yang dia pegang. Hendak keluar dari ruangan itu ternyata pufy sudah berdiri tepat di belakang Rara.


Gug Gug Gug Suara Pufy


Ketika mendengar suara Pufy Rarapun menoleh kearahnya dengan wajah yang sedikit heran.


“Pufy?” Ujar Rara


Pufy kemudian meraung layaknya anjing yang sangat marah, kemudian perlahan mendekati Rara secara perlahan.


“Pelacur. Gug Argggh” Ujar Pufy sehingga membuat Rara terkejut dan terjatuh


“Kucabik cabik mulutmu yang busuk itu” Ujar Pufy lagi


Rarapun bangkit dan segera berlari menuju toilet dapur dan menutup pintu toilet tersebut. Pufy mencoba untuk mendobrak pintu toilet itu dengan sekuat tenaganya, bahkan Pufy berdiri dengan kedua kakinya dan mengantukkan kepalanya kearah pintu berulang kali.

__ADS_1


“Keluar kau ******! ******! Hahaha!” Teriak Pufy


Dug Dug Dug Dug Suara geduran pintu


“Aaa…” Teriak Rara sembari menangis


Pufypun berhenti menggedur gedur pintu toilet tersebut. Sontak membuat Rara berhenti menangis dan hendak mengintip keluar pintu untuk memastikan apakah Pufy sudah pergi.


Setelah beberapa menit ternyata Pufy sudah tidak ada lagi di depan pintu toilet Rara. Rarapun bergegas pergi keluar dari ruang makan sembari melirik ke segala arah untuk memastikan bahwa Pufy benar benar sudah pergi.


“Ah… Ah” Teriak Rara kesakitan


Setelah beberapa saat, meja makan itu terbelah menjadi dua, Rarapun melihat Pufy berdiri tepat di depan matanya dengan wajah yang penuh dengan amarah.


“Aku ti... tidak bermaksud, aku mencintaimu, maafkan aku” Ujar Rara terbata bata sembari menangis


“Aku tidak tau apa yang harus aku perbuat, aku mengaku bersalah, maafkan aku, maafkan aku…” Tangisnya lagi

__ADS_1


Kemudian Pufy tidak mengeram lagi dan mendekati Rara dengan mengibas ngibaskan ekornya. Pufypun menjilat Rara sembari berbisik.


“Pergilah ke rumah bapak tua itu” Bisiknya seakan Pufy mengetahui bahwa besok adalah hari ke enam Rara menuju kematian


Hal tersebut membuat Rara sedikit terkejut, ternyata Pufy tidak ingin menyakiti Rara, Pufy justru ingin melindungi Rara dari Roh jahat yang menginginkan jiwa Rara. Hanya saja Pufy ingin permintaan maaf dari Rara dengan tulus. Karena Pufy mengetahui bahwa Roh yang menginginkan jiwa Rara mendekat Pufypun kembali meraung.


Argghhh Raungan Pufy


Pufypun mencoba untuk melindungi Rara yang tersungkur dengan maju perlahan mendekati Roh jahat tersebut. Ruangan tamu terlihat terguncang dan sangat gelap. Suasanya terlihat senyap sejenak, kemudian Pufy ditarik oleh roh tersebut. Melihat hal tersebut Rarapun terkejut.


Kemudian Rara mencoba untuk berdiri dan menghampiri ruang tamu itu dan memastikan apa yang sedang terjadi. Tiba tiba jasad Pufy terlempar kearah Rara hingga membuat Rara terlempar kearah kulkas, hingga membuat kulkas tersebut rusak dan nyaris jatuh.


Rarapun merangkap untuk menghindar dari kulkas yang ingin terjatuh.


Setelah beberapa saat, Roh jahat itupun menghilang dan lampu kembali menyala, Rarapun melihat jasad Pufy tergeletak di lantai, menandakan bahwa tumbal Rara ditolak oleh Roh itu karena tidak sebanding dengan jiwa Rara.


Dengan tangis yang tidak dapat dibendung, Rarapun mengambil jasad Pufy lalu kemudian menguburnya di sebelah rumahnya dengan tetesan air mata. Diapun bergegas untuk pergi meninggalkan rumahnya untuk menuju kerumah seorang Bapa tua yang pernah dia temui kali pertama Rara diganggu oleh Roh jahat yang menginginkan jiwanya.

__ADS_1


__ADS_2