
Keesokan harinya Rara dan Angel menuju kampus untuk persiapan KKN hari pertama.
Dengam semua barang yang sudah disediakan merekapun berangkat.
"Halo Sayang, aku ada KKN ke sebuah Desa, kemungkinan sinyal di sana sedikit terganggu, kalau aku terlambat balas chat Sayang, mohon dipahami ya" Telepon Rara dengan Rehan
"Iya Sayang, jaga kesehatan ya I love U" Jawab Rehan. Rara dengan sengaja menyalakan speaker handphone agar Angel mendengarnya
Beberapa menit di perjalanan merekapun sampai di kampus dan langsung masuk kedalam barisan.
***
Angel, Angel baby Angel, your my... *Bunyi suara musik di dalam mobil
Gdebug,Gdebug *Menabrak seekor kucing dijalan
"Hey, hati hati dong Danur" Teriak Angel khawatir
"Apa yang ditabrak" Ujar Angel sembari keluar dari mobil, Rarapun ikut memperhatikan
"Rara jangan mendekat" Ujar Angel ketika Rara ingin memastikan kucing tersebut hidup atau mati
Secara perlahan Rara mendetkan wajahnya ke tubuh kucing tersebut, tiba tiba kucing itu meraung dan langsung berjalan meninggalkan lokasi. Rara hampir tersungkur kkearah belakang karnanya.
Danur yang memperhatikan dari dalam mobil sedikit tertawa.
"Ayolah, nanti kita terlambat" Teriaknya
"Belum tau ya, kalau kucing punya tujuh nyawa" Gurau Danur hingga membuat semua tertawa
Rara masih syok dengan kejadian barusan dan hanya duduk diam di posisi semula.
"Iya Danur tapikan ini jadi pelajaran buat kita, untung kucingnya masih hidup" Ujar Angel
__ADS_1
"Iyadeh terserah" Jawab Danur
"By the way kok cuman kita berempat aja ya" Tanya Rara
"Iya ada kesepakatan baru Ra. Mungkin karena lokasinya jauh dan berada di daerah pedalaman, jadi agar tidak menciptakan keramaian" Ujar Danur
"Kita cuman tiga hari kan di Desa itu" Tanya Angel
"Iya tiga hari, kita cuman mencari tau apakah Desa ini layak untuk dijadikan tempat KKN. Soalnya menurut kabar yang di dengar kampus, Desa ini telah lama menghilang. Ya kali kita KKN warganya hanya 5 orang" Ujar Danur
"Siap bos" Jawab Angel
Dalam KKN kali ini di Desa Jembatan gantung. Kampus hanya memberikan waktu tiga hari untuk melakukan KKN. Pasalnya Desa yang mereka tinggali merupakan Desa yang sedikit warga. Mereka juga bermaksud untuk mencari tau apakah Desa ini layak dijadikan tempat KKN.
"Bukan KKN dong namanya Nur" Tanya Rara
"Sebenarnya sejenis itu ya, karena kita juga nantinya akan membantu warga setempat. Sisanya kita serahkan ke pihak Kampus" Ujar Danur
"Pantasan cuman 4 orang" Ujar Angel
"Yakan mereka nanyak Yang" Ujar Danur
"Biasa aja kali Nyonya muda, namanya juga bertanya" Ujar Angel
"Brisik!" Teriak Lestari melirik sinis ke Angel
Hari mulai gelap, mereka tak kunjung sampai ke lokasi Desa Jembatan gantung. Hujan deras membuat mereka khawatir, pasalnya ada beberapa pohon yang tumbang di sekitaran mereka.
"Hati hati Yang, banyak pohon yang tumbang, pelan aja yang" Ujar Lestari
"Brisik!" Teriak Angel
"Apaan sih Angel" Ujar Lestari Tersenyum
__ADS_1
"Apaan"
"Udah ih, jangan sperti kanak kanak" Ujar Rara
"Dengar tu" Ujar Lestari tertawa
"Dia diluan Ra" Ujar Angel kesal
Hari sudah larut malam, merekapun sampai ke lokasi penginapan yang sudah ditentukan sebelumnnya.
Para penjaga penginapan langsung menjemput mereka dengan hangat, sembari membantu mengangkat barang barang yang mereka bawa.
"Akhirnya sampai juga. Trimakasih ya pak" Ujar Angel
Merekapun langsung menuju kamar masing masing untuk beristirahat. Rara yang penasaran dengan lokasi penginapan, keluar sebentar melihat lihat lokasi sekitar.
Sasampainya di bagian belakang penginapan Rara melihat sosok wanita hitam yang menyeramkan. Tanpa berfikir panjang Rara langsung masuk ke dalam penginapan dan mencoba untuk menyadarkan bahwa dia sedang berhalusinasi karena lelah dalam perjalanan.
Malam harinya semua teman Rara sudah tidur nyenyak dan pulas, badan Rara sedikit terasa sakit. Hingga dia tidak dapat tidur, kemudian dia pergi ke lantai atas penginapan, bermaksud untuk menikmati angin malam pedesaan.
Dalam beberapa menit disana Rara melihat seorang Wanita tua yang memiliki satu mata berwarna putih karena rabun sedang mencari cari kalungnya yang terjatuh.
Rara terus memperhatikan Wanita tua itu hingga dia melihat keberadaan sebuah kalung emas tersebut. Tetapi Rata tidak memberitahukan keberadaan kalung emas itu berada karena dia menginginkan kalung tersebut.
Setelah sedikit lama mencari, Wanita tua itu menoleh kearah Rara dengan wajah penuh belas kasihan. Memberikan kode agar dia membantu mencari kalung miliknya yang terjatuh.
Rarapun mengabaikan Wanita tua itu dnegan menoleh kearah yang berbeda. Hingga membuat Wanita tua tersebut terkejut dan kesal. Seakan Wanita tua itu mengetahui kalau Rara mengetahui lokasi kalungnya dan menginginkan kalung miliknya.
Wanita tua tersebutpun menarik wajahnya dari Rara dan menatap kearah tanah kemudian membacakan sebuah mantra untuk memanggil Roh jahat membuat sebuah perjanjian jahat dengannya.
Dengan posisi berdiri dan tangan yang dikatup beserra mata terbuka Wanita tua itu mengucapkan mantra lalu mengatakan.
"Aku memberikkan kalung itu sebagai hadiah dariku. Barangsiapa yang menemukan dan mengenakkannya, maka kalungku itu akan seutuhnya menjadi miliknya. Dan sebagai tukarannya adalah jiwa dari pemiliknya"
__ADS_1
Kemudian Wanita tua tersebut pergi meninggalkan lokasi kalung itu terjatuh. Rara memperhatikan Wanita tua itu pergi. Tetapi dia tidak dapat keluar penginapan karena pintu dan pagar sudah dikunci oleh penjaga.
Menurut peraturan yang berlaku, jika sudah pukul 22.00 Masyarakat tidak diperbolehkan untuk keluar rumah. Hingga dia harus menunggu besok pagi agar dapat mengambol kalung yang dia inginkan.