
Hari ini,, Sekretaris Hadyan Minta izin untuk tidak masuk kerja , kerena merawat ibunya yang sedang sakit.
Sekarang, jam sudah menunjukkan pukul 10:45,,,Saat lagi tengah menyelesaikan pekerjaannya yang tiap hari bertumpuk di meja kerjanya yang tak habis-habis di kerjakan olehnya.Hadyan meraih gelas yang terletak di atas mejanya
"Huftt,,Habis...."
Mau tidak mau Hadyan beranjak dari tempat duduknya keluar dari ruangannya menuju ke ruangan pantry.
Saat sampai di pantry Hadyan mendapati 2 karyawan di dalam sana,di mana seorang pria membantu seorang wanita menggantikan air galon yang sudah habis isinya , Hadyan menatap 2 karyawan itu,lalu pikirannya kembali ke memory saat ia pertama kali bertemu dengan Yuwa.
" Pak Hadyan," Sapa salah satu karyawan itu yang menyadari kehadiran Hadyan. "Apa bapak ingin mengambil minuma ?"tanya nya lagi.
" Eh , iyaa."Jawab Hadyan kepada karyawannya yang membuyarkan lamunannya.
" Silakan Pak,kami Permisi "
Setelah mengambil minumannya , Hadyan membalikkan badannya dan mendapati Jonanda merangkul bahu Yuwa masuk ke pantry , Yuwa membungkuk hormat kepada Hadyan tanpa membuka mulutnya , Hadyan pun mengangguk kepalanya dan melewati mereka berdua begitu saja .
Saat belum sampai pintu keluar pantry Hadyan masih sempat mendengarkan ucapan Jonanda." Lo duduk sini bentar,gue cuba lihat ada tersedia obat flu gak " Ucap Jonanda.
Setelah kembali ke ruangannya,Hadyan memikirkan ucapan Jonanda yang tadi masih sempat ia mendengarkan " Apa Yuwa lagi demam " guman Hadyan.Tanpa pikir panjang Hadyan menelpon OB untuk membelikan obat flu.
Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang , para karyawan pun keluar kantor untuk mengisi kembali tenaga yang sudah terkuras . Dengan diam-diam Hadyan mendekati kubikel Yuwa untuk meletakkan obat flu yang tadi meminta OB membelikan nya , Hadyan meletakkan obat flu di meja Yuwa tanpa sepengetahuan siapa pun karena para karyawan sudah pada keluar mengisi kembali tenaga yang sudah terkuras di ruangan ini .
Sekarang waktu pun sudah menunjukkan pukul 5 sore, para karyawan pun tidak ada yang lembur,karena hari ini adalah Malam minggu Dan besoknya weekend.Di perusahaan IRW group jika besok adalah hari libur maka malam ini tidak ada yang lembur dan walaupun itu perusahaan yang besar setiap hari jam kerjanya tetap dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore kecuali dari hari senin sampai hari jum'at karyawan yang mempunyai banyak kerjaan akan lembur.
Hadyan kembali ke kubikel Yuwa, memastikan Yuwa mengambil obat flu yang tadi ia meletakkan Di mejanya ,saat sampai di meja Yuwa,Hadyan tertegun karena mendapati obatnya masih di posisi yang sama tanpa di sentuh oleh siapa pun.
"Apakah Yuwa tidak melihatnya ? " Batin Hadyan "tidak mungkin Yuwa tidak melihatnya , jika saya meletakkan di depan komputernya."sambungnya lagi.
Dengan menarik nafas yang dalam dan menghembuskannya Hadyan berkata " Apa yang sedang Lo lakukan Yan , sadar..Bukan Lo yang dia cintai tapi adik Lo yang dia cintai."lirih hadyan.
Sebenarnya tadi Jonanda membawa Yuwa ke pantry, di sana tidak ada persedian obat, mungkin sudah habis dan blum di beli, jadi Jonanda meminta izin dan membawa Yuwa pulang istirahat.
Saat baru saja membuka pintu mobil di parkiran perusahaannya ponsel Hadyan berbunyi, ternyata dari Ivian.
" Hallo "
"Hallo,, Dyan, bisakah kita bertemu ?" Ucap Ivian di seberang telp.
"Please.. Setelah malam ini gue akan kluar kota."sambungnya lagi.
"Baik lah "Ucap Hadyan.
"Ok,,di tempat biasa ya "
__ADS_1
" Ok. "
Saat sudah sampai di cafe yang di tunjukkan oleh Ivian, Hadyan pun memesan minuman.
"Kenapa mendadak keluar negeri ?"Tanya Hadyan tanpa basa basi memulai percakapan.
" Gue akan kembali ke perusahaan ayah untuk membantunya."
Hadyan mangut-mangut dan berkata " Jika memerlukan bantuan jangan sungkan menghubungi gue."
" Trima kasih "
"Hmm... Apakah kita masih tetap berteman."
"Tentu,, kita masih tetap berteman."
"Boleh kah, saya bertanya?"
"Hm."
"Di hatimu, apakah sudah ada nama seseorang, dan seseorang itu adalah wanita yang di pesta itu.?
"Ya."
"Apakah gue sudah tidak ada di hatimu lagi walau sedikit saja."
"Ok.. Ok.. Maaf"
Sebenarnya Ivian menyesal dengan pengkhianatan yang telah ia ciptakan sendiri.Saat masih bersama Hadyan, Ivian masih diam-diam menjalin hubungan dengan mantannya, menginap di rumah mantanya dan Selalu keluar bersama mantannya saat Hadyan sedang sibuk dan tidak bisa menemaninya.Lebih parahnya lagi mereka berdua berci***n di tempat terbuka, di sebuah cafe dan akhirnya terlihat oleh Hadyan.
Setelah mengatar Ivian pulang, Hadyan masih berdiam di dalam mobilnya di parkiran apartement. "Apakah dia baik-baik saja?". Tanpa pikir panjang lagi Hadyan menuju ke lift dan menekan tombol 12 saat sudah di dalam lift.Yaa Hadyan masih ingat jika Yuwa juga tinggal di apartment sini hanya berbeda tingkat saja dengan Ivian.
Saat sampai di depan pintu apartement Yuwa, Hadyan ragu untuk menekan bell pintu . " Ckk ,,, emang gue siapanya dia, ngapain ke sini menjengutnya, dengan alasan apa gue tiba-tiba ke sini ? " Gumam Hadyan.
Baru saja memutar balik badannya dan hendak melangkahkan kakinya ke dalam lift , pintu apartment Yuwa terbuka , dan yang keluar itu ternyata Jonanda.
"Abang ? " Ucap Jonanda setelah menutup pintu.
"Kenapa abang bisa di sini ? "
" Eh , abang,,abang tadi,, tadi antar teman abang pulang,,jadii..." Ucap Hadyan salah tingkah dan bingun harus berkata apa lagi
Jonanda mangut-mangut kepalanya tanda mengerti lalu berkata " Bisa kita ngobrol ?"
Dan di sinilah sekarang ,Jonanda dan Hadyan berada di sebuah cafe.
__ADS_1
Setelah memesan minuman dan tanpa basa basi Jonanda memulai ucapan.
" Apa abang mencintai Yuwa ?"
" Kenapa Lo, tanya begitu ? "
" Jika,,,Jika Yuwa juga mencintai abang,apa abang akan mencintainya ? "
" Maksudnya ? "
" Apa abang tidak merasakan , bahwa Yuwa mencintai abang ? "
Deggg...
Apa maksud dari kata Jonanda, Yuwa mencintai nya , apa mungkin..Bukan kah yang Yuwa cintai itu Jonanda.
" Kenapa Lo bisa merasakan,bahwa Yuwa mencintai abang , bukankah kalian berdua sangat dekat selama ini ? "
"Benar , Kami memang sangat dekat , tapii.. hanya sebatas sahabat tidak lebih dari itu."
" Apa...hanya sebatas sahabat ? "
" Ya ."
" Apa selama ini , Lo benaran tidak pernah mencintai Yuwa ?"
Jonanda menggelengkan kepalanya dan berkata " Cinta, gue mencintai Yuwa, sangat."
" Trus, apa maksud Lo berkata begitu ? "
" Gue tidak tau apa yang membuat Yuwa bisa jatuh Cinta ke abang , tapi yang Yuwa cintai itu memang abang. "
Akhirnya ,,Jonanda memilih mengatakan kepada Hadyan bahwa Yuwa mencintainya. Jonanda tau cinta itu tidak bisa di paksa dan cinta itu tidak harus memiliki , Jika bisa melihat orang yang kita cintai itu bahagia kita juga akan ikut bahagia.
"Maksud Lo , Yuwa jatuh cinta sama abang ?"
Jonanda mengangguk kepalanya menandakan benar apa di katakan Hadyan.
" Tetapi , bukankah Yuwa mencintai Lo ?"
Jonanda menggelengkan kepalanya dan berkata " Tidak , Yuwa tidak mencintai gue ,dia hanya menganggap gue sahabat nya tidak lebih dari itu."
"Tetapi,, Bukankah waktu itu..?"
"Waktu itu, Yuwa hanya ingin memastikan perasaan nya " Jawab Jonanda yang mengerti perkataan Hadyan.
__ADS_1
Waktu itu, Jonanda tidak sengaja melihat Hadyan pergi dari sana, dan ia yakin Hadyan telah melihat semuanya.Dan selama ini , Hadyan memilih untuk menghindari Yuwa juga karena menjaga perasaan adiknya, agar ia tidak menjadi abang yang merusak kebahagian adiknya sendiri , tetapi Jonanda tidak ingin egois untuk menyembunyikan perasaan Yuwa dan Hadyan yang saling mempunyai perasaan tetapi tidak saling mengungkapkan, oleh karena itu dalam kesempatan ini Jonanda mengungkapkan semuanya agar Hadyan tidak salah paham bahwa yang Yuwa cintai itu adalah dirinya.
"Asal Lo bahagia,gue juga akan bahagia, Yuwa Zubina Iskandar." Batin Jonanda.