Karena Hati

Karena Hati
Bab 6 (Keterkejutan Yuwa)


__ADS_3

Tok...Tok...Tok..


"Masuk"Ucap Hadyan.


"Sayang,, ada waktu ?" Tanya seorang wanita setelah Hadyan mempesilakan masuk, sebelumnya sekretarisnya sudah memberitahukan kepada Hadyan jika Ivian mencarinya.


"Ada apa ? "Tanya Hadyan dengan muka datarnya


" Makan siang bersama, yuk."


"Please..hanya makan siang saja."


"Ok,tapi dekat cafe sini aja,soalnya setelah makan siang saya ada meeting."


"Ok."


Sesampainya di dalam cafe, Hadyan mendapati Jonanda dan Yuwa sedang makan siang bersama tapi ia tidak berniat untuk mendekati Jonanda yang juga sebagai adiknya. Dari tempat duduknya sesekali Hadyan mencuri pandang ke arah di mana Jonanda dan Yuwa sedang ngobrol dan tertawa lepas.Entah kenapa setiap kali melihat mereka berdua begitu dekat, Hadyan memiliki perasaan yang tak nyaman, entah karena khawatir Jonanda atau apa lah.


Tadi saat sudah sampai di dalam cafe, suami Eda tiba-tiba menghubungi Eda untuk minta izin karena anak Eda sakit dan masuk rumah sakit jadi tinggallah Jonanda Dan Yuwa makan bersama saja.


Waktu makan siang pun sudah berlalu,para karyawan pun sudah kembali bekerja , tapi tidak dengan Hadyan, ia duduk di kursi kebesarannya sedang memikirkan hubungan Jonanda Dan Yuwa.


"Apakah Nda sedang mendekati wanita itu,tapi kenapa tidak mengenalkan kepada Papa Dan Mama."Batin Hadyan.


Tok...Tok..Tok


"Masuk."Ucap Hadyan


Ceklek...


"Pak,10 menit lagi akan ada meeting dengan Pak Hamzah"Ucap Minda sekretaris Hadyan.


"Baik,siap kan semuanya."


"Baik Pak,,Permisi ."


Sementara di kubikel para karyawan Yuwa dan Jonanda yang sedang fokus layar yang ada Di depannya,di waktu yang bersamaan hp Jonanda Dan Yuwa masuk sebuah chat.Yang satu dapat chat dari Sang mama Dan satu nya lagi dapat chat dari Sang sahabat.


,~Dear Mom~


"Nda,,nanti malam temani mama jengut kerabat mama di rumah sakit ya."Ucap Martha ,ibu nya Jonanda


Tetapi Jonanda tidak langsung membalaskan chat dari ibunya karena ia ingin memastikan apakah Yuwa hari ini akan lembur.Jika Yuwa lembur ia akan mengatakan kepada ibu nya ia sedang banyak kerjaan dan tidak bisa menemani ibu nya menjengut kerabat ibu nya.Jika Yuwa tidak lembur ia akan setujuh untuk mengatar ibu nya menjengut sahabatnya.


Dan di hp yang satu lagi Yuwa sedang membaca chat dari sahabatnya Visella.


~Visella~


"Yu,,nanti Malam ketemuan, yuk..gue sekarang ada di Jakarta,kalau bisa usahakan dong Karena bsk pagi gue sudah harus terbang kembali ke kota laki gue."


~Yuwa~


"Astagaaa kenapa buru-buru pulang La?"


~Visella~


"Maklum,,kalau punya suami kayak laki gue,, yaa gitu mahh....hahaha."


~Yuwa~


"Baik lah nanti pulang kerja Kita langsung ketemuan aja, sharelock."


~Visella~


"Ok siip."


Baru saja Yuwa melatakka hp nya di meja ada notifikasi baru masuk ..

__ADS_1


Tingg..


~Jonanda~


"Yu,nanti Malam lembur ?"


~My Sweet Heart~


"Ngak Nda,,Visella lagi di Jakarta,ajak ketemuan malam ini,mau ikut ?"


~Jonanda~


"Maaf gak bisa Yu,nanti pulang kerja mau nemani mama jengut kerabatnya di rumah sakit."


~Jonanda~


"Nanti pulang kerja mau gue antar Lo bertemu dengan Sella duluan ?"


~My Sweet Heart~


"Gak pa-pa Nda ,gue pesan taxi aja ."


~Jonanda~


"Jangan,biar gue antar Lo aja ,lagian gue juga pingin bertemu Sella bentar."


~My Sweet Heart~


"Baik lah."


Saat di loby perusahaan Hadyan yang sedang menjawab telp dari seseorang di seberang sana bertemuan lagi dengan Jonanda Dan Yuwa jalan bersamaan hendak menuju ke parkiran mobil.


Yuwa menunduk hormat kepada Hadyan saat melewati hadyan yang kebetulan menatapnya.tetapi Jonanda hanya bersikap biasa saja.


"Maaf, sudah lama menunggunya "?Ucap Yuwa saat sudah sampai di cafe hotel yang di sharelock oleh sahabatnya tadi.


"Bisa dong, La.. Hahaha.."Jawab Jonanda.


"Gimana kabar, Lo,,?"


"Kabar gue baik, seperti yang Lo lihat sekarang,Nda.."Ucap Visella


"Baik lah gue tidak bisa berlama-lama di sini ,but , next semoga kita bisa berlama-lama ngobrol." Pamit Jonanda.


"Okey siiaap."


"Yu, jangan sampai larut malam pulangnya ya."Ucap Jonanda sebelum benar-benar beranjak pergi.


"Cieee .. apa ada yang gue terlewatkan niii."Ucap Visella saat Jonanda sudah pergi dari sana.


"Apaan sich."Kesal Yuwa


"Kok bisa datang berduan tadi."Ucap Visella dengan rasa penasarannya.


"Gue satu Kantor dengan Nda."


"Loh,, kok bisa, jodoh kali ya kalian berduan."


"Bukan jodoh tapi memang Nda Yang nawarin gue kerja di sana,,saat itu gue belum dapat kerja setelah kluar dari perusahaan itu dan kebetulan kantor Nda juga sedang cari karyawan bagian keuangan jadi yaa begitu lah gue daftarkan diri di sana dan akhirnya gue di trima oleh perusahaan nya."


Yuwa pernah mencerita ke sahabatnya bahwa boss tempat kerja dia dulu suka bersikap mesum dengan nya dan oleh karena itu ia resign dari tempat kerja nya


"Terus,, Lo,,kenapa bisa di Jakarta .?


"Laki gue ada pertemuan dengan clientnnya yang juga adalah sahabatnya di sini jadi gue ikut lah, kan bisa bertemuan dengan Lo saat laki gue sedang bertemu dengan client nya."


"Ngomong-ngomong apa Lo sedang jadian dengan Nda ?'tanya Visella.

__ADS_1


"Ngak lah,, hubungan gue dan Nda seperti you and me."Tunjuk Yuwa ke Visella dan dirinya.


Saat sedang asyik ngobrol, ada dua orang pria dewasa sedang berjalan mendekati tempat duduk mereka berdua.


"Sayang,,," Panggil salah satu dari 2 pria dewasa yang di belakang Yuwa.


"Eh , Mas,,"Ucap Visella saat mendapati suaminya berjalan


mendekati tempat duduk nya.


"Eh , Pak sekretaris ?" Ucap Yuwa saat mendapati seorang pria yang sudah berdiri di sampingnya.


"Pak sekretaris ?" Ucap Visella bersamaan dengan suaminya.


Setahu Visella pria dewasa yang berdiri di pertengahan suaminya dan Yuwa adalah seorang direktur dan sahabat suaminya di sebuah perusahaan, cuma ia tidak tau nama perusahaan apa, dan juga sebagai client suaminya yang akan bekerja sama untuk membangunkan sebuah hotel di Jakarta.


"Maksud Lo ,dia ..."Tunjuk Visella kearah Hadyan.


" Sekretaris direktur utama perusahaan gue kerja,,La."Dengan polos nya Yuwa menjawab perkataan Visella.


"Sekretaris ?" ulang suami Visella menahan senyuman nya, begitu juga dengan Hadyan yang masih berdiri diam menahan senyumannya.


"Iya." Ucap Yuwa.


Hahahaha... Akhirnya Gak bisa menahan senyumanya lagi suaminya Visella, Antonia Wijaya yang juga sahabat Hadyan tertawa lepas.


"Bro,,sejak kapan, Lo menggantikan posisi Lo yang sebagai Direktur utama menjadi sekretaris utama perusahaan Lo, hahahaha...?" Ucap Antonia yang masih meledek Hadyan.


"Sejak gue ketemu wanita seperti dia yang tidak tau siapa direktur perusahaan tempat dia kerja."Sindir Hadyan menatap ke arah Yuwa.


"Hah ? " Ucap Yuwa bingun


"Yu,apa Lo gak salah Kalau dia adalah sekretaris direktur perusahaan tempat Lo kerja."Tanya Visella.


"I.. Ituu.."bingun Yuwa gak tau harus berkata apa,saat ia berasumsi Hadyan adalah sekretaris direktur utama , Hadyan tidak membenarkannya tetapi juga tidak menyalahkannya.


"Bro,,yang benar saja ni...masa iya seorang Direktur Utama IRW group yang sangat terkenal begitu tampan dan wajahnya yang selalu muncul di berita, majalah dan Koran masih tidak di kenal oleh karyawan sendiri.. Hahahaha...."Sindir Antonia


"Sialan...Lo."Ucap Hadyan


"A..apa,, di,, direktur IRW group ? " Ucap Yuwa masih dengan ketidak percayaannya.


"Yu,apa Lo benaran ngak tau,bahwa pria ini yang berdiri di depan Lo ini adalah direktur utama perusahaan IRW group yang bernama HADYAN PUTRA IRWANSHA perusahaan tempat Lo kerja ?" Tanya Antonia dengan menekan nama lengkap Hadyan kepada Yuwa.


"Astagaaa mampus gue,,bisa saja Di pecat secara tidak hormat oleh Pak Hadyan Karena tidak mengenal nya."Batin Yuwa dengan menepuk keningnya sendiri.


Tiba-tiba Antonia mendapati sebuah ide ..


"Yu,,Lo bagian apa di perusahaannya.." Tanya Antonia


"Bagian keuangan An."


"Bro, Bukankah kita sedang mencari orang yang bisa kita percayai dalam hal menangani proyek kita?" Tanya Antonia kepada Hadyan.


"Bagaimana kalau kita serahkan proyek ini ke Yuwa yang bertanggung Jawab ?"sambungnya lagi


"Apa.. Saya..?" Ucap Yuwa masih tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Antonia


"Iya.." Jawab Antonia


"Ngak,,saya ngak bisa , An." Jawab Yuwa


"Kalau begitu, besok silakan kemas barang kamu dan keluar dari perusahaan saya , saya tidak mau perusahaan saya mempunyai karyawan yang tidak mempunyai kemampuan dalam manangani hal apapun" Ancam Hadyan kepada Yuwa.


"Apa..?"Ucap Yuwa dengan tidak percaya jika Hadyan akan mengancamnya untuk memecatnya.


Setelah memikirkan ide dari Antonia tadi , Hadyan merasa itu sebuah ide yang bagus dan kesempatan yang baik untuk lebih mengenali dan mendekati Yuwa.Entah kenapa Hadyan memiliki rasa keingintahuan tentang Yuwa.Mungkin Hadyan tidak ingin adik nya Jonanda mendekati wanita yang tidak baik-baik dan di satu Sisi lagi Hadyan juga ingin Jonanda belajar menangani sebuah proyek agar suatu hari nanti jika Jonanda sudah siap untuk duduk di posisi wakil direktur,Jonanda akan dengan mudah untuk menangani segala hal.

__ADS_1


__ADS_2