
Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, Yuwa dan anak-anaknya masih santai di ruang tamu tiba-tiba ponselnya berbunyi.
Ting... Ada chat yang masuk di ponsel Yuwa.
~Jonanda ~
"Yu, kamu sudah tidur..?"
~My Sweet Heart~
"Blum, ada apa..?"
~Jonanda ~
"Saya ada di depan rumahmu, bisakah kamu membukakan pintu untukku."
~My Sweet Heart~
"Hah.. Benar..?"
~Jonanda ~
"Ya."
Tanpa membalaskan chat Jonanda lagi,Yuwa langsung pergi membukakan pintu rumahnya dan..
"Suprise..."Ucap Jonanda saat Yuwa sudah membukakan pintunya.
"Astagaaa.. Nda,, apaan sich..?
"Hahahaha... Ayo makan cakenya, ini mama yang belikan untukmu."ucap Jonanda
"Astagaa,,, mama sunggun mertua yang baik."
"Uncle "
"Hai,, anak-anak,, hari ini mamy ulang tahun lohh kalian kasih kado apa ke mamy ni.."?
"Hah,, mamy hari ini ulang tahun..?"tanya Kellysa
"Iya.."
"Mamy kok gak kasih tau biar Kel siapin kado untuk Mamy.?
"Emang Kel mau kasih Mamy apa..?"
"Emmm,, Mamy sini..?"Lalu Kellysa langsung cium pipi Yuwa
"Selamat ulang tahun Mamy?
"Trima kasih sayang."lalu Yuwa juga mencium pipi Kellysa.
"Tapi,, Papi kenapa tidak pulang, Mamy."
"Papi lagi sibuk sayang dan papi sekarang lagi di luar kota."
__ADS_1
"Ooh."
"Baik lah,, ayo kita makan cake nya."
"Horeee." Jawab Keydyan dan Kellysa bersamaan.
Setelah makan cake nya Yuwa membawa anak-anak ke kamarnya tidur karena Hadyan tidak ada di rumah jadi anak-anak pingin tidur bersama Yuwa. Setelah anak-anak sudah tidur Yuwa turun ke bawa dan duduk mengobrol dengan Jonanda.
Setlah jam sudah menunjukkan pukul 8:30 Jonanda pun pamit pulang. Dan tanpa mereka sadari, sejak Jonanda ke rumah Yuwa orang suruhan Carissa mengambil photo mereka berdua di depan teras.
Sementara di kediaman Irwansha Carissa menyunggingkan senyumanya dengan rasa puas hati setelah mendapatkan chat yang masuk dari orang suruhannya.
"Sepertinya menghancurkan rumah tanggamu akan lebih menyenangkan hati ku.."Guman Carisaa.
"Maaf Yisilia,jika rumah tanggamu juga ikut hancur."
Tanpa pikir lagi Carissa menggunakan nomor lain untuk mengirimkan beberapa photo Jonanda dan Yuwa saat bersamaan ke nomor Hadyan. Carissa tau jika Hadya sedang keluar kota dan ia sangat posesif terhadap Yuwa,jadi inilah kesempatan yang baik untuk memfitnah Yuwa.
Di posisi lain, di luar kota Jakarta Hadyan yang mendapati chat yang masuk dengan nomor tak di kenal setelah membukakan chatnya Hadyan mengeraskan rahangnya menahan emosinya.
Di dalam photo itu Hadyan bukan hanya mendapati photo kebersamaan Jonanda dan Yuwa begitu saja,, tapi di dalam photo itu ia juga mendapati Jonanda mencium kening Yuwa dan parahnya itu di depan teras rumahnya.
"Apakah kalian bermain di belakang ku..?" lilih Hadyan.
Saat sedang rapat Hadyan yang masih di luar kota Jakarta tidak bisa memfokuskan apa yang di sampaika manager perusahaan sana.
Sementara di kota Jakarta Jonanda dan Yisilia yang membawa Bu Hasana yang tak lain adalah Ibunya Yisilia ke rumah sakit untuk cek out,saat sedang duduk di kursi antrian Yisilia mendapati Yuwa duduk sendirian di sana sambil main ponselnya lalu berkata "Mas, bukankah itu Mbak Yuwa, kok bisa ke sini..?"
Jonanda pun menoreh ke arah yang di tunjukki oleh istrinya.
"Iya,, Mas."
Jonanda pun berjalan mendekati Yuwa.
"Yuwa,," panggil Jonanda
"Eh,, Nda.. Kok bisa di sini..?"
"Iya,, temani Yisilia bawa mamanya cek out."
Yuwa pun menoreh ke arah yang Jonanda tunjukki lalu ia pun jalan mendekati Yisilia dan Bu Hasana.
"Apa kabar Bu Hasana..?"Yuwa menyapa mertua Jonanda yang tak lain adalah ibunya Yisilia.
"Saya baik,Nak Yuwa, kok Nak Yuwa bisa di sini,, siapa yang sakit,Nak."
"Saya yang sakit, Bu."
"Hah.." Ucap Yisilia dan Jonanda bersamaan
"Mbak sakit apa..?"
"Ngak tau juga beberapa hari ini kepala suka pusing mungkin lagi darah naik."
"Hati-hati Mbak kalau kepala pusing."
__ADS_1
"Iya,, terima kasih."
"BU Yuwa Zubina Iskandar , silakan masuk, Bu." Panggil seorang suster
"Baik lah saya permisi dulu ya Bu, Yisilia, Nda,,Mari."
"Tunggu,, Nak Nda, sebaiknya kamu temani Nak Yuwa masuk ya Nak Nda."Ucap Bu Hasana
"Eh, gak perlu Bu, biar Nda temani kalian saja,,"
Gak pa-pa Nak Yuwa, saya ada Yisilia temani, biar Nak Nda temani Kamu saja.
"Iya Yu, biar saya temani kamu saja,, ayo cepat ni suster lagi nunggu."
"Baik lah,, kalau begitu saya permisi."
Di bandara Soekarno Hatta Hadyan yang tadi pagi tidak fokus untuk bekerja akhirnya ia memilih pulang ke Jakarta dan meminta maneger sana melanjutkan pekerjaannya.
Sesampai di rumahnya Hadyan tidak mendapati Yuwa dan hanya mendapati anak-anak mereka bermain bersama pembantunya.
"Papii.."Panggil Kellysa saat mendapati Hadyan mendekati mereka."
"Iya sayang,,"ucap Hadyan memeluk dua anak mereka.
"Mamy, mana,, kok papi gak nampak dia..?"
"Mamy keluar, Pi"jawab Kellysa
"Iya,,, Mamy ke mana dan keluar sama siapa..?"
"Ngak tau, pi.."
"Baik lah kalian sana main dulu ya,, Papi mau telp Mami dl. "
"Iya Pi,,."
Hadyan berlalu pergi menuju ke teras rumah menelepon Yuwa, belum sempat ia tekan nomor Yuwa, mobil Jonanda masuk ke halaman rumahnya.Tadi setelah menemani Yuwa mengecek kesehatan ia mengatar Yisilia dan ibu mertuanya pulang terlebih dahulu.
Saat Jonanda turun dari Mobil ia memutari di depan mobil lalu membukakan pintu mobil untuk Yuwa.
"Hati-hati." ucap Jonanda sambil memegang lengan Yuwa.
"Iya,, Trima Kasih."
Hadyan yang masih berdiri di teras tertegun melihat interaksi mereka, apalagi saat setelah Yuwa turun dari mobil Jonanda masih memegang lengan Yuwa dan jalan bersama memasuki rumah.
"Apa yang sedang kalian lakukan, lepaskan tanganmu yang kotor itu." Teriak Hadyan dengan rahang yang keras.
Sebenarnya Hadyan berusaha untuk tidak percaya photo-photo yang entah siapa pengirimnya, akan tetapi barusan melihat interaksi antara Yuwa dan Jonanda ia tidak bisa menahan emosinya lagi apalagi mengingat kembali photo Jonanda yang mencium kening Yuwa.
"Mas.."
"Abang.."
Ucapan Jonanda dan Yuwa bersamaan
__ADS_1